Jumat, 25 Juli 2014

WIKA Q2/2014, take profit dulu :)

Ini tulisan singkat aja .. 

Karena kemaren sempet nulis buy on hope di WIKA krn candle weekly-nya sdh turun bbrp minggu berturut-turut, sekarang begitu Q2-nya keluar dan EPS growthnya cuma naik dikit banget (kebetulan candle weekly juga udah ga cantik lg bentuknya), saya jual dulu WIKA-nya. Dan belum tau, mau buy back lg atau ngga.. Pengen liat saham2 konstruksi yang lain dulu.. :)

Kenapa dijual? Karena udah ada profit, dan hasil LK-nya juga ga begitu kinclong. Sementara ada bbrp saham yang saya liat (bukan konstruksi), LK Q2-nya lebih menarik daripada WIKA. Jadi mending take profit dulu, liburan tenang sambil menentukan saham mana aja yang mau diincer... :) 

Disclaimer ya.. :) Beda kepala, beda kebutuhan, beda analisa.. :)


Regards, 
V3

Kamis, 24 Juli 2014

BSDE, Q2/2014

LK Q2/2014 BSDE sudah keluar. Hasilnya : sales turun, laba operasi turun, tapi laba bersih naik karena ada item "Ekuitas pada laba bersih dari investasi pada saham" yang naik lumayan tinggi di Q2 ini.

Pada Q1/2014 nilai ekuitas bla bla bla ini = Rp 23.750.482.883
Pada Q2/2014, nilainya menjadi Rp 1.581.879.000.000

Saya coba baca di catatan pada LK-nya, item ini termasuk pembelian saham Plasa Indonesia (PLIN), dll. Pemahaman sederhana saya tentang hal ini, angkanya bisa dipercaya. Jadi kenaikan laba bersih pd LK Q2/2014 BSDE, menurut saya bisa diterima dengan logis. Tapi ini cuma analisa sederhana saya aja, bisa jadi saya salah. Dan ini mungkin sekali..

Oya, saya punya BSDE dari tahun lalu. Mulai dr harga 2000, 1900, 1800 sampai ke 1200 saya punya semua. Pd awal beli, saya beli di harga 2000 (tapi hanya sedikit), krn LK-nya bagus.

Lalu, harganya terus turun setelah saya beli, sehingga saya average down terus (saya tipe investor yang tiap bulan selalu menyisihkan uang utk beli saham, sehingga pd saat harga BSDE jatuh, saya bisa punya di macam2 harga, hehe..)

Kenapa saya terus average down BSDE? karena saat itu saya memang sedang mengumpulkan saham property. Dan krn BSDE adalah emiten properti dengan land bank kedua terbesar, dan prospeknya juga bagus, jd saya kumpulin terus .

Waktu di Q1/2014, labanya turun (seperti yang sudah diduga sebelumnya), saya jual dulu semua BSDE saya yang sudah untung. Sehingga skrg msh ada sisa sedikit BSDE di portofolio saya. Dan krn Q2-nya sudah ada pertumbuhan laba (walaupun bukan dari kegiatan operasionalnya), saya pikir ini waktu untuk saya mulai nambah BSDE lagi.. :) Apalagi posisi saya juga masih nyangkut, dengan average price di 1900-an.. 


Hihihi, kepanjangan nih pembukaannya.. Tapi gpp, untuk ngasih support sama yang newbie2, bahwa saya juga sering nyangkut. Jadi investor saham, harus berani ambil resiko nyangkut (asal di saham bagus), kalau ngga ya jangan jd investor saham.. :)

Dan dr pengalaman saya, kayanya 70-80% tiap saya habis beli, biasanya suka dibawa turun dulu. Kalo ngga dibawa turun, biasanya ngga dapat barang soalnya... hehehe...



