HEXA, Q2/2012, ended 30 Sept 2012
1. Current assets > current liabilities
2. equity growth = 3,2%
3. DER = 1,54x
4. Sales growth = 22,18%
5. Operating profit growth = 25,75%
6. EPS growth = 24,32%
7. EPS = $0.046 x Rp 9500 = Rp 437
8. Harga sekarang = Rp 7300 ---> PER = 8,35x
9. ROE = 40%
10. valuasi = Rp 17,200 ---> MOS = 57,6%
HEXA sdh berhari-hari turun terus, dan kemarin mencapai lowest di Rp 7100.
Kalo melihat HEXA di monthly chart, seperti sedang konsolidasi, tapi dengan membentuk low yang terus naik ( Rp 6850, Rp 6950 dan Rp 7100).
Ngga tau juga, akan turun lagi atau ngga. Tapi saya pribadi sih masih minat untuk nambah HEXA di harga sekarang ini.. :) Disclaimer..
Oya, HEXA oktober 2012 lalu bagi deviden $0.0387 (43% EPS 2011) x Rp 9500 = Rp 367.
Deviden yield-nya setara dengan 3,9% di harga Rp 7300..
EPS Hexa sendiri masih tumbuh 24% drpd Q2/2011. Jadi, kemungkinan besar EPS thn depan akan naik, shingga deviden yield thn depan jg bs lebih besar..
Tp ingat ya, ini baru LK setengah tahun. Masih ada setengah tahun lg yang belum dibukukan. Jadi belum bisa dipastikan bahwa EPS 2012 HEXA akan tumbuh 24% dibanding 2011.. :)
Once again, your money your responsibility.. :) Rugi tanggung sendiri, ya.. :)
update 28 jan 2013 : HEXA bikin lower low lagi di Rp 6800. Selama 2012, lowest HEXA ada di Rp 6850. Hari ini lowest Rp 6800. Lebih rendah drpd low 2012 :(
Apa penurunan HEXA ada hubungannya dengan berita ini?
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/33885/Hexindo-Proyeksikan-Laba-Bersih-Turun-10
Dalam berita di link tersebut, manajemen HEXA memproyeksi laba bersih HEXA di 2012 akan turun 10%, menjadi $64,9 juta. EPS 2011 HEXA = $0.09. Apabila EPS ini turun 10%, maka diprediksi EPS 2012 HEXA = $0.081 x Rp 9500 = Rp 769,5. Di harga Rp 6800, HEXA kira-kira diperdagangkan dgn PER 8,83x. Saya pernah baca di mana, menurut siapa (benjamin graham, kalo ngga salah --- nanti saya coba cari lg sumbernya), PER untuk perusahaan yang tidak tumbuh adalah 8,5x.
Apakah HEXA perusahaan yang tidak tumbuh? Dalam 5 thn terakhir sih, dia tumbuh terus. Mungkin utk thn 2012-2013 merupakan pengecualian, krn harga komoditas terutama batubara, sedang turun.
Selalu ada 2 pandangan : optimis atau pesimis. Bila anda msh optimis dgn masa depan ekonomi dunia, masih optimis thd batubara dsb, mungkin ini waktunya utk masuk pelan-pelan, investasi di saham2 komoditas.
Tapi bila anda pesimis, sebaiknya menjauh dulu. Jangan beli saham yang bisa bikin anda ngga bs tidur dengan nyenyak.. :)
Saya sndr, kmrn masih nambah beli HEXA lg di 7150. Sekarang posisi saya untuk HEXA, harga rata-rata di Rp 7400. floating loss 8,1%.
Saya mau liat LK Q3/2012 HEXA, utk mereview lg ttg saham ini..
Tulisan ini bukan ajakan beli/jual. Ini hanya arsip utk saya.
Disclaimer ya .... :)
Regards,
- V3 -
khusus untuk investasi, bukan untuk trading ; menganalisa saham ala ibu rumah tangga ; tipe investor yang ngumpulin uang tiap bulan untuk beli saham ; tipe investor yang sekarang sedang fokus untuk mendapatkan pasif income dr deviden saham sebagai persiapan untuk masa tua...
Senin, 21 Januari 2013
Sabtu, 05 Januari 2013
Beberapa saham dengan HIGH GROWTH..
Di tulisan sebelumnya, saya pernah bahas tentang kondisi makro ekonomi di mana investasi saham merupakan pilihan investasi yang terbaik.
Kondisi itu adalah sbb :
1. Tingkat suku bunga yang rendah ---> sekarang BI rate = 5,75%, sudah turun jauh dari tahun 1998 dulu yang sempat di atas 60%
2. Tingkat inflasi yang rendah ---> dari www.bi.go.id, inflasi saat ini adalah 4,3%, sudah turun jauh dari thn 1998 yang dulu jg sempat di atas 30%.
3. Pendapatan per kapita yang terus naik.
Dari data yang saya punya ketika ikut seminar dengan tablod kontan yang membahas outlook investasi pasar modal di 2013, Pendapatan per kapita Indonesia telah naik dari $807 di tahun 2000 menjadi $3511 di 2011.
Prediksi pendapatan per kapita Indonesia utk 2012 dan 2013 adalah $4082 dan $4653.
Indonesia sedang tumbuh. Ini dicerminkan oleh Pendapatan per kapitanya yang terus tumbuh. Itulah mengapa investasi di bursa saham Indonesia sekarang sangat menarik.
Ketika krisis 2008, walaupun IHSG jatuh skitar 40% di thn 2008, tapi dalam 2 thn IHSG sudah bisa balik ke all time high-nya (2838), malah bisa pecah rekor baru terus, shingga sekarang IHSG sudah berada di 4400.
Kenapa IHSG bisa pulih dengan cepat?
Karena pendapatan per kapitanya terus tumbuh. Ada GROWTH di ekonomi Indonesia, dan bursa saham hanya bisa naik bila ada GROWTH dari emiten2 yang ada di dalamnya.
Dan sekarang, untuk bisa mendapatkan hasil investasi saham yang berkembang terus, saham-saham dengan HIGH GROWTH ini yang harus kita beli. Tentu saja agar hasil investasinya baik, jgn asal comot. Tetap cek indikator yang lainnya, dan hitung valuasinya, biar kita ngga beli kemahalan.. :)
Ada beberapa LK Q3/2012 yang sempat saya analisa, dan dr bbrp LK itu ada 30 saham yang saya anggap HIGH GROWTH (EPSnya tumbuh di atas 30% dalam setahun). Saya sertakan juga nilai ROE-nya di sini.
Daftar saham ini BUKAN "BUY RECOMMENDATION" ya.. :)
Ini cuma sekedar alternatif saham-saham yang bisa kita pilih utk investasi di masa pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini ...
Dan jangan lupa, cek lagi nanti setelah LK terbaru keluar, apakah saham2 ini masih masuk dalam list HIGH GROWTH atau ngga..
No Saham GROWTH ROE
1. AISA 177,15% 20,16%
2. PWON 176,3% 27%
3. ADES 505% 45%
4. ADHI 184,5% 11,22%
5. SCCO 123,8% 30,3%
6. SSIA 205,3% 42,1%
7. LPCK 93,9% 34,5%
8. MAIN 75,5% 55,1%
9. DVLA 76,4% 18,1%
10. KBLI 87,4% 15,3%
11. JPFA 66,7% 28%
12. ASRI 60,87% 23,6%
13. TOTL 61,5% 28%
14. ULTJ 66,7% 15%
15. ARNA 64% 27%
16. BTON 60% 23,4%
17. MRAT 59% 5,5%
18. BSDE 45,7% 12%
19. ACES 46,3% 23,8%
20. BTPN 43,7% 26,7%
21. BBTN 43,75% 16,7%
22. BMTR 40% 13,7%
23. JECC 39,7% 30,5%
24. ROTI 34,8% 21%
25. JSMR 38,5% 18,1%
26. EKAD 34,4% 22,1%
27. MNCN 33,3% 24,5%
28. PANS 30,5% 25,5%
29. KDSI 219,2% 14,4%
30. PSAB 1454% 46,7%
Sekali lagi, ini BUKAN daftar saham dengan rekomendasi "BUY".
Bila mau beli utk investasi, cek LK-LK sebelumnya, minimal 3 tahun ke belakang. Bila mau beli utk trading, harus disiplin dengan trading plan.
Saya hanya mau menunjukkan di sini, daftar saham dengan high growth. Tapi krn keterbatasan analisa saya, mungkin ada saham2 high growth yang lain yang tidak sempat saya analisa, sehingga tdk bisa disajikan di sini.
Tapi dari yang selama ini saya pelajari, suatu saham bisa naik, terutama break all time high, hanya apabila terjadi growth di saham tersebut. Dan untuk melihat growth itu, saya gunakan EPS growth. Kalo mau lebih detil, bisa aja sih hitung juga sales growthnya, operating profit growthnya, net income growthnya, atau yang lainnya..
Tapi buat saya, tetep aja ujung2nya harus liat EPS, karena utk ngitung valuasi, kan kita butuh nilai EPS.
Jadi, simpel aja, saya cuma analisa EPS growth utk screening awal saham2 yang saya mau invest. Setelah itu liat ROE. Bila ROE di bawah 15%, saya coret.
Setelah ketemu saham high growth dengan ROE di atas 15%, baru hitung valuasinya. Ini cara simpel aja ya.. :) Bisa dilakukan sambil nunggu anak les, atau creambath di salon.. hehehehe....
Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu pemula yang baru nyemplung di saham, ya. Saya pake nama metode saya metode "Keep It Simple, Sayang.." :D
Regards,
- V3 -
Kondisi itu adalah sbb :
1. Tingkat suku bunga yang rendah ---> sekarang BI rate = 5,75%, sudah turun jauh dari tahun 1998 dulu yang sempat di atas 60%
2. Tingkat inflasi yang rendah ---> dari www.bi.go.id, inflasi saat ini adalah 4,3%, sudah turun jauh dari thn 1998 yang dulu jg sempat di atas 30%.
3. Pendapatan per kapita yang terus naik.
Dari data yang saya punya ketika ikut seminar dengan tablod kontan yang membahas outlook investasi pasar modal di 2013, Pendapatan per kapita Indonesia telah naik dari $807 di tahun 2000 menjadi $3511 di 2011.
Prediksi pendapatan per kapita Indonesia utk 2012 dan 2013 adalah $4082 dan $4653.
Indonesia sedang tumbuh. Ini dicerminkan oleh Pendapatan per kapitanya yang terus tumbuh. Itulah mengapa investasi di bursa saham Indonesia sekarang sangat menarik.
Ketika krisis 2008, walaupun IHSG jatuh skitar 40% di thn 2008, tapi dalam 2 thn IHSG sudah bisa balik ke all time high-nya (2838), malah bisa pecah rekor baru terus, shingga sekarang IHSG sudah berada di 4400.
Kenapa IHSG bisa pulih dengan cepat?
Karena pendapatan per kapitanya terus tumbuh. Ada GROWTH di ekonomi Indonesia, dan bursa saham hanya bisa naik bila ada GROWTH dari emiten2 yang ada di dalamnya.
Dan sekarang, untuk bisa mendapatkan hasil investasi saham yang berkembang terus, saham-saham dengan HIGH GROWTH ini yang harus kita beli. Tentu saja agar hasil investasinya baik, jgn asal comot. Tetap cek indikator yang lainnya, dan hitung valuasinya, biar kita ngga beli kemahalan.. :)
Ada beberapa LK Q3/2012 yang sempat saya analisa, dan dr bbrp LK itu ada 30 saham yang saya anggap HIGH GROWTH (EPSnya tumbuh di atas 30% dalam setahun). Saya sertakan juga nilai ROE-nya di sini.
Daftar saham ini BUKAN "BUY RECOMMENDATION" ya.. :)
Ini cuma sekedar alternatif saham-saham yang bisa kita pilih utk investasi di masa pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini ...
Dan jangan lupa, cek lagi nanti setelah LK terbaru keluar, apakah saham2 ini masih masuk dalam list HIGH GROWTH atau ngga..
No Saham GROWTH ROE
1. AISA 177,15% 20,16%
2. PWON 176,3% 27%
3. ADES 505% 45%
4. ADHI 184,5% 11,22%
5. SCCO 123,8% 30,3%
6. SSIA 205,3% 42,1%
7. LPCK 93,9% 34,5%
8. MAIN 75,5% 55,1%
9. DVLA 76,4% 18,1%
10. KBLI 87,4% 15,3%
11. JPFA 66,7% 28%
12. ASRI 60,87% 23,6%
13. TOTL 61,5% 28%
14. ULTJ 66,7% 15%
15. ARNA 64% 27%
16. BTON 60% 23,4%
17. MRAT 59% 5,5%
18. BSDE 45,7% 12%
19. ACES 46,3% 23,8%
20. BTPN 43,7% 26,7%
21. BBTN 43,75% 16,7%
22. BMTR 40% 13,7%
23. JECC 39,7% 30,5%
24. ROTI 34,8% 21%
25. JSMR 38,5% 18,1%
26. EKAD 34,4% 22,1%
27. MNCN 33,3% 24,5%
28. PANS 30,5% 25,5%
29. KDSI 219,2% 14,4%
30. PSAB 1454% 46,7%
Sekali lagi, ini BUKAN daftar saham dengan rekomendasi "BUY".
Bila mau beli utk investasi, cek LK-LK sebelumnya, minimal 3 tahun ke belakang. Bila mau beli utk trading, harus disiplin dengan trading plan.
Saya hanya mau menunjukkan di sini, daftar saham dengan high growth. Tapi krn keterbatasan analisa saya, mungkin ada saham2 high growth yang lain yang tidak sempat saya analisa, sehingga tdk bisa disajikan di sini.
Tapi dari yang selama ini saya pelajari, suatu saham bisa naik, terutama break all time high, hanya apabila terjadi growth di saham tersebut. Dan untuk melihat growth itu, saya gunakan EPS growth. Kalo mau lebih detil, bisa aja sih hitung juga sales growthnya, operating profit growthnya, net income growthnya, atau yang lainnya..
Tapi buat saya, tetep aja ujung2nya harus liat EPS, karena utk ngitung valuasi, kan kita butuh nilai EPS.
Jadi, simpel aja, saya cuma analisa EPS growth utk screening awal saham2 yang saya mau invest. Setelah itu liat ROE. Bila ROE di bawah 15%, saya coret.
Setelah ketemu saham high growth dengan ROE di atas 15%, baru hitung valuasinya. Ini cara simpel aja ya.. :) Bisa dilakukan sambil nunggu anak les, atau creambath di salon.. hehehehe....
Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu pemula yang baru nyemplung di saham, ya. Saya pake nama metode saya metode "Keep It Simple, Sayang.." :D
Regards,
- V3 -
Jumat, 04 Januari 2013
JSMR, saatnya investor long term mulai masuk..?
Sebenarnya saya pengen nulis JSMR ini beberapa hari yang lalu, waktu dia kena MA 200 di Rp 5400-an. Tapi internetnya error terus, jadi baru bs sekarang.
Update JSMR tgl 28 jan 2013 : tgl 17 januari 2013, ada berita bahwa JSMR dituntut bayar Rp 1,2T ke PT Tirto Bumi. JSMR mengajukan banding atas putusan pengadilan tsb. Skrg JSMR berada di bawah MA 60 weekly (Rp 5150). Melihat dendanya yang lumayan besar (laba bersih JSMR per LK Q3/2012 kemarin hanya Rp 1,3T), saya berniat untuk kabur dulu dari JSMR begitu ada technical rebound. Disclaimer ya.. Ini cm arsip utk saya aja.
JSMR, ini salah satu saham defensif yang saya masukkan dalam portofolio investasi.
Kalo liat pola chartnya sejak 2010, JSMR ini selalu nurut sama MA 200 daily-nya. Begitu dia kena MA 200 daily, dia cenderung rebound. Selalu begitu. Kemaren pun bgtu, ketika menyentuh MA 200, dia lgsg rebound, ga mau turun lagi.. :(
Sekarang liat LK Q3/2012-nya..
current assets > current liabilities
equity growth = 12%
DER = 1,44x
ROE = 17,85%
sales growth = 38%
operating profit growth = 29,8%
EPS growth = 38,5%
EPS = Rp 192,03
Harga sekarang = Rp 5650 ---> PER = 22,07x
valuasi = Rp 4212 ---> MOS = minus 34%
Kalo dari metode valuasi yang ada di blog ini, JSMR memang sangat overvalued. Dan sepanjang pengalaman saya dengan metode ini, JSMR dalam 2 thn ini belum pernah dijual di bawah harga wajarnya.
Sehingga untuk JSMR, saya lebih cenderung menentukan entry point dengan chart saja.
Dan dari chart yang saya liat, support MA 200 daily ini sangat kuat bagi JSMR, setidaknya dr 2010.
Saya sendiri rekomen buy bila JSMR turun lagi ke Rp 5400-5500an.
Disclaimer ya.. :)
Rugi tanggung sendiri.. :)
Update JSMR tgl 28 jan 2013 : tgl 17 januari 2013, ada berita bahwa JSMR dituntut bayar Rp 1,2T ke PT Tirto Bumi. JSMR mengajukan banding atas putusan pengadilan tsb. Skrg JSMR berada di bawah MA 60 weekly (Rp 5150). Melihat dendanya yang lumayan besar (laba bersih JSMR per LK Q3/2012 kemarin hanya Rp 1,3T), saya berniat untuk kabur dulu dari JSMR begitu ada technical rebound. Disclaimer ya.. Ini cm arsip utk saya aja.
Regards,
- V3 -
Kamis, 03 Januari 2013
PTRO @ Rp 1480, PER 3,29x ; PBV 0,92x
Untuk PTRO, saya ada kesalahan analisa di deviden yield. Thanks a lot untuk Flora 'OL shop yang sudah memberikan koreksi.
EPS Q4/2011 PTRO = $ 0.0522 x Rp 9300 = Rp 485.46
Pada 6 Maret 2012, PTRO melakukan stock split saham 1 : 10, sehingga EPS Q4/2011 berubah menjadi Rp 485.46 : 10 = Rp 48.55 ( atau = $ 0.00522)
Tanggal 20 April 2012, PTRO membagikan deviden $ 0.0209 ---> ini nilai sebelum stock split.
Sesudah stock split, devidennya = $ 0.0209 : 10 = $ 0.00209 x Rp 9300 = Rp 19.44
Di harga Rp 1480, deviden yield = 1,3% ---> kecil.
Untuk analisa PER dan PBV, masih sama dengan tulisan di bawah. Juga utk perhitungan harga wajarnya, karena sudah menggunakan LK Q3/2012, di mana EPS terbaru sudah menggunakan nilai sesudah stock split.
Untuk analisa yang salah, saya gunakan warna merah, dan dicoret.
Ini tulisan sebelumnya..
