Jumat, 29 Agustus 2014

ADRO, Q2/2014.. Out dulu..

LK Q2/2014 ADRO :

Sales growth = 7,2%

Laba usaha = turun 9,26%

Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk = turun 29,97%

EPS = turun 32,18% ---> EPS = $ 0.00489

Book value = Rp 969,81

ROE = 11,9%

@ 1315, PBV = 1,36x
            PER = 1315 : (0,00489 x 2 x 11.000) = 12,22x
            Yield = ROE : PBV = 8,75%

Kalo saya pribadi, saya pilih OUT dulu dari ADRO. Karena di Q1 laba naik, di Q2 laba turun.. Lumayan bs nambah cash, jaga2 kalo harga BBM jadi naik.. 
Bila harga BBM naik, IHSG (biasanya) akan turun, krn inflasi (biasanya) akan naik.. :)

Disclaimer ya.. :)

Rgds, 
V3

Rabu, 06 Agustus 2014

Mencoba swing trading di MAPI.. :)

Baru sekali ini saya nulis tentang trading di sini.. :)

Saya orangnya tipe yang seneng mencoba ilmu baru. 
Dan sekarang saya mencoba untuk menerapkan swing trading based on data FA.

Mengapa swing trading? Karena pada laporan keuangan, labanya masih turun. Jadi saya putuskan, beli hanya untuk swing trading dulu. Agar saya ngga terlena megang barang lama-lama.. :)

MAPI di Q2/2014, labanya masih turun.

Pendapatannya naik 28%, tapi laba turun 28% dan EPS-nya turun 31%.

Ekuitas tumbuh 2,6%. ROE 7,73%. DER 2,46x. Arus kas operasi minus.

Data FA-nya ngga begitu cantik menurut saya.. :)

Tapiiii... coba kita lihat total asetnya : 8.627.929.000.000

Dan market cap-nya @ 5175 = 8.590.500.000.000

Terlihat market cap MAPI sekarang < dari nilai asetnya. 

Kalo lihat di data IPOT, 

Thn 2008 ---> Market cap MAPI = 597,6 B. Aset = 3761 B

Thn 2009 ---> Market cap MAPI = 1029,2 B. Aset = 3379,4 B

Thn 2010 ---> Market cap MAPI = 4440,5 B. Aset = 3670,5 B

Thn 2011 ---> Market cap MAPI = 8549 B. Aset = 4415,3 B

Thn 2012 ---> Market cap MAPI = 11039 B. Aset = 5990,6 B

Thn 2013 ---> Market cap MAPI = 9130 B. Aset = 7808,3 B

Thn 2014 ---> Market cap MAPI @ 5175 = 8590 B. 
                    Aset = 8627,9 B (Q2/2014).

Saya melihat : dr 2008 sampai 2014, aset MAPI semakin naik.
Tapi market cap-nya dari 2012 sampai Agustus 2014, semakin turun... :)

Sepertinya sih ini kesempatan untuk beli.. :)

Untuk ritel menengah ke atas, MAPI jelas leader.
Kita punya duit sebanyak apapun tetap ngga akan bisa tuh bikin Starbucks, Sogo, Debenhams, Burger King, Kidz Station, Marks n Spencer, Zara dll. 
Karena merk2 itu sudah bikin kontrak eksklusif dengan MAPI. 
Jadi posisi MAPI di market Indonesia ini kuat sekali :) 
Alias INTANGIBLE ASSET (aset yang tidak berwujud) MAPI ini sangat besar.

Asset yang ditulis di laporan keuangan adalah aset yang tangible (berwujud)
Dan yang tangible ini saja sekarang pun dihargai lebih murah di pasaran daripada yang tertulis di laporan keuangan.. :)

So, saya melihat sih ini posisi yang bagus untuk masuk ke MAPI, ya.. :)

DISCLAIMER ..

DISCLAIMER..

DISCLAIMER...

:)

Sekarang coba kita lihat chart weekly-nya.. 

MAPI weekly ---> MACD di bawah 0 (bearish) tapi sepertinya mau golden cross. Harga sudah berada di bawah MA 200, MA 20, MA 60 dan MA 100. Sekarang mulai naik ke atas MA 5. Sejak Juli 2010 hingga saat ini, MAPI hanya 11 candle berada di MA 200 weekly. Jadi kesempatan seperti ini memang langka :) 

MAPI monthly ---> MACD di bawah 0 dan masih mengarah turun. Harga berada di atas MA 60, tapi berada di bawah MA 5 dan MA 20. Sepertinya MAPI akan berkonsolidasi dulu di sekitar MA 60-nya. MAPI menunjukkan tanda akan rebound bila bisa close di atas 5475 di candle akhir bulan ini.