Ok, kita liat LK Q2/2014 BSDE ya.. :)


LK Q2/2014 BSDE (dalam juta Rupiah)

1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,75x

2. Jumlah saham = 18.371.846.392 lembar

3. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 14.110.421 
    ---> growth = 38%

4. DER = jumlah liabillitas : jumlah ekuitas = 0,6x

5. Book Value = Rp 14.110.421.000.000 : 18.371.846.392 = Rp 768,04

6. Jumlah liabilitas dan ekuitas = 27.004.027

7. Pendapatan usaha = 2.423.680 ---> growth = minus 16,4%

8. Laba usaha = 1.145.095 ---> growth = minus 33,87%

9. Laba bersih yang teratribusikan kepada pemilik entitas induk = 2.564.669 
    ---> growth = 67,23%

10. EPS = Rp 141,85 ---> growth 61,83%

11. ROE = (2 x 2.564.669) : 14.110.421 = 36,35%

12. @ 1600, PER = 5,64x
                 PBV = 2,08x
                 Yield = 17,47%

13. Harga wajar = Rp 4267,18 ---> harga wajar ini saya diskon 50% untuk dapat angka yang lebih konservatif. Jadi untuk BSDE, menurut saya, harga wajarnya = Rp 2133 . Di harga sekarang (1645), MOS = 22,64%.

Saya kasih diskon 50% dari valuasi yang saya dapat, karena laba ini didapat bukan dari kegiatan operasi BSDE. Dan laba usahanya sendiri malah turun dibanding thn lalu.

Ini disclaimer banget ya... :) Takutnya malah menjerumuskan kalo nanti pd beli dan sahamnya malah dihajar turun.. :)


Sekarang kita liat chart BSDE..

Weekly ---> MA 20 > MA 60 > MA 100. Untuk term investasi yang agak panjang, BSDE mulai bullish. MA 60 ada di 1543, dan sepertinya ini bisa jadi support kuat karena berdekatan dengan MA 5. MACD weekly sudah di atas 0 (bullish) dan sepertinya mau golden cross.

Monthly ---> Harga sepertinya masih berkonsolidasi di MA 5 dan MA 20. Candle sudah membuat higher high dibanding candle sebelumnya, tapi belum bisa close di atas high candle sebelumnya (1610). MACD monthly di atas 0 dan mulai bergerak flat setelah sebelumnya terus turun. Sepertinya memang BSDE sedang berkonsolidasi untuk memulai gerakan naiknya lagi. 

Disclaimer sekali lagi.. :)

Ok, ini aja pembahasan saya tentang BSDE. Kalo analisa saya salah, mohon maaf, ngga ada niat menjerumuskan sama sekali. Berarti sayanya yang harus belajar lebih giat lagi.. :)

Gudlak buat semuanya ya.. :)

Regards,
V3







BBRI, Q2/2014

Saya ngga punya BBRI dalam portofolio saya (karena bukan saham syariah). Tapi karena BBRI ada dalam portofolio dana pensiun ibu saya (yang saya kelola juga), jadi saya selalu pantau LK-nya tiap keluar. Dan BBRI ini bank dengan fundamental yang sangat bagus menurut saya..



LK Q2/2014 BBRI (dalam juta Rupiah)

1. Total ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 84.880.446
     ---> growth = 7%

2. Jumlah saham = 24.669.162.000 lembar saham

3. Book Value = 84.880.446.000.000 : 24.669.162.000 = Rp 3440,75

4. Jumlah liabilitas dan ekuitas = 643.484.287

Untuk saham bank, ngga perlu hitung DER karena saham bank DER-nya besar-besar semua, karena semua tabungan dan deposito nasabah ditulis sebagai utang (debt).