Saya baru liat LK Q3/2012 PTRO.
equity growth = 9,8%
current assets < current liabilities
sales growth = 56,5%
operating profit growth = 13,5%
EPS growth = 11%
ROE = 27,9%
DER = 2,08x
EPS = $ 0,0363 x Rp 9300 (asumsi konservatif) = Rp 337,59
Harga sekarang = Rp 1480 ---> PER = 3,29x
Book value = $0.1733 x Rp 9300 = Rp 1611 ---> PBV = 0,92x
PTRO bagi deviden terakhir (20 April 2012) pada $ 0,0209 x Rp 9194 (kurs tengah BI pd waktu itu) = Rp 192,15 ---> deviden yield = 12,98% di harga Rp 1480.
Oya, saya liat di idx.co.id, PTRO dr 1997 - 2012 selalu rajin bagi deviden tiap tahun..
valuasi = 8076 ---> MOS = 82%
buat saya, PTRO di harga Rp 1480 sudah terlihat cukup menarik untuk dibeli ---> karena PER dan PBV yang kecil.
Disimpan 1-2 thn ke depan, mdh2an bisa naik di atas 100%.. :)
Yang harus agak hati2, current assetsnya < current liabilities, jd PTRO ada resiko untuk gagal bayar hutang jangka pendek yang jatuh tempo. DER-nya juga 2x dengan utang jangka panjang yang lebih besar drpd utang jangka pendek.
Disclaimer yaaaa...
Rugi tanggung sendiri, as always.. :D
Your money, your responsibity.. :)
Regards,
- V3 -
tambahan: saya kecolongan di PTRO, krn ternyata dia ngga masuk saham syariah. Jadi skrg saya sdh jual smua PTRO yang saya punya.. Tapi saya masih optimis, PTRO msh akan naik tinggi. Di Rp 1940, PER baru 4,2x ; PBV 1,2x (data etrading). Disclaimer :) Untuk yang pegang PTRO, semoga bisa dapat cuan besar ya.. :)
EPS Q4/2011 PTRO = $ 0.0522 x Rp 9300 = Rp 485.46
Pada 6 Maret 2012, PTRO melakukan stock split saham 1 : 10, sehingga EPS Q4/2011 berubah menjadi Rp 485.46 : 10 = Rp 48.55 ( atau = $ 0.00522)
Tanggal 20 April 2012, PTRO membagikan deviden $ 0.0209 ---> ini nilai sebelum stock split.
Sesudah stock split, devidennya = $ 0.0209 : 10 = $ 0.00209 x Rp 9300 = Rp 19.44
Di harga Rp 1480, deviden yield = 1,3% ---> kecil.
Untuk analisa PER dan PBV, masih sama dengan tulisan di bawah. Juga utk perhitungan harga wajarnya, karena sudah menggunakan LK Q3/2012, di mana EPS terbaru sudah menggunakan nilai sesudah stock split.
Untuk analisa yang salah, saya gunakan warna merah, dan dicoret.
Ini tulisan sebelumnya..
Saya baru liat LK Q3/2012 PTRO.
equity growth = 9,8%
current assets < current liabilities
sales growth = 56,5%
operating profit growth = 13,5%
EPS growth = 11%
ROE = 27,9%
DER = 2,08x
EPS = $ 0,0363 x Rp 9300 (asumsi konservatif) = Rp 337,59
Harga sekarang = Rp 1480 ---> PER = 3,29x
Book value = $0.1733 x Rp 9300 = Rp 1611 ---> PBV = 0,92x
Oya, saya liat di idx.co.id, PTRO dr 1997 - 2012 selalu rajin bagi deviden tiap tahun..
valuasi = 8076 ---> MOS = 82%
buat saya, PTRO di harga Rp 1480 sudah terlihat cukup menarik untuk dibeli ---> karena PER dan PBV yang kecil.
Disimpan 1-2 thn ke depan, mdh2an bisa naik di atas 100%.. :)
Yang harus agak hati2, current assetsnya < current liabilities, jd PTRO ada resiko untuk gagal bayar hutang jangka pendek yang jatuh tempo. DER-nya juga 2x dengan utang jangka panjang yang lebih besar drpd utang jangka pendek.
Disclaimer yaaaa...
Rugi tanggung sendiri, as always.. :D
Your money, your responsibity.. :)
Regards,
- V3 -
tambahan: saya kecolongan di PTRO, krn ternyata dia ngga masuk saham syariah. Jadi skrg saya sdh jual smua PTRO yang saya punya.. Tapi saya masih optimis, PTRO msh akan naik tinggi. Di Rp 1940, PER baru 4,2x ; PBV 1,2x (data etrading). Disclaimer :) Untuk yang pegang PTRO, semoga bisa dapat cuan besar ya.. :)
Kamis, 13 Desember 2012
UNVR, turun jemput investor long term... ?
Sudah 2 hari ini UNVR turun gila-gilaan.
Dari highest di Rp 28.500, hingga hari ini lowest di Rp 20.200 (turun 29%). Ngga tau, besok-besok masih turun lagi atau ngga..
Yang jelas, kalo liat LK Q3/2012, kinerja UNVR sbb :
current assets > current liabilities
equity growth = 38,7%
sales growth = 17,4%
operating profit growth = 21%
EPS growth = 20,65%
EPS = Rp 479
Harga sekarang = Rp 20.450 ---> PER = 32,02x
DER = 1,43x
ROE = 95,4%
valuasi = Rp 17.800 ---> dengan metode ini, UNVR masih terlihat mahal, karena MOS -14,9%
Tapi... saya coba bahas dr sisi lain, ya...
ROE UNVR ini 95,4%. Dan dari data etrading, sejak 2008, ROE UNVR tidak pernah turun dari 77%.
Dan UNVR sangat royal terhadap pembagian deviden.
Karena ROE-nya yang selalu tinggi, manajemen bagus, produk konsumsi, dan selalu royal bagi deviden, maka PER UNVR memang jauh lebih tinggi daripada saham-saham lain.
Untuk beli UNVR di harga MOS besar, saya pikir nyaris impossible, kecuali ketika krisis seperti 2008 lalu. Jadi, untuk saham ini : kita sudah bagus kalo beli di harga yang cukup baik. Disclaimer ya, ini opini saya pribadi terhadap saham ini, sejak saya mulai terjun ke saham di 2008.
Deviden terakhir yang diberikan UNVR adalah Rp 296 + Rp 300 = Rp 596.
Di harga Rp 20.450, deviden yield adalah skitar 2,91% ---> sangat bagus untuk perusahaan sekelas UNVR.
UNVR turun karena berita negativ yang (katanya) perusahaan induknya minta tambahan royalti 5%.
Hitungan simpel saya, taruhlah deviden tahun depan berkurang 5% dari yang thn ini (Rp 596) --- asumsi tidak ada pertumbuhan EPS. Maka deviden thn depan, skitar 0,95 x Rp 596 = Rp 566,2.
Di harga Rp 20.450 , dapat deviden Rp 566,2 , deviden yield = 2,76% ---> masih cukup bagus untuk saham sekelas UNVR.
Buat saya yang suka mengejar deviden, UNVR di harga Rp 20,450 ini sudah layak beli untuk invest long term.
Secara TA, UNVR sudah menyentuh MA 20 monthly. Dan pada umumnya, ketika menyentuh MA 20 monthly, harga cenderung rebound.. Andaikan turun pun, mungkin sudah ngga jauh dari harga sekarang. Disclaimer.
Saya ngga tau, UNVR akan turun lagi atau ngga.. Tapi yang jelas, menurut hitungan saya yang ingin membangun pasiv income dr deviden, UNVR di harga Rp 20.450 sudah layak beli untuk investasi jangka panjang.
UNVR dan JSMR ini adalah saham "termahal" yang saya punya. Tapi saya tetap memasukkan mereka ke dalam portofolio investasi saya, untuk kelompok saham-saham defensif..
Dan baru sekarang saya punya nyali untuk beli UNVR, karena pergeseran pola investasi saya, yang sekarang lebih suka menaruh uang saya ke dalam saham-saham berfundamental bagus dan rajin bagi deviden...
Disclaimer ya... :)
Rugi tanggung sendiri.. :)
Warning : analisa ini MASIH MUNGKIN SALAH ya.. Karena penangkapan saya tentang berita UNVR yang beredar, bisa saja salah. Nanti saya update lagi kalo saya sudah mendapat kejelasan berita ttg UNVR. Sekarang ga ada salahnya sabar nunggu dulu untuk beli.. :) Disclaimer....
Update tulisan terbaru tentang UNVR :
1. Menurut sekretaris UNVR : http://investasi.kontan.co.id/news/royalti-naik-harga-saham-unvr-longsor ---> Sekretaris Unilever Indonesia yakin, kenaikan royalti tidak akan berdampak besar terhadap omzet karena pertumbuhan potensi bisnis UNVR cukup bagus.
2. Menurut Jhon Veter (JV) di milis junior trader (saya tulis ulang) : "UNVR secara umum laba bersihnya adalah 20% dari penjualan. Jadi kalo misalnya setoran ke "Mami"-nya naik sebesar 5% maka otomatis margin laba bersih akan turun drastis jadi 15% atau penurunan sebesar 25%... Ajiiib kan hehehe. Dengan asumsi PE dan yield yang sama maka seharusnya UNVR setidaknya harus reduce 25% dulu baru punya nilai bargain. Nah tinggal hitung deh :)"
Based on LK Q3/2012 UNVR, valuasi UNVR dengan metode JV, saya dapat di Rp 31,500 (metode ini hanya diberikan jika kita ikut kursus dasar fundamental analisis by JV). Bila laba bersihnya bisa turun 25%, maka valuasinya kita diskon 25% juga, jd sebesar Rp 23.625.