Karena ini untuk trading, jadi berapa target jualnya..?

Saya liat, MAPI ada resisten di 7000-7100. Jadi target terdekat ya 7000 ini.. :) 
Lumayan kan, beli 5175, jual 7000.. :) Ini pun kalo mau dijual.. :)
Kalo nanti LK-nya sudah ada growth, mungkin baru bisa berharap target yang lebih tinggi lagi.. :)

Terus untuk stop loss-nya?  Saya sih ngga bikin stop loss. Karena harganya aja sekarang sdh di bawah MA 200 weekly, sudah harga diskon gede.. :)
Kalo MAPI turun lg, ya saya diemin aja. Toh selama dia terus cetak laba (walaupun labanya masih turun), berarti ekuitasnya juga naik terus.. :)

Ok, saya juga masih terus belajar, jadi apa yang saya tulis di sini bisa jadi salah. 

Tapi MAPI ini menarik untuk saya tulis, karena saya juga ingin mempraktekkan sendiri, bisa profit ngga, kita membeli saham yang labanya sedang turun, dengan membandingkan market cap dengan assetnya di LK. 
Kebetulan MAPI ini mempunyai kekuatan merk yang sangat hebat, sehingga saya meyakini nilai pasar MAPI yang sebenarnya adalah jauh lebih besar daripada nilai aset yang tertulis di laporan keuangannya.

Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga dpt barang jg tanggung sendiri.. :)
Your money, your responsibility... :)

Sukses yahhh... :)

Regards,
V3







Senin, 04 Agustus 2014

INDF, Q2/2014

LK Q2/2014 INDF (juta Rupiah)

1. Current ratio = total aset lancar : total liabilitas jangka pendek = 1,63x

2. Jumlah saham = 8.780.426.500 lembar

3. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 24.394.945 
    ---> growth = 3,16%

4. Book Value = 24.394.945.000.000 : 8.780.426.500 = Rp 2778,33

5. Total liabilitas dan ekuitas = 86.252.347

6. DER = total liabilitas : total ekuitas = 1,18x

7. Penjualan neto = 34.066.065 ---> growth = 26,48%

8. Laba usaha = 4.391.086 ---> growth = 49,98%

9. Total laba komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik       entitas induk = 1.995.792 ---> growth = 4,9%

Untuk menghitung ROE, saya biasanya ambil mana yang lebih kecil antara laba periode berjalan dan laba komprehensif. Saya lakukan ini agar valuasi yang didapat bisa lebih konservatif. 

10. EPS = Rp 261 ---> growth = 34,54%

11. ROE = { (2 x 1.995.792) : 24.394.945 } x 100% = 16,36%

12. Arus kas operasi > laba periode berjalan

13. Kas = 14.319.251 

14. @ 7175, PER = 7175 : (2 x 261) = 13,74x
                 PBV = 7175 : 2778,33 = 2,58x
                 Yield = ROE : PBV = 6,34%

Waktu di Q1/2014, saya dapat Yield INDF jauh lebih besar daripada saat ini (nyaris 2x-nya).Ini disebabkan karena pada saat analisa Q1 kemarin, saya masukkan TOTAL EKUITAS pada perhitungan Book Value INDF, akibatnya nilai book value menjadi jauh lebih besar daripada yang seharusnya. 
Nilai book value yang besar, otomatis membuat yield saham menjadi lebih besar daripada aslinya. 
Jadi di sini saya benar-benar belajar bahwa tulisan Teguh Hidayat  tentang kepentingan non pengendali ini memang bisa sangat signifikan pengaruhnya dalam valuasi saham, terutama yang menggunakan PBV. 

baca :  http://www.teguhhidayat.com/2014/05/belajar-valuasi-kepentingan-non.html 


15. Market cap INDF @ 7175 = Rp 62,999 Trilyun ---> market cap < aset
     Saya sekarang coba mantau nilai market cap tiap saham yang saya punya/incer, dan coba dibandingkan dengan asetnya. Biasanya saya lakukan ini hanya pada LPKR, tapi sekarang saya coba terapkan ke saham2 lain juga.

16. Valuasi = Rp 6623 ---> MOS = minus 8,3%

Dari awal beli INDF, tujuan saya adalah untuk punya ICBP, LSIP dan SIMP di harga yang menurut saya relatif lebih "murah". Jadi dengan beli 1 saham, kita sudah bisa dapat income dari berbagai macam bisnis di anak perusahaannya. Sama seperti alasan saya beli ASII. Disclaimer ya... Ini cuma pikiran sederhana saya aja sih.. :) 

Sekarang coba kita liat chart INDF.