5. Laba operasional = 13.727.279 ---> growth = 17%

6. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk =              11.749.515 ---> growth = 15,7%

7. EPS = Rp 476,04 ---> growth = 12,48%

8. ROE = (2 x 11.749.515) : 84.880.446 = 27,68%

9. @ 11.375,  PER = 11.375 : (2 x 476,04) = 11,95x
                    PBV = 11.375 : 3440,75 = 3,3x
                    Yield = 8,39%

10. Harga wajar = Rp 13.349 ---> MOS = 14,79% 


Untuk cara menghitung harga wajar yang lebih detil, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html

Untuk mendapatkan LK Q2/2014 BBRI, bisa didapatkan di sini :
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx


Sekarang kita liat dari chart weekly dan monthly-nya ...

Weekly ---> BBRI weekly terllihat sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100. Harga bahkan sudah berada di atas MA 5. Kalau yang ingin beli, ada baiknya untuk menunggu koreksi dulu di MA 5 weekly (10.945) , MA 20 weekly (10.281), atau MA 60 weekly (8685).

Saya sendiri, khusus untuk BBRI, lebih suka beli di area di sekitar MA 100 weekly. Jadi untuk BBRI, saya nambah beli hanya setahun sekali biasanya :)

MACD weekly BBRI ada di atas 0 (bullish).


Monthly ---> BBRI monthly juga terlihat sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100. Harga sekarang ada di sekitar MA 5-nya (10.270). MACD monthly juga di atas 0 (bullish).

Ok, ini aja ya analisanya.. :)

Bukan rekomendasi beli. Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang juga tanggung sendiri :) Your money, your responsibility.. :)


Regards, 
V3




Selasa, 22 Juli 2014

Analisa LK Q2/2014 PTBA

 LK Q2/2014 PTBA (dalam juta rupiah) :

1. Current ratio = total aset lancar : total liabilitas jangka pendek = 2,55x

2. Jumlah saham = 2.304.131.850 lembar

3. Jumlah ekuitas (tanpa kepentingan non pengendali) = 7.598.081 ---> growth = 2,16%

4. Book Value = Rp 7.598.081.000.000 : 2.304.131.850 = Rp 3297,59

5. DER = total liabilitas : total ekuitas = 0,57x

6. Jumlah aset = 12.098.204

7. Sales = 6.427.329 ---> growth = 18,29%

8. Laba usaha = 1.393.473 ---> growth = 31,65%

9. Laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 1.165.080 
    ---> growth = 33,82%

10. EPS = Rp 532 ---> growth = 33,67%

11. ROE = (2 x 1.165.080) : 7.598.081 = 30,67%

12. Arus kas operasi > laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk

13. Kas = 3.223.200

14. @ 11.025 ,  PER = 11.025 : (2 x 532) = 10,36x
                      PBV = 11.025 : 3297,59 = 3,34x
                      Yield = ROE : PBV = 9,18% 

15. Harga wajar = Rp 15.292 ---> MOS = 27,9%


LK Q2/2014 PTBA bisa didapatkan dari sini : 
http://www.idx.co.id/id-d/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx

Untuk cara perhitungan harga wajar, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html


Ok, sekarang kita lihat chart PTBA.. :)

Weekly chart : PTBA masih berada di bawah MA 100 weekly (karena LK PTBA sudah ada growth, menurut saya, secara TA harganya masih murah). MACD weekly sudah di atas 0 (bullish). 

Monthly chart : Harga masih di bawah MA 100 monthly. MACD monthly masih di bawah 0 (bearish) dan MACD spertinya sudah mau golden cross. Apakah PTBA akan memulai perjalanan naik untuk jangka panjangnya? We'll see.. :)

Saya punya PTBA, dan saya masih akan hold saham ini based on LK Q2/2014-nya. Sampai kapan hold-nya? Sampai labanya mulai turun lagi sepertinya.. :)

Oya, ini bukan rekomendasi beli :) Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga punya barang juga tanggung sendiri.. Your money, your responsibility.. :)

Gudlak ya, buat semuanya.. :)
Mdh2an pemerintahan yang baru nanti akan membuat Indonesia menjadi semakin baik lg. Aamiin yra.. 