Sementara dengan metode yang saya gunakan, valuasinya berubah jadi Rp 13.400.
Bila kita ambil nilai tengahnya antara metode JV yang cenderung lebih moderat dan metode di blog ini yang lebih konservatif (untuk valuasi UNVR), maka didapat harga wajar UNVR karena berita baru ini sekitar Rp 18.500. Ini cara simpel aja, karena saya ngga sanggup mikir yang berat2.. :)
So far hanya sebatas ini yang bisa saya bahas tentang UNVR. Tapi yang jelas, saya akan manfaatkan penurunan UNVR sekarang untuk membeli UNVR for long time investment.. :)
Disclaimer yaaa.. :)
Rugi tanggung sendiri.. :)
Regards,
- V3 -
Update tgl 31 Jan 2013 : UNVR ternyata bisa bertahan di atas support MA 20 Monthly. Dan di chart saya, support MA 20 monthly ini sudah bisa bertahan sejak thn 2000!
Pelajaran dr kasus ini, mungkin bisa dipertimbangkan untuk BOW UNVR untuk invest bila ia berada di sekitar MA 20 monthly :) Disclaimer.. :)
Dari highest di Rp 28.500, hingga hari ini lowest di Rp 20.200 (turun 29%). Ngga tau, besok-besok masih turun lagi atau ngga..
Yang jelas, kalo liat LK Q3/2012, kinerja UNVR sbb :
current assets > current liabilities
equity growth = 38,7%
sales growth = 17,4%
operating profit growth = 21%
EPS growth = 20,65%
EPS = Rp 479
Harga sekarang = Rp 20.450 ---> PER = 32,02x
DER = 1,43x
ROE = 95,4%
valuasi = Rp 17.800 ---> dengan metode ini, UNVR masih terlihat mahal, karena MOS -14,9%
Tapi... saya coba bahas dr sisi lain, ya...
ROE UNVR ini 95,4%. Dan dari data etrading, sejak 2008, ROE UNVR tidak pernah turun dari 77%.
Dan UNVR sangat royal terhadap pembagian deviden.
Karena ROE-nya yang selalu tinggi, manajemen bagus, produk konsumsi, dan selalu royal bagi deviden, maka PER UNVR memang jauh lebih tinggi daripada saham-saham lain.
Untuk beli UNVR di harga MOS besar, saya pikir nyaris impossible, kecuali ketika krisis seperti 2008 lalu. Jadi, untuk saham ini : kita sudah bagus kalo beli di harga yang cukup baik. Disclaimer ya, ini opini saya pribadi terhadap saham ini, sejak saya mulai terjun ke saham di 2008.
Deviden terakhir yang diberikan UNVR adalah Rp 296 + Rp 300 = Rp 596.
Di harga Rp 20.450, deviden yield adalah skitar 2,91% ---> sangat bagus untuk perusahaan sekelas UNVR.
UNVR turun karena berita negativ yang (katanya) perusahaan induknya minta tambahan royalti 5%.
Hitungan simpel saya, taruhlah deviden tahun depan berkurang 5% dari yang thn ini (Rp 596) --- asumsi tidak ada pertumbuhan EPS. Maka deviden thn depan, skitar 0,95 x Rp 596 = Rp 566,2.
Di harga Rp 20.450 , dapat deviden Rp 566,2 , deviden yield = 2,76% ---> masih cukup bagus untuk saham sekelas UNVR.
Buat saya yang suka mengejar deviden, UNVR di harga Rp 20,450 ini sudah layak beli untuk invest long term.
Secara TA, UNVR sudah menyentuh MA 20 monthly. Dan pada umumnya, ketika menyentuh MA 20 monthly, harga cenderung rebound.. Andaikan turun pun, mungkin sudah ngga jauh dari harga sekarang. Disclaimer.
Saya ngga tau, UNVR akan turun lagi atau ngga.. Tapi yang jelas, menurut hitungan saya yang ingin membangun pasiv income dr deviden, UNVR di harga Rp 20.450 sudah layak beli untuk investasi jangka panjang.
UNVR dan JSMR ini adalah saham "termahal" yang saya punya. Tapi saya tetap memasukkan mereka ke dalam portofolio investasi saya, untuk kelompok saham-saham defensif..
Dan baru sekarang saya punya nyali untuk beli UNVR, karena pergeseran pola investasi saya, yang sekarang lebih suka menaruh uang saya ke dalam saham-saham berfundamental bagus dan rajin bagi deviden...
Disclaimer ya... :)
Rugi tanggung sendiri.. :)
Warning : analisa ini MASIH MUNGKIN SALAH ya.. Karena penangkapan saya tentang berita UNVR yang beredar, bisa saja salah. Nanti saya update lagi kalo saya sudah mendapat kejelasan berita ttg UNVR. Sekarang ga ada salahnya sabar nunggu dulu untuk beli.. :) Disclaimer....
Update tulisan terbaru tentang UNVR :
1. Menurut sekretaris UNVR : http://investasi.kontan.co.id/news/royalti-naik-harga-saham-unvr-longsor ---> Sekretaris Unilever Indonesia yakin, kenaikan royalti tidak akan berdampak besar terhadap omzet karena pertumbuhan potensi bisnis UNVR cukup bagus.
2. Menurut Jhon Veter (JV) di milis junior trader (saya tulis ulang) : "UNVR secara umum laba bersihnya adalah 20% dari penjualan. Jadi kalo misalnya setoran ke "Mami"-nya naik sebesar 5% maka otomatis margin laba bersih akan turun drastis jadi 15% atau penurunan sebesar 25%... Ajiiib kan hehehe. Dengan asumsi PE dan yield yang sama maka seharusnya UNVR setidaknya harus reduce 25% dulu baru punya nilai bargain. Nah tinggal hitung deh :)"
Based on LK Q3/2012 UNVR, valuasi UNVR dengan metode JV, saya dapat di Rp 31,500 (metode ini hanya diberikan jika kita ikut kursus dasar fundamental analisis by JV). Bila laba bersihnya bisa turun 25%, maka valuasinya kita diskon 25% juga, jd sebesar Rp 23.625.
Sementara dengan metode yang saya gunakan, valuasinya berubah jadi Rp 13.400.
Bila kita ambil nilai tengahnya antara metode JV yang cenderung lebih moderat dan metode di blog ini yang lebih konservatif (untuk valuasi UNVR), maka didapat harga wajar UNVR karena berita baru ini sekitar Rp 18.500. Ini cara simpel aja, karena saya ngga sanggup mikir yang berat2.. :)
So far hanya sebatas ini yang bisa saya bahas tentang UNVR. Tapi yang jelas, saya akan manfaatkan penurunan UNVR sekarang untuk membeli UNVR for long time investment.. :)
Disclaimer yaaa.. :)
Rugi tanggung sendiri.. :)
Regards,
- V3 -
Update tgl 31 Jan 2013 : UNVR ternyata bisa bertahan di atas support MA 20 Monthly. Dan di chart saya, support MA 20 monthly ini sudah bisa bertahan sejak thn 2000!
Pelajaran dr kasus ini, mungkin bisa dipertimbangkan untuk BOW UNVR untuk invest bila ia berada di sekitar MA 20 monthly :) Disclaimer.. :)
Sabtu, 08 Desember 2012
PTBA, LK Q3/2012
Saham coal lagi.. :)
PTBA, LK Q3/2012
current assets > current liabilities
equity growth = 3,7%
DER = 0,38
sales growth = 12,46%
operating profit growth = minus 4,8%
EPS growth = minus 5,5%
EPS = Rp 953
Harga = Rp 13.800 ---> PER = 10,9x
ROE = 34,7%
valuasi = Rp 24.000 ---> MOS = 42,5%
Saya coba bandingkan EPS di Q3/2008 PTBA s/d Q3/2012, ya (data etrading)..
EPS Q3/2008 : Rp 573
EPS Q3/2009 : Rp 967
EPS Q3/2010 : Rp 603
EPS Q3/2011 : Rp 1008
EPS Q3/2012 : Rp 953
Sejak Q3/2008 hingga Q3/2012, EPS PTBA telah tumbuh 66,3% atau 13,56% rata-rata per tahun.
CAGR 4 tahun terakhir = 13,56%
PER PTBA sekarang = 10,9x
PEG = 10,9 / 13,56 = 0,8 ---> masih murah, karena PEG masih < 1.
Harga PTBA di 2008 :
lowest = Rp 3750
highest = Rp 17.250
harga rata-rata = Rp 10.500
Harga PTBA sekarang = Rp 13.800, sudah naik 31,4% dari harga rata-rata 2008.
Sementara EPS-nya sudah tumbuh 66%, dibandingkan EPS Q3/2008.
Apakah PTBA sudah menarik untuk dibeli? You decide.. :)
Yang jelas, PTBA juga sedang di-buy back oleh emitennya sendiri, dengan harga pembelian Rp 13.135 - Rp 16.325, baca di sini :
http://investasi.kontan.co.id/news/ptba-sudah-buy-back-9678-juta-saham-miliknya
Beberapa story buy back yang masih saya ingat selama saya nyemplung di BEI :
a. BMTR buy back di Rp 400-an thn 2010, sekarang sudah Rp 2500
http://finance.detik.com/read/2010/04/08/101620/1334415/6/bmtr-berniat-buy-back-20-saham
b. MNCN buy back di Rp 280-an thn 2010, sekarang sudah Rp 2700
http://investasi.kontan.co.id/news/mncn-perpanjang-masa-buy-back-1
c. KLBF buy back di Rp 1330 (sebelum stock split 1:5) thn 2007, sekarang sudah Rp 1040 (alias Rp 5200 sebelum stock split)
http://www.tempo.co/read/news/2007/10/01/056108685/Kalbe-Farma-Terus-Lakukan-IBuy-BackI
Dari 3 contoh di atas, kita bisa melihat, umumnya setelah buy back, harga saham cenderung naik terus..