Regards,
V3


                      

Senin, 14 Juli 2014

Analisa saya ngga selalu benar, saya ngga jualan stock pick, saya bukan tipe investor long term.. :)

Untuk yang baca blog saya, saya mau tekankan 3 hal, ya.. :)


1. Analisa saya ngga selalu benar

   Silakan dicek dari posting awal saya di 2011 sampai saat ini, saya banyak melakukan kesalahan analisa juga (ngga ada posting saya tentang analisa saham yang saya hapus, karena itu untuk bahan pembelajaran buat saya juga). Antara lain DKFT, KIJA, HEXA, HRUM, KKGI. Untuk DKFT dan KIJA, pada saat saya beli, LK-nya memang bagus. Tapi stelah dibeli, di LK terbaru, labanya turun, dan laba turun tentu di luar kuasa saya sebagai pemegang saham.. :) Yang jelas sebagai investor, bila saham labanya turun (apalagi langsung turun dalam), sebaiknya keluar dulu dari saham tersebut.

Untuk saham coal dan alat berat, ini memang saya benar2 salah ambil keputusan. Saya masuk ketika labanya masih turun, dan penurunan laba itu berlanjut di LK-LK yang keluar kemudian. Akibatnya sahamnya masih turun aja (walaupun emitennya sudah buy back, dan emiten2 itu juga mulai melakukan buyback di harga yang cukup tinggi dibanding harga saat ini, misal : PTBA, KKGI). Membeli saham coal dan alat berat di 2012 - 2013 adalah keputusan investasi saya yang menurut saya adalah keputusan yang salah besar :)



2. Saya ngga jualan stock pick

Saya nulis di sini awalnya hanya untuk arsip kegiatan investasi saya. Kemudian karena teman-teman ada yang nanya tentang analisa saham A,B,C, saya pikir daripada saya nulis utk 1 orang di email atau bbm, mending saya tulis di blog yang bs dibaca orang banyak sekalian, siapa tau bermanfaat. Jadi mohon maaf, saya ngga jualan stock pick, dan saya ngga akan jualan stock pick.. :) Saya hanya mau nulis apa yang saya pikir menarik untuk ditulis. Itu aja :) Investing should be fun, right..? :)



3. Saya bukan tipe investor long term

Sampai saat ini, tipe investasi saya cenderung : beli ketika LK bagus dan harga cukup menarik dan jual ketika labanya turun, atau ketika ada saham lain yang keliatan lebih bagus lagi. Jadi perubahan portofolio bisa saya lakukan tiap 3 bulan sekali, sesuai dengan hasil di LK terbaru. Nanti kalo suatu saat saya nulis tentang saham A di sini, dan ngga saya bahas2 lagi,  itu bukan berarti saham A tersebut bagus untuk dihold selama mungkin.. Jangan lupa untuk selalu check laporan keuangan saham yang kita sudah punya, untuk bisa menilai sendiri, apakah saham tsb sebaiknya tetap kita hold atau sell.. :)



Mdh2an apa yang saya tulis selama ini bs bermanfaat buat yang baca. Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf apabila ada yang rugi banyak karena mengikuti analisa saya selama ini, semoga Tuhan mengganti kerugiannya dengan yang lebih baik lagi.. :) 


Tapi  dalam investasi saham, saya tetap berprinsip : Your money your responsibility, rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)

Semoga kita semua bisa menjadi investor saham yang cerdas dan makmur sejahtera.. Aamiin yra.. :)

Rgds,
V3



Kamis, 03 Juli 2014

LK Q1/2014 WIKA

Waktu itu ada yang nanya ke saya, kok ngga ada saham konstruksi di porto saya?

Saya jawab, saya sempat beli ADHI waktu januari 2014 kmrn di 1520 dan saya jual april 2014 waktu Q1/2014-nya labanya turun. Dan sejak itu saya belum beli saham konstruksi lagi. Tapi andaikan saya nanti beli, mungkin saya akan beli WIKA, krn dgn Q1/2014, saya tertarik dengan WIKA di saham konstruksi.