Yang jelas, sebagai pemilik dan pengelola bisnis, mereka pasti lebih mengerti tentang bisnis tsb, sehingga apabila mereka memandang harga di pasar sudah terlalu murah, brarti ya memang begitulah adanya menurut penilaian mereka.... :)
Disclaimer yaaaaa...
Tapi untuk saya pribadi, setelah saya menemukan saham bagus dengan MOS yang besar, rajin bagi deviden dan ditunjang oleh aksi buy back oleh emitennya, saya lebih yakin untuk ikut beli... :)
Untuk MNCN, saya sendiri ikut beli waktu itu, cuma sayang kecepetan jual, dan ngga masuk2 lagi.. :D
MNCN beli di Rp 285, jual di Rp 410. Kalo tau bisa ke Rp 2700 dalam 2 thn, pasti saya ngga akan jual-jual... hehe..
Oya, PTBA kemarin baru bagi deviden Rp 700,48. Karena EPS Q3/2012 PTBA minus 5,5% ; maka misalnya deviden tahun depan turun 6% (asumsi), brarti deviden thn depan = Rp 658,4.
Di harga Rp 13,800 ; deviden Rp 658,4 ---> deviden yield = 4,77%
Dilihat di chart monthly, PTBA sekarang sudah berada di bawah MA 60. Padahal waktu krisis 2008 pun, PTBA rebound begitu kena MA 60 monthly.
Sekarang, di saat EPS-nya tumbuh 66% dari 2008, harga malah di bawah MA 60-nya.
Saya ngga ngerti, apakah ini artinya orang2 di thn 2012 ini lebih cemas terhadap masa depan coal, dibanding waktu 2008...
Buy on fear, sell on greed..??
Tentukan sendiri ya, mau beli atau ngga, mau jual atau ngga.. :)
Regards,
- V3 -
PTBA, LK Q3/2012
current assets > current liabilities
equity growth = 3,7%
DER = 0,38
sales growth = 12,46%
operating profit growth = minus 4,8%
EPS growth = minus 5,5%
EPS = Rp 953
Harga = Rp 13.800 ---> PER = 10,9x
ROE = 34,7%
valuasi = Rp 24.000 ---> MOS = 42,5%
Saya coba bandingkan EPS di Q3/2008 PTBA s/d Q3/2012, ya (data etrading)..
EPS Q3/2008 : Rp 573
EPS Q3/2009 : Rp 967
EPS Q3/2010 : Rp 603
EPS Q3/2011 : Rp 1008
EPS Q3/2012 : Rp 953
Sejak Q3/2008 hingga Q3/2012, EPS PTBA telah tumbuh 66,3% atau 13,56% rata-rata per tahun.
CAGR 4 tahun terakhir = 13,56%
PER PTBA sekarang = 10,9x
PEG = 10,9 / 13,56 = 0,8 ---> masih murah, karena PEG masih < 1.
Harga PTBA di 2008 :
lowest = Rp 3750
highest = Rp 17.250
harga rata-rata = Rp 10.500
Harga PTBA sekarang = Rp 13.800, sudah naik 31,4% dari harga rata-rata 2008.
Sementara EPS-nya sudah tumbuh 66%, dibandingkan EPS Q3/2008.
Apakah PTBA sudah menarik untuk dibeli? You decide.. :)
Yang jelas, PTBA juga sedang di-buy back oleh emitennya sendiri, dengan harga pembelian Rp 13.135 - Rp 16.325, baca di sini :
http://investasi.kontan.co.id/news/ptba-sudah-buy-back-9678-juta-saham-miliknya
Beberapa story buy back yang masih saya ingat selama saya nyemplung di BEI :
a. BMTR buy back di Rp 400-an thn 2010, sekarang sudah Rp 2500
http://finance.detik.com/read/2010/04/08/101620/1334415/6/bmtr-berniat-buy-back-20-saham
b. MNCN buy back di Rp 280-an thn 2010, sekarang sudah Rp 2700
http://investasi.kontan.co.id/news/mncn-perpanjang-masa-buy-back-1
c. KLBF buy back di Rp 1330 (sebelum stock split 1:5) thn 2007, sekarang sudah Rp 1040 (alias Rp 5200 sebelum stock split)
http://www.tempo.co/read/news/2007/10/01/056108685/Kalbe-Farma-Terus-Lakukan-IBuy-BackI
Dari 3 contoh di atas, kita bisa melihat, umumnya setelah buy back, harga saham cenderung naik terus..
Yang jelas, sebagai pemilik dan pengelola bisnis, mereka pasti lebih mengerti tentang bisnis tsb, sehingga apabila mereka memandang harga di pasar sudah terlalu murah, brarti ya memang begitulah adanya menurut penilaian mereka.... :)
Disclaimer yaaaaa...
Tapi untuk saya pribadi, setelah saya menemukan saham bagus dengan MOS yang besar, rajin bagi deviden dan ditunjang oleh aksi buy back oleh emitennya, saya lebih yakin untuk ikut beli... :)
Untuk MNCN, saya sendiri ikut beli waktu itu, cuma sayang kecepetan jual, dan ngga masuk2 lagi.. :D
MNCN beli di Rp 285, jual di Rp 410. Kalo tau bisa ke Rp 2700 dalam 2 thn, pasti saya ngga akan jual-jual... hehe..
Oya, PTBA kemarin baru bagi deviden Rp 700,48. Karena EPS Q3/2012 PTBA minus 5,5% ; maka misalnya deviden tahun depan turun 6% (asumsi), brarti deviden thn depan = Rp 658,4.
Di harga Rp 13,800 ; deviden Rp 658,4 ---> deviden yield = 4,77%
Dilihat di chart monthly, PTBA sekarang sudah berada di bawah MA 60. Padahal waktu krisis 2008 pun, PTBA rebound begitu kena MA 60 monthly.
Sekarang, di saat EPS-nya tumbuh 66% dari 2008, harga malah di bawah MA 60-nya.
Saya ngga ngerti, apakah ini artinya orang2 di thn 2012 ini lebih cemas terhadap masa depan coal, dibanding waktu 2008...
Buy on fear, sell on greed..??
Tentukan sendiri ya, mau beli atau ngga, mau jual atau ngga.. :)
Regards,
- V3 -
Jumat, 07 Desember 2012
HRUM, LK Q3/2012
Belakangan ini saya lebih suka bahas saham batubara dan CPO. Karena rata-rata sudah monthly oversold.. :D
Biarin deh , traders bilang ini bearish berat lah, downtrend lah, tapi selama valuasinya sudah lumayan murah, lebih baik saya invest ke sini daripada ke saham-saham yang PER-nya tinggi, ROE kecil dan deviden yield rendah.. :)
Tinggal panjangin sabar aja, kuat2in mental selama portonya masih merah.. :D
Sekarang saya nulis tentang Harum Energy.
LK Q3/2012 HRUM
current assets > current liabilities
equity growth = 7,3%
sales growth = 42,4%
operating profit growth = 1,7%
EPS growth = 0,67%
EPS = $0,04635 x Rp 9500 (asumsi 1 $ = Rp 9500) = Rp 440
Harga sekarang = Rp 5050 ---> PER = 8,6x
ROE = 45,11%
DER = 0,36x
valuasi = Rp 12.000 ---> MOS = 57,9%
HRUM kemarin baru bagi deviden Rp 380. Jika asumsinya tidak ada pertumbuhan laba di thn 2012 ini, dan porsi laba bersih yang dibagikan untuk tahun buku 2012 adalah sama dengan 2011, maka deviden yield di harga Rp 5050 adalah 7,5%... Cukup besar.
HRUM selama 2010 - 2011, highest Rp 10.700 dan lowest di Rp 5250. Di 2012, lowest Rp 4875. Sekarang harganya Rp 5050. Harga sudah turun 52,8% sedangkan EPS-nya masih ada growth 0,67%. Apakah HRUM sekarang sudah murah? I don't know.. :)
Yang jelas, di berita etrading (stock news), tanggal 5 dan 6 nov 2012, PT Karunia Bara Perkasa (pemegang 70% saham HRUM), membeli saham HRUM sebanyak 1.100.000 lembar dengan harga Rp 5150 - Rp 5200/saham.
Kira-kira, pemilik 70% saham ini, ngerti kinerja HRUM yang sebenernya atau ngga ya? :D
Tentu saja, saya jg ga tau pasti, HRUM akan turun lagi atau ngga.. Tapi, dengan valuasi sekarang, MOS sudah cukup besar, dan secara TA juga sdh monthly oversold.
Peluang untuk turun sudah lebih kecil daripada peluang untuk naik.. :)
Dan... ada pemegang saham mayoritas juga yang beli HRUM di harga Rp 5200! Jadi kalo nyangkut, kita nyangkut terhormat.. :D
Disclaimer is ONNNN.. :)
Rugi tanggung sendiri, ya... :)
Regards,
- V3 -
Biarin deh , traders bilang ini bearish berat lah, downtrend lah, tapi selama valuasinya sudah lumayan murah, lebih baik saya invest ke sini daripada ke saham-saham yang PER-nya tinggi, ROE kecil dan deviden yield rendah.. :)
Tinggal panjangin sabar aja, kuat2in mental selama portonya masih merah.. :D
Sekarang saya nulis tentang Harum Energy.