Dan karena hari ini saya habis beli WIKA, saya akan tulis analisanya di sini.. :)

Bagi yang belum tau, Laporan keuangan WIKA kuartal 1 /2014 bisa diperoleh di sini : 

http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx (pada bagian kode/nama perusahaan ketik : WIKA)



LK Q1/2014 WIKA (dalam ribu rupiah)

1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,06x

2. Jumlah ekuitas (tanpa kepentingan non pengendali) = 3.116.479.845 ---> growth = 5,68%

3. Jumlah saham = 6.139.968.000 lembar 

4. Book Value (BV) = Rp 3.116.479.845.000 : 6.139.968.000 = Rp 507,59

5. Jumlah aset = 12.867.581.289

6. DER = jumlah liabilitas : total ekuitas = 2,77x ---> saham konstruksi biasanya DER-nya tinggi-tinggi. Tapi saya pikir level DER 2,77x untuk saham konstruksi termasuk rendah. Selain itu, dari jumlah liabilitas, 78,43% adalah liabilitas jangka pendek. Dan liabilitas jangka pendek ini bisa terjamin pelunasannya karena Current ratio sudah di atas 1.

7. Penjualan bersih = 2.791.666.542 ---> growth = 6,24%

8. Laba usaha = 279.336.616 ---> growth = 2%

9. Laba bersih = 183.105.271 ---> growth = 4,35%

10. EPS = Rp 27,32 ---> growth = 6,39%

11. ROE = (4x laba bersih) : jumlah ekuitas (tanpa kepentingan pengendali) = 23,5%

12. Arus kas operasi = minus

13. Kas = 1.143.103.100

14. @ 2265, PER = 2265 : (4x27,32) = 20,73x
                 PBV = 2265 : 507,59 = 4,46x
                 Yield = ROE : PBV = 5,27% ---> menurut saya sih, yield sebesar ini sebetulnya ngga terlalu besar. Tapi karena (katanya) di tahun pemilu, proyek2 baru konstruksi cenderung ditunda sampai pemilu selesai (dan aman), sehingga  proyek yang didapatkan oleh perusahaan konstruksi belum mencapai apa yang mereka targetkan, maka saya beli saham ini dengan HARAPAN bahwa setelah pemilu berakhir (dan aman), emiten-emiten konstruksi akan banyak lagi menerima proyek-proyek baru.. Jadi, buy on HOPE ceritanya :) saya beli juga belum banyak, cuma untuk buka posisi aja soalnya.. :)

15. harga wajar = Rp 1478 ---> MOS = minus 53,25% ---> dari pengalaman, memang susah sekali mendapat saham konstruksi (terutama WIKA) dengan harga wajar yang didapat dari metode valuasi yang ada di sini. 

penulisan cara valuasinya dengan lebih detil bisa dilihat di sini : 
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html


Sekarang coba kita lihat chart-nya.. Duhh, sayang banget ya, saya ngga ngerti gimana caranya untuk copy chart saya (dalam metastock) ke sini. Jadi silakan buka chart masing2 aja ya.. :) 

Weekly chart ---> WIKA sudah turun selama 6 candle berturut-turut. Di candle minggu ini, dia terlihat rebound karena sudah close di atas high candle sebelumnya (2230). Tapi ini candle weekly yang close di hari Kamis di tengah jam trading (WIKA skrg 2265), bukan Jumat, jadi mungkin besok (jumat tgl 4 juli) bisa berubah lg candlenya.. 

Harga di bawah MA 20, tapi masih di atas MA 60. MACD weekly sudah dead cross, tapi mulai mendatar (sepertinya potensi untuk turun lagi sudah melemah). Kalau melihat candle weekly, WIKA sepertinya siap-siap untuk naik lagi. Disclaimer :)

Monthly chart ---> terlihat sideways dengan harga masih di atas MA 20.