LK Q3/2012 HRUM
current assets > current liabilities
equity growth = 7,3%
sales growth = 42,4%
operating profit growth = 1,7%
EPS growth = 0,67%
EPS = $0,04635 x Rp 9500 (asumsi 1 $ = Rp 9500) = Rp 440
Harga sekarang = Rp 5050 ---> PER = 8,6x
ROE = 45,11%
DER = 0,36x
valuasi = Rp 12.000 ---> MOS = 57,9%
HRUM kemarin baru bagi deviden Rp 380. Jika asumsinya tidak ada pertumbuhan laba di thn 2012 ini, dan porsi laba bersih yang dibagikan untuk tahun buku 2012 adalah sama dengan 2011, maka deviden yield di harga Rp 5050 adalah 7,5%... Cukup besar.
HRUM selama 2010 - 2011, highest Rp 10.700 dan lowest di Rp 5250. Di 2012, lowest Rp 4875. Sekarang harganya Rp 5050. Harga sudah turun 52,8% sedangkan EPS-nya masih ada growth 0,67%. Apakah HRUM sekarang sudah murah? I don't know.. :)
Yang jelas, di berita etrading (stock news), tanggal 5 dan 6 nov 2012, PT Karunia Bara Perkasa (pemegang 70% saham HRUM), membeli saham HRUM sebanyak 1.100.000 lembar dengan harga Rp 5150 - Rp 5200/saham.
Kira-kira, pemilik 70% saham ini, ngerti kinerja HRUM yang sebenernya atau ngga ya? :D
Tentu saja, saya jg ga tau pasti, HRUM akan turun lagi atau ngga.. Tapi, dengan valuasi sekarang, MOS sudah cukup besar, dan secara TA juga sdh monthly oversold.
Peluang untuk turun sudah lebih kecil daripada peluang untuk naik.. :)
Dan... ada pemegang saham mayoritas juga yang beli HRUM di harga Rp 5200! Jadi kalo nyangkut, kita nyangkut terhormat.. :D
Disclaimer is ONNNN.. :)
Rugi tanggung sendiri, ya... :)
Regards,
- V3 -
Rabu, 05 Desember 2012
LSIP, LK Q3/2012
Sama seperti saham coal, saham CPO juga sekarang harganya tiarap semua..
Tapi bagi saya yang punya mindset value investor, saya malah tertarik untuk collect saham2 yang sudah murah seperti ini, terutama yang sudah kasih MOS > 20% (untuk saham bluechip) dan sudah monthly oversold.
Oya, sebelumnya saya tekankan lagi, saya nulis blog ini tujuan utamanya adalah sebagai arsip perjalanan investasi saya di bursa saham indonesia, dan saya ngga ada tujuan untuk nyuruh beli/jual suatu saham. Apa yang saya tulis adalah OPINI SAYA PRIBADI terhadap suatu saham atau IHSG saat itu.
Kalo ada yang dapat manfaat dr blog ini, syukur alhamdulillah. Tapi kalo ada yang rugi, saya tidak mau bertanggung jawab sedikit pun atas keputusan investasi yang sudah diambil.. :) Your money, your responsibility.. :)
Untuk LSIP, coba kita lihat sekilas dari LK Q3-nya ya..
LSIP Q3/2012
current assets > current liabilities
DER = 0,19
ROE = 20,8%
sales growth = -4,3%
operating profit growth = -28%
EPS growth = -27,2%
EPS = Rp 139
Harga sekarang = Rp 1890 ---> PER = 10,2x
valuasi = Rp 3130 ---> MOS = 39,6%
LSIP sudah turun dari highest di Rp 3150, ke lowest di Rp 1830, atau sekitar 42%. Sementara EPS dalam setahun turun 27%.
Waktu itu saya sempat nulis bahwa saya tidak akan membahas tentang saham-saham yang LK-nya turun. Tapi karena sudah banyak yang kasih MOS besar dan juga sudah di monthly oversold (antara lain LSIP, UNTR, KKGI); sudah kena MA 60 monthly (UNTR dan LSIP), bahkan sudah di bawah MA 60 monthly (KKGI), jadi saya pikir sayang juga kalo ngga beli saham2 ini sama sekali.. :)
Well, diskon besar seperti ini ngga datang setiap tahun soalnya.. :D
Tentu aja, saya juga ngga tau pasti, apakah saham ini ngga akan turun lagi nanti2. Tapi seandainya turun pun, saya akan tetap hold, dan sabar sampai harganya naik lagi.. :)
Setidaknya, saya masih yakin bahwa saham2 ini (UNTR, KKGI, LSIP) sekarang masih berfundamental bagus dan di bawah manajemen yang baik pula. Kecuali kalo nanti sudah terbukti manajemen buruk dan tidak bisa dipercaya lagi, ya akan saya jual semua sahamnya, ngga peduli rugi berapa besar saat itu..... Dan saya pasti akan tulis di sini juga kalo memang terjadi hal seperti itu.
Oya, untuk KKGI, sedang diadakan buyback saham, yang akan berakhir paling lama 28 april 2014, untuk membeli 10% saham yang beredar di publik (info etrading). Biasanya, selama buy back harga akan ditekan, jadi yang jangka waktu investasinya tidak selama itu, hati2 kalo mau beli KKGI, takutnya ngga jadi apa2 dalam 2 thn ke depan... :)
Disclaimer yaa... :)
Back to LSIP lagi..
Untuk LSIP, kalo kita lihat di EPS Q3, maka terlihat sbb (data etrading, diubah ke nilai sesudah stock split 1:5) :
EPS Q3/2009 : Rp 73
EPS Q3/2010 : Rp 93,8
EPS Q3/2011 : Rp 192
EPS Q3/2012 : Rp 139
Terlihat bahwa dari Q3/2010 sampai Q3/2012, LSIP masih tumbuh 48% (dari Rp 93,8 ke Rp 139), atau skitar 21,7% per tahun (CAGR).
Selama tahun 2010, dari chart terlihat LSIP diperjualbelikan dengan lowest Rp 1460 dan highest Rp 2560. Bila diambil nilai tengahnya, rata-rata harga LSIP tahun 2010 = Rp 2010.
Sekarang harga LSIP Rp 1890. Lebih murah daripada harga rata-rata tahun 2010, padahal EPS-nya sudah tumbuh 48%..
So, what do you think tentang harga LSIP di Rp 1890 sekarang ini? :)
Disclaimer is ON.. :)
Your money, your responsibility... :)
Regards,
- V3 -
Tapi bagi saya yang punya mindset value investor, saya malah tertarik untuk collect saham2 yang sudah murah seperti ini, terutama yang sudah kasih MOS > 20% (untuk saham bluechip) dan sudah monthly oversold.
Oya, sebelumnya saya tekankan lagi, saya nulis blog ini tujuan utamanya adalah sebagai arsip perjalanan investasi saya di bursa saham indonesia, dan saya ngga ada tujuan untuk nyuruh beli/jual suatu saham. Apa yang saya tulis adalah OPINI SAYA PRIBADI terhadap suatu saham atau IHSG saat itu.
Kalo ada yang dapat manfaat dr blog ini, syukur alhamdulillah. Tapi kalo ada yang rugi, saya tidak mau bertanggung jawab sedikit pun atas keputusan investasi yang sudah diambil.. :) Your money, your responsibility.. :)
Untuk LSIP, coba kita lihat sekilas dari LK Q3-nya ya..
LSIP Q3/2012
current assets > current liabilities
DER = 0,19
ROE = 20,8%
sales growth = -4,3%
operating profit growth = -28%
EPS growth = -27,2%
EPS = Rp 139
Harga sekarang = Rp 1890 ---> PER = 10,2x
valuasi = Rp 3130 ---> MOS = 39,6%
LSIP sudah turun dari highest di Rp 3150, ke lowest di Rp 1830, atau sekitar 42%. Sementara EPS dalam setahun turun 27%.
Waktu itu saya sempat nulis bahwa saya tidak akan membahas tentang saham-saham yang LK-nya turun. Tapi karena sudah banyak yang kasih MOS besar dan juga sudah di monthly oversold (antara lain LSIP, UNTR, KKGI); sudah kena MA 60 monthly (UNTR dan LSIP), bahkan sudah di bawah MA 60 monthly (KKGI), jadi saya pikir sayang juga kalo ngga beli saham2 ini sama sekali.. :)
Well, diskon besar seperti ini ngga datang setiap tahun soalnya.. :D
Tentu aja, saya juga ngga tau pasti, apakah saham ini ngga akan turun lagi nanti2. Tapi seandainya turun pun, saya akan tetap hold, dan sabar sampai harganya naik lagi.. :)
Setidaknya, saya masih yakin bahwa saham2 ini (UNTR, KKGI, LSIP) sekarang masih berfundamental bagus dan di bawah manajemen yang baik pula. Kecuali kalo nanti sudah terbukti manajemen buruk dan tidak bisa dipercaya lagi, ya akan saya jual semua sahamnya, ngga peduli rugi berapa besar saat itu..... Dan saya pasti akan tulis di sini juga kalo memang terjadi hal seperti itu.
Oya, untuk KKGI, sedang diadakan buyback saham, yang akan berakhir paling lama 28 april 2014, untuk membeli 10% saham yang beredar di publik (info etrading). Biasanya, selama buy back harga akan ditekan, jadi yang jangka waktu investasinya tidak selama itu, hati2 kalo mau beli KKGI, takutnya ngga jadi apa2 dalam 2 thn ke depan... :)
Disclaimer yaa... :)
Back to LSIP lagi..