Ini aja view saya tentang WIKA. Mudah-mudahan aja, dengan pemerintahan yang baru, infrastruktur kita akan lebih berkembang, karena ngga mungkin akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bila infrastruktur tidak dibangun dengan baik.. :)

Oya, ini bukan rekomendasi beli. Rugi tanggung sendiri, ga dapat barang tanggung sendiri. Your money is your responsibility.. :)


Regards,
V3



Selasa, 10 Juni 2014

Analisa LK Q1/2014 MTDL

Saya kebetulan lagi iseng ga ada kerjaan, jadi sempet buka bbrp LK untuk dibaca. 
Ini nemu 1 saham, yang saya pikir "agak lumayan" prospektif, MTDL.

Saya ngga punya sahamnya, dan juga belum pernah beli sahamnya. 
Tapi kebetulan dulu saya sempat bekerja di perusahaan IT, dan MTDL ini termasuk salah satu kompetitor yang lumayan diperhitungkan oleh perusahaan tempat saya bekerja. 

Yang mau tau lebih jelas tentang perusahaan ini, silakan baca2 langsung laporan tahunannya ya, atau liat websitenya.. Saya cuma tulis analisa simpel aja tentang saham ini.. :)

Sebelumnya kita liat data sekilas tentang MTDL (saya ambil dari laporan tahunan 2013):

Data dalam Milyar Rp, kecuali EPS 

Sales 2009  = 3396,92
Laba usaha 2009 = 128,02
Laba bersih 2009 = 10,06
Ekuitas dan kepentingan non pengendali = 405,28
EPS = Rp 4,93
ROE = 3,14%

Sales 2013 = 7325,3
Laba usaha 2013 = 298,76
Laba bersih 2013 = 113,75
Ekuitas dan kepentingan non pengendali = 930,3
EPS = Rp 50,64
ROE = 17,24%

Dari laporan tahunan, terlihat sales, laba bersih dan EPS MTDL dari 2009, naik terus. 
ROE juga membaik, dari 3% di 2009 menjadi 17% di 2013.
Laba bersih tumbuh rata-rata sekitar 83%/tahun.

Jadi, kesimpulan saya, ini perusahaan yang tumbuh cukup baik dalam 4 tahun terakhir.

Sekarang kita lihat LK Q1/2014-nya.. 

1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,69x

2. total ekuitas yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk = Rp 669.517.052.828 ---> growth = 1,46%

3. Jumlah saham = 2.246.000.000 lembar

4. Book Value = Rp 669.517.052.828 : 2.246.000.000 = Rp 298,09

5. DER = jumlah liabilitas : jumlah ekuitas = 1,31x

6. Jumlah aset = Rp 2.209.504.213.686

7. Sales = Rp 1.785.298.733.604 ---> growth = 27,49%

8. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = Rp 31.376.105.253 ---> growth = 24,28%

9. EPS = Rp 13,97 ---> growth = 24,28%

10. ROE = (4 x laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk) : total ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 18,74%

11. Arus kas operasi minus

12. Kas = Rp 194.430.011.448

13. @ 329, PER = 5,89x 
                PBV = 1,1x
                Yield = ROE : PBV = 17,03%

14. Valuasi = Rp 724 ---> MOS = 54,55%


Kesimpulan : ini saham perusahaan growth yang masih undervalued :) 

Disclaimer ya.. :) 

Saya sendiri ngga beli karena saya sekarang lebih senang beli saham-saham yang likuiditasnya tinggi walaupun PER-nya lebih besar, demi faktor kenyamanan berinvestasi :)

Sekarang kita coba lihat chart weekly-nya.. 

MTDL sekarang berada sedikit di bawah MA 20 weekly, dengan candle yang mulai menghijau setelah turun selama 5 candle berturut-turut. 
Sepertinya chart weekly mulai akan berbalik arah, dari turun ke naik. 
MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200 ---> ini chart saham yang sedang bullish
MACD weekly dead cross, tapi masih di atas 0 (bullish). 
Chart daily, MTDL sekarang berada di MA 100 daily.

Kalo melihat chart weekly-daily dan valuasinya sekarang ini, sepertinya sih masuk sekarang (329), termasuk entry point yang bagus, ya.. Disclaimer :)

Ok, ini aja analisa saya tentang MTDL. 
Bukan ajakan untuk beli :) 
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)

Regards,
V3



Untuk perhitungan detil tentang cara valuasinya, bisa lihat di sini : 
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html






Rabu, 04 Juni 2014

Analisa LK Q1/2014 AISA

Beberapa hari yg lalu saya membaca artikel ini di website teguh hidayat :

 http://www.teguhhidayat.com/2014/05/belajar-valuasi-kepentingan-non.html

saya pikir artikelnya bagus ya, dan ikut merubah mindset saya dalam menghitung PBV.

Jadi sejak saat ini, tiap posting saya dalam menghitung equity growth, PBV dan juga pertumbuhan laba berjalan, saya akan memperhitungkan kepentingan non pengendali ini di dalamnya.

Saya coba tulis analisa saya tentang LK Q1/2014 AISA. AISA ini salah satu saham favorit saya untuk consumer product. Masuk portofolio saya sejak Juni 2013. Di Q1/2014, ROE AISA bertambah baik, dari skitar 14% thn lalu menjadi 18% di thn ini. 

Q1/2014 AISA

1. Current ratio = jumlah asset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,76x

2. Total ekuitas (setelah dikurangi kepentingan non pengendali) = Rp 2.110.242.340.307 
     ---> pertumbuhan ekuitas = 4,87%

3. Jumlah saham = 2.791.135.000 lembar 

4. Book Value = Rp 2.110.242.340.307 : 2.791.135.000 = Rp 756,05

5. Jumlah aset = Rp 5.180.535.568.741

6. DER = total liabilitas : total ekuitas = 1,099x

7. Sales = Rp 1.153.221.708.266 ---> growth = 34,94%

8. Laba usaha = Rp 180.921.772.065 ---> growth = 48,63%

9. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk =      
   Rp 98.067.380.604 ---> growth = 49,33%

10. EPS = Rp 33,52 ---> growth = 49,37%

11. ROE = 18,59%

12. @ 2555, PER = 19,06x
                 PBV = 3,38x
                 Yield = ROE : PBV = 5,5% ---> menurut saya, untuk saham consumer, yield 5,5%    ini cukup besar

13. Arus kas operasi < laba tahun berjalan 

14. Kas = 227.616.100.581

15. Valuasi = Rp 1736 ---> MOS = minus 47%

    Dengan rumus valuasi yang ada di blog ini, terlihat bahwa MOS = minus 47%. Tapi pengalaman saya dgn rumus ini, untuk saham2 consumer, farmasi, ritel dan sejenisnya memang biasanya harga wajar yang didapat, selalu jauh lebih kecil. 

Mengapa ?

Karena biasanya saham-saham consumer dan teman2nya itu (apalagi yang sedang naik daun) selalu dijual dengan PER yang sangat tinggi, biasanya di atas 20x..

Jadi, untuk saham2 consumer dan sejenisnya, saya punya rumus sendiri yang saya pakai sebagai patokan apakah saham ini masih layak dibeli atau ngga. 

Caranya simpel aja. 

Selama PER tidak di atas 20x, dan PER ini masih lebih kecil daripada ROE dan growthnya, menurut saya : masih layak dibeli.

Tapi ini hanya pendapat saya ya, kalo orang beda pendapat, it's ok :)

Sekarang kita liat chart AISA.