Untuk LSIP, kalo kita lihat di EPS Q3, maka terlihat sbb (data etrading, diubah ke nilai sesudah stock split 1:5) :
EPS Q3/2009 : Rp 73
EPS Q3/2010 : Rp 93,8
EPS Q3/2011 : Rp 192
EPS Q3/2012 : Rp 139
Terlihat bahwa dari Q3/2010 sampai Q3/2012, LSIP masih tumbuh 48% (dari Rp 93,8 ke Rp 139), atau skitar 21,7% per tahun (CAGR).
Selama tahun 2010, dari chart terlihat LSIP diperjualbelikan dengan lowest Rp 1460 dan highest Rp 2560. Bila diambil nilai tengahnya, rata-rata harga LSIP tahun 2010 = Rp 2010.
Sekarang harga LSIP Rp 1890. Lebih murah daripada harga rata-rata tahun 2010, padahal EPS-nya sudah tumbuh 48%..
So, what do you think tentang harga LSIP di Rp 1890 sekarang ini? :)
Disclaimer is ON.. :)
Your money, your responsibility... :)
Regards,
- V3 -
Selasa, 04 Desember 2012
ASII, LK Q3/2012
ASII hari ini turun lagi 4,2% ke Rp 6900.
Dari highest di Rp 8300, ASII sudah turun 18%, lowest Rp 6800.
Secara TA, ASII sudah berada di MA 20 monthly. Dan dilihat sejak 2009, begitu kena MA 20 monthly, ASII selalu rebound, paling hanya bikin jarum sedikit ke bawah MA 20.
Coba kita lihat LK Q3/2012 ASII :
current assets > current liabilities
sales growth = 19,75%
operating profit growth = 8,75%
EPS growth = 9%
DER = 1,13x
ROE = 27%
EPS = Rp 362
Harga sekarang = Rp 6900 ---> PER = 14,3x
valuasi ASII = Rp 8600 ---> MOS = 19,8%
EPS ASII dari 2007 - F2012 :
2007 Rp 161
2008 Rp 227
2009 Rp 248
2010 Rp 355
2011 Rp 439
F-2012 Rp 482
CAGR ASII selama 5 thn ini =24,5% ---> PER ASII sekarang = 14,3x
PEG = 14,3 : 24,5 = 0,58 ---> masih murah
Sepertinya, untuk mulai beli buat invest > 1thn, ASII di harga Rp 6900 cukup menarik.
Apalagi thn 2012 ini, ASII bagi deviden = Rp 138 + Rp 66 = Rp 204.
Sehingga di harga Rp 6900, deviden yield = Rp 204/ Rp 6900 = 2,96% ---> sudah menarik untuk saham sekelas ASII.
Bagi yang masih yakin akan kinerja ASII di thn depan, bila EPS naik, biasanya deviden yang diberikan pun jg akan semakin besar.. :)
Tapi saya ngga jamin juga kalo ASII ga akan turun lagi, namanya juga market, siapa yang bisa tau pasti.. :D
Yang jelas, untuk nambah belanja, ASII di harga Rp 6900 sudah cukup menarik untuk dibeli, bila jangka waktu investasi kita di atas 1 thn.. Apalagi kalo dapat di bawah Rp 6300.. :D
Disclaimer yaaa..
Rugi tanggung sendiri :)
Regards,
- V3 -
Dari highest di Rp 8300, ASII sudah turun 18%, lowest Rp 6800.
Secara TA, ASII sudah berada di MA 20 monthly. Dan dilihat sejak 2009, begitu kena MA 20 monthly, ASII selalu rebound, paling hanya bikin jarum sedikit ke bawah MA 20.
Coba kita lihat LK Q3/2012 ASII :
current assets > current liabilities
sales growth = 19,75%
operating profit growth = 8,75%
EPS growth = 9%
DER = 1,13x
ROE = 27%
EPS = Rp 362
Harga sekarang = Rp 6900 ---> PER = 14,3x
valuasi ASII = Rp 8600 ---> MOS = 19,8%
EPS ASII dari 2007 - F2012 :
2007 Rp 161
2008 Rp 227
2009 Rp 248
2010 Rp 355
2011 Rp 439
F-2012 Rp 482
CAGR ASII selama 5 thn ini =24,5% ---> PER ASII sekarang = 14,3x
PEG = 14,3 : 24,5 = 0,58 ---> masih murah
Sepertinya, untuk mulai beli buat invest > 1thn, ASII di harga Rp 6900 cukup menarik.
Apalagi thn 2012 ini, ASII bagi deviden = Rp 138 + Rp 66 = Rp 204.
Sehingga di harga Rp 6900, deviden yield = Rp 204/ Rp 6900 = 2,96% ---> sudah menarik untuk saham sekelas ASII.
Bagi yang masih yakin akan kinerja ASII di thn depan, bila EPS naik, biasanya deviden yang diberikan pun jg akan semakin besar.. :)
Tapi saya ngga jamin juga kalo ASII ga akan turun lagi, namanya juga market, siapa yang bisa tau pasti.. :D
Yang jelas, untuk nambah belanja, ASII di harga Rp 6900 sudah cukup menarik untuk dibeli, bila jangka waktu investasi kita di atas 1 thn.. Apalagi kalo dapat di bawah Rp 6300.. :D
Disclaimer yaaa..
Rugi tanggung sendiri :)
Regards,
- V3 -
Senin, 26 November 2012
BRNA, LK Q3/2012
BRNA LK Q3/2012
BRNA, dari Q3/2009 - Q3/2012, EPS selalu tumbuh.
LK Q3/2012 :
current assets > current liabilities
equity growth = 13,37%
sales growth = 24,9%
operating profit growth = Rp 47,48%
EPS growth = 39,11%
EPS (setelah stock split 1:5) = Rp 56,2
Harga sekarang = Rp 710 ---> PER = 9,48x
ROE = 21,9%
DER = 1,54x
valuasi = Rp 1278 ---> MOS = 44,5% ---> masih bagus untuk invest.
Disclaimer is ON..:)
Nyangkut tanggung sendiri ya.. :)
Regards,
- V3 -
BRNA, dari Q3/2009 - Q3/2012, EPS selalu tumbuh.
LK Q3/2012 :
current assets > current liabilities
equity growth = 13,37%
sales growth = 24,9%
operating profit growth = Rp 47,48%
EPS growth = 39,11%
EPS (setelah stock split 1:5) = Rp 56,2
Harga sekarang = Rp 710 ---> PER = 9,48x
ROE = 21,9%
DER = 1,54x
valuasi = Rp 1278 ---> MOS = 44,5% ---> masih bagus untuk invest.
Disclaimer is ON..:)
Nyangkut tanggung sendiri ya.. :)
Regards,
- V3 -
Minggu, 25 November 2012
Contoh hitungan metode valuasi di blog ini..
sekarang saya mau tulis lagi tentang metode valuasi yang saya gunakan di blog ini, karena sempet dapet bbrp email yang minta jelasin lagi ttg metode ini.
Metode ini saya dapatkan dari milis Obrolan Bandar, yang waktu itu diperkenalkan oleh Pak TOM DS.
Setelah saya banding2kan dengan metode valuasi yang lain, untuk investor pemula, saya pikir metode ini adalah metode yang PALING SIMPEL.
Karena kesimpelannya itu, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan metode valuasi Pak Tom DS ini di blog saya.
Hasil valuasinya TIDAK DIJAMIN PASTI BENAR. Karena bagaimana pun juga, di bursa saham ngga ada yang selalu benar 100%.
Tapi setidaknya dengan belajar metode simpel ini, kita ada patokan dalam menghitung harga wajar suatu saham, sehingga tidak mudah dibohongi sama analis2 saham dalam membeli/menjual saham untuk investasi.. :D
Sebelum menghitung valuasi, pastikan dulu bahwa saham yang akan kita beli adalah saham yang sehat.
Untuk kriteria saham sehat, biasanya saya cek dulu :
(1). EPS selalu naik, minimal 3 thn berturut-turut. Bagus apabila kenaikan bisa 15%/thn (lebih besar lebih baik).
(2). ROE minimal 15% (lebih besar, lebih baik)
(3). DER maksimal 1,5
Cukup itu aja kriterianya, bagi investor pemula. Nanti kalo banyak2, malah jadi pusing dan ngga mulai2 investasi.. :D
Setelah kita yakin bahwa saham yang kita pilih sesuai dengan kriteria di atas, baru kita lakukan valuasi.
Contoh : saham CPIN based on LK Q3/2012
EPS CPIN dari 2007 - 2012
2007 : Rp 12
2008 : Rp 15
2009 : Rp 98
2010 : Rp 135
2011 : Rp 144
F-2012 : Rp 200
Terlihat dari 2007 - 2012, EPS CPIN selalu naik, dengan kenaikan rata-rata (CAGR) = 75%/thn. Menghitung CAGR bisa dilakukan dengan kalkulator CAGR (googling aja kalo ngga punya) ----> syarat (1) sudah terpenuhi.
ROE CPIN = 41% ---> syarat (2) terpenuhi
DER CPIN = 0,5 ----> syarat (3) terpenuhi
Dengan terpenuhinya 3 syarat di atas, maka kita bisa yakin bahwa saham CPIN ini adalah saham perusahaan sehat yang sedang tumbuh.
Setelah itu, baru kita melakukan valuasi.
Langkah-langkah valuasi Pak TOM DS :
1. Tentukan yield SUN = 1% + BI rate = 1% + 5,75% = 6,75% (A)
2. Hitung Earning premium saham terhadap SUN = ROE - (A)
= 41% - 6,75%
= 34,25% (B)
3. Hitung PER SUN = 1 : (A) = 1 : 6,75% = 14,81 (C)
4. Hitung Earning multiple premium = (B) x (C)
= 34,25% x 14,81
= 5,07 (D)
5. Hitung PER wajar = (D) + (C)
= 5,07 + 14,81
= 19,88 (E)
6. Hitung harga wajar CPIN = (E) x EPS Annualized CPIN
= 19,88 x Rp 200
= Rp 3980
7. Harga CPIN sekarang = Rp 3150
8. Margin of safety = 1 - (3150 : 3980) = 0,2085 = 20,85%
Keputusan investasi kita : beli/jual/hold, tergantung pada nilai MOS ini.
Mudah-mudahan bermanfaat ya, sharing metode valuasi ini..
Investasi saham itu mudah. Yang bikin susah itu kalo kita ngga sabar. Buru-buru waktu mutusin beli, dan buru-buru waktu mutusin jual.
Tapi selama kita rasional dan sabar, biasanya hasilnya juga baik...
Selamat jadi investor saham, smoga bs membangun kekayaan dari bursa saham, ya.. :)
Regards,
- V3 -
Metode ini saya dapatkan dari milis Obrolan Bandar, yang waktu itu diperkenalkan oleh Pak TOM DS.
Setelah saya banding2kan dengan metode valuasi yang lain, untuk investor pemula, saya pikir metode ini adalah metode yang PALING SIMPEL.
Karena kesimpelannya itu, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan metode valuasi Pak Tom DS ini di blog saya.
Hasil valuasinya TIDAK DIJAMIN PASTI BENAR. Karena bagaimana pun juga, di bursa saham ngga ada yang selalu benar 100%.
Tapi setidaknya dengan belajar metode simpel ini, kita ada patokan dalam menghitung harga wajar suatu saham, sehingga tidak mudah dibohongi sama analis2 saham dalam membeli/menjual saham untuk investasi.. :D
Sebelum menghitung valuasi, pastikan dulu bahwa saham yang akan kita beli adalah saham yang sehat.
Untuk kriteria saham sehat, biasanya saya cek dulu :
(1). EPS selalu naik, minimal 3 thn berturut-turut. Bagus apabila kenaikan bisa 15%/thn (lebih besar lebih baik).
(2). ROE minimal 15% (lebih besar, lebih baik)
(3). DER maksimal 1,5
Cukup itu aja kriterianya, bagi investor pemula. Nanti kalo banyak2, malah jadi pusing dan ngga mulai2 investasi.. :D
Setelah kita yakin bahwa saham yang kita pilih sesuai dengan kriteria di atas, baru kita lakukan valuasi.
Contoh : saham CPIN based on LK Q3/2012
EPS CPIN dari 2007 - 2012
2007 : Rp 12
2008 : Rp 15
2009 : Rp 98
2010 : Rp 135
2011 : Rp 144
F-2012 : Rp 200
Terlihat dari 2007 - 2012, EPS CPIN selalu naik, dengan kenaikan rata-rata (CAGR) = 75%/thn. Menghitung CAGR bisa dilakukan dengan kalkulator CAGR (googling aja kalo ngga punya) ----> syarat (1) sudah terpenuhi.
ROE CPIN = 41% ---> syarat (2) terpenuhi
DER CPIN = 0,5 ----> syarat (3) terpenuhi
Dengan terpenuhinya 3 syarat di atas, maka kita bisa yakin bahwa saham CPIN ini adalah saham perusahaan sehat yang sedang tumbuh.
Setelah itu, baru kita melakukan valuasi.
Langkah-langkah valuasi Pak TOM DS :
1. Tentukan yield SUN = 1% + BI rate = 1% + 5,75% = 6,75% (A)
2. Hitung Earning premium saham terhadap SUN = ROE - (A)
= 41% - 6,75%
= 34,25% (B)
3. Hitung PER SUN = 1 : (A) = 1 : 6,75% = 14,81 (C)
4. Hitung Earning multiple premium = (B) x (C)
= 34,25% x 14,81
= 5,07 (D)
5. Hitung PER wajar = (D) + (C)
= 5,07 + 14,81
= 19,88 (E)
6. Hitung harga wajar CPIN = (E) x EPS Annualized CPIN
= 19,88 x Rp 200
= Rp 3980
7. Harga CPIN sekarang = Rp 3150
8. Margin of safety = 1 - (3150 : 3980) = 0,2085 = 20,85%
Keputusan investasi kita : beli/jual/hold, tergantung pada nilai MOS ini.
Mudah-mudahan bermanfaat ya, sharing metode valuasi ini..
Investasi saham itu mudah. Yang bikin susah itu kalo kita ngga sabar. Buru-buru waktu mutusin beli, dan buru-buru waktu mutusin jual.
Tapi selama kita rasional dan sabar, biasanya hasilnya juga baik...
Selamat jadi investor saham, smoga bs membangun kekayaan dari bursa saham, ya.. :)
Regards,
- V3 -
DVLA dan MICE, LK Q3/2012
DVLA
DVLA
EPS 2008 Rp 63
EPS 2009 Rp 64,5
EPS 2010 Rp 99
EPS 2011 Rp 108
EPS F-2012 Rp 129
CAGR (4thn) 19,6%
DER 0,34x
ROE 18%
Harga skrg Rp 1720
PER 13,3x
valuasi Rp 2130
MOS 19,2%
Bila melihat data-data di atas, terlihat bahwa DVLA selalu naik kinerjanya dalam 4 thn terakhir, ROE juga cukup baik. DVLA juga selalu rajin bagi deviden dr thn 2007. DVLA merupakan salah satu pilihan saham yang cukup baik untuk investasi jangka panjang di bidang farmasi.
MICE
Sebelumnya saya minta maaf, karena waktu itu menulis MICE adalah saham farmasi. Ini info yang salah. MICE adalah distributor produk perawatan dan perlengkapan untuk kebutuhan bayi, ibu hamil dan menyusui serta produk perawatan kulit (produk merk PIGEON) dan juga HORI lighting (lampu).
EPS 2008 Rp 39,9
EPS 2009 Rp 50,57
EPS 2010 Rp 46,92
EPS 2011 Rp 50,63
EPS F-2012 Rp 64,5
CAGR (4thn) 12,54%
DER 0,45x
ROE 13,5%
Harga skrg Rp 400
PER 6,35x
valuasi Rp 1020
MOS 60,7%
MICE saat ini diperjual belikan dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga wajarnya, shingga terlihat menarik untuk dibeli karena potensi upside yang cukup besar, setidaknya dalam waktu di bawah setahun. Disclaimer.. :D
Tapi kinerja MICE masih fluktuatif dalam 5 thn terakhir, jadi agak riskan kalo untuk invest jangka panjang.
Disclaimer is ON, always.. :)
Nyangkut tanggung sendiri, ya.. :)
Your money, your responsibility.. :)
Regards,
- V3 -
Jumat, 23 November 2012
ADHI dan TOTL, LK Q3/2012
Di tulisan sebelumnya, saya sdh bahas ttg WIKA. Jadi tdk akan saya bahas lg d sini, hanya ADHI dan TOTL saja.
ADHI, LK Q3/2012
current assets > current liabilities
DER = 9,74x (utang jangka panjang = 18%)
ROE = 11,22%
equity growth = 6,5%
sales growth = 13,8%
operating profit growth = 44,8%
EPS growth = 184,5%
EPS = Rp 48,97
Harga sekarang = Rp 1630 ---> PER = 25x
valuasi = Rp 1010 ---> MOS = -61% ---> sudah overvalued
TOTL, LK Q3/2012
current assets > current liabilities
DER = 2,1x (utang jangka panjang = 6,5%)
ROE = 28%
equity growth = minus 1,5%
sales growth = 23,8%
operating profit growth = 58,34%
EPS growth = 61,5%
EPS = Rp 39,51
Harga sekarang = Rp 800 ---> PER = 15,2x
valuasi = Rp 945 ---> MOS = 15,3% ---> masih undervalued
Terlihat dr metode valuasi yang digunakan, WIKA dan ADHI sudah mahal (overvalued), sedangkan TOTL msh undervalued.
Selain itu, ROE ADHI juga tidak begitu menarik karena di bawah 15%, sedangkan ROE TOTL 28%.
Disclaimer yaaaa... :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sndr..
Your money, your responsibility.. :)
Regards,
- V3 -
ADHI, LK Q3/2012
current assets > current liabilities
DER = 9,74x (utang jangka panjang = 18%)
ROE = 11,22%
equity growth = 6,5%
sales growth = 13,8%
operating profit growth = 44,8%
EPS growth = 184,5%
EPS = Rp 48,97
Harga sekarang = Rp 1630 ---> PER = 25x
valuasi = Rp 1010 ---> MOS = -61% ---> sudah overvalued
TOTL, LK Q3/2012
current assets > current liabilities
DER = 2,1x (utang jangka panjang = 6,5%)
ROE = 28%
equity growth = minus 1,5%
sales growth = 23,8%
operating profit growth = 58,34%
EPS growth = 61,5%
EPS = Rp 39,51
Harga sekarang = Rp 800 ---> PER = 15,2x
valuasi = Rp 945 ---> MOS = 15,3% ---> masih undervalued
Terlihat dr metode valuasi yang digunakan, WIKA dan ADHI sudah mahal (overvalued), sedangkan TOTL msh undervalued.
Selain itu, ROE ADHI juga tidak begitu menarik karena di bawah 15%, sedangkan ROE TOTL 28%.
Disclaimer yaaaa... :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sndr..
Your money, your responsibility.. :)
Regards,
- V3 -
Langganan:
Postingan (Atom)