Kalo liat chart weekly AISA, AISA ini sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. Kalo chart sangat bullish begini, dan ini saham consumer, biasanya beli di MA 60 daily, MA 20 weekly atau MA 60 weekly bisa dipertimbangkan. Sekarang MA 20 weekly AISA ada di 2072. MA 60 weekly ada di 1578. Masih agak jauh sih dari harga sekarang di 2555 :)

Kalo liat chart monthly, lebih serem lagi. 9 candle naik terus ngga berhenti2.. :) 
alias kalo beli di harga skrg, takutnya bakal nyangkut sendirian di tiang listrik, hehe.. Disclaimer :)

Ok, ini hanya pandangan saya aja ya.. :) kalo ada yg ngga setuju, gpp.. :)

Yang jelas, your money your responsibility.. :) 
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)

Regards,
V3


Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini : 
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html

Jumat, 16 Mei 2014

Analisa LK Q1/2014 BBRI

BBRI saya ngga punya sahamnya, karena saya hanya beli saham syariah. Tapi karena saya juga mengelola dana pensiun orang tua saya, saya masukkan saham BBRI ini ke dalam portofolio saham orang tua saya. 

BBRI saya suka, karena kinerjanya naik terus. Ada yang bilang, BBRI ini saham bank paling profitable sedunia, karena ROE-nya terbesar di dunia.. :)

Bahkan saya pernah baca juga di mana, waktu krisis 1998 pun, BBRI masih mencetak laba juga, tidak merugi. Tapi saya belum bisa cek langsung ke LK-nya, karena LK thn 1998 sudah ngga ada di website BEI.. :)


LK Q1/2014 BBRI (juta Rp)

Untuk bank, saya ngga banyak analisa. Cuma liat beberapa data aja.

1. Ekuitas = 79.092.137 ;   growth = minus 0,3%

2. Jumlah saham = 24.669.162.000 lembar saham

3. Book Value = Rp 79.092.137.000.000 : 24.669.162.000 = Rp 3206,114

4. Aset = 615.718.605

5. Laba operasional = 6.805.982 ;    growth = 16,17%

6. laba periode berjalan = 5.937.711 ;    growth = 16,73%

7. EPS = Rp 240,57 ;   growth = 16,71%

8. ROE = 30,03%

9. @ 10750, PER = 11,17x
                 PBV = 3,35x
                 Yield = 8,96%

10. harga wajar = Rp 13.758 ---> MOS = 21,86%


Secara TA, BBRI sekarang sangat bullish. Di chart weekly, MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. MACD Weekly juga sudah jauh di atas 0. 

Untuk investor yang maunya beli di harga diskon, memang sepertinya beli BBRI sekarang ini sdh ngga menarik.

 MA 100 weekly ada di 7934, sudah cukup jauh dari harga sekarang, alias potensi dia turun dulu, juga semakin besar.

Kalo pakai cara sederhana, kita hitung saja :

* potensi naik ke harga wajar (13758) = 21,86%

* resiko turun ke MA 100 weeky (7934) = 26,19%

Resiko turun lebih besar daripada potensi naik.. :)


Disclaimer ya.. :)

Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang juga tanggung sendiri.. :)


Regards,
V3


Oya, untuk tambahan, untuk chart weekly saham yang sangat bulllish (MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200), untuk melakukan pembelian bisa dipertimbangkan apabila saham menyentuh MA 20 atau MA 60 (daily atau weekly). Kalau saya, untuk saham yang saya sudah punya banyak, biasanya saya hanya mau nambah beli di MA 100 weekly atau di bawahnya. 

Tapi kalau saham ini baru punya sedikit, atau memang saya tertarik sekali dengan sahamnya, biasanya saya suka nungguin di MA 20 atau 60 daily/weekly, tergantung situasi aja... :)  

Kalo untuk posisi awal, belum punya sama sekali, bisa aja langsung beli saat itu juga, biar ngga penasaran, tapi dengan porsi kecil... :) 
begitu turun lagi, nambah beli lagi. 
kalo dia malah naik, ya nambah lg juga.. :)))
yang jelas, pd saat beli, harus yakin bahwa we buy good stock at reasonable price, jadi kalo dibawa turun pun, kita ngga panik. Paling ya tutup laptop aja dulu... :)))))


Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini : 
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html