Weekly chart : Per closing sore ini, harga sudah di atas MA 20, MA 5, MA 60 dan MA 100. MA 5 dan MA 20 seperti mau golden cross. Beberapa candle terakhir, INDF tertahan di resisten 7150. Sore ini dia close di 7175. Sepertinya INDF sudah mau mencoba untuk naik ke atas lagi. Tapi candle weekly ini belum valid, karena ini baru hari senin. Kita masih harus nunggu sampai jumat ... :)
MACD weekly baru golden cross dan baru menembus ke atas 0 (awal bullish). 

Monthly chart : INDF mulai menembus ke atas MA 20-nya. Harga saat ini sudah menembus high candle sebelumnya di 7150, dan sudah close di atas high tersebut. Tapi tentu saja candle monthly ini belum valid, karena kita belum mencapai akhir bulan. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi hingga akhir bulan ini.. :) MACD monthly masih mengarah turun, walaupun terlihat mulai melandai penurunannya. Sepertinya kekuatan turun sudah melemah. 

Ok, ini aja pembahasan tentang INDF. Analisa saya mungkin aja salah, jadi jangan ditelan mentah-mentah ya.. :)

Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga punya barang jg tanggung sendiri.. :)

Gudlak.. :)

Regards,
V3


LPKR dan LPCK, Q2/2014..

LPCK termasuk salah satu saham properti yang saya suka banget, sejak 2012. Saham ini kinerjanya bagus, PER-nya juga masih tergolong kecil, tapi sayangnya ngga pernah bagi deviden.. :(

Saya mulai beli LPCK dari harga 1800-an, kemudian dia turun ke 1600-an saya average down lg. Ketika dia naik ke 3000-an, saya average up. Naik lagi ke 7000-an, saya average up lg. Akhirnya saya jual semua di 10.000 ketika candle monthly-nya sudah jelek sekali dan dia naik terus bbrp bulan ngga berhenti. Ketika itu posisi average LPCK saya skitar 3400. Jadi, di LPCK ini saya pernah profit nyaris 300% dlm dua tahun.. :)

Sejak jual di 10000, saya belum pernah beli LPCK lagi, karena saya pindah ke ibunya, si LPKR. Pertimbangan saya, karena waktu itu LPKR adalah leader. Dan ketika bursa turun dalam di 2013 kemarin, saya hanya berani pegang BSDE dan LPKR untuk properti. 2 Leaders in property sector. 

LPKR 50% pendapatannya dihasilkan dari recurring income (pendapatan berulang) dari bisnis hospitalnya (Siloam), mall, dsb. LPKR juga selalu rajin bagi deviden tiap tahun.
Tapi memang kalo kita hitung harga wajarnya dengan rumus valuasi yang ada di sini, LPKR selalu overvalued. Jadi untuk LPKR saya punya rumus sendiri.

Rumusnya juga simpel aja. Bila market cap-nya masih di bawah asetnya, menurut saya, LPKR masih murah. Simpel banget kan..? Buat yang mau ikutin, monggo. Yang ngga yakin jg gpp. Tapi so far rumus ini cm saya pake untuk LPKR aja, karena aset propertinya bagus2, bisnis hospitalnya kuat dan recurring income di atas 50% .. :)

Kalo untuk LPCK, saya masih pegang MOS yang dari rumus ini aja. Selama MOS msh di atas 50%, menurut saya LPCK masih murah.. :)


Saya tulis sedikit aja tentang LPKR dan LPCK ya. Soalnya lg ga ada PRT, jadi banyak kerjaan rumah yang mesti diselesaikan.. :)


LPKR Q2/2014

1. Pendapatan naik 33,95%

2. Laba usaha naik 30,09%

3. EPS naik 23% (EPS = Rp 29,55)

4. Book Value = Rp 611,53

5. ROE = 9,5%

6. DER = 1,19x

7. @ 1150, PER = 19,4x ; PBV = 1,88x ; Yield = 5,05%

8. Market cap = Rp 26,54 Trilyun (data etrading pada harga 1150)

9. Aset = Rp 34,6 Trilyun (market cap lebih kecil daripada asetnya, jadi menurut saya LPKR masih "murah").

10. Chart weekly : MACD baru golden cross, MACD sdh di atas 0, Harga berada pada MA 100 W, MA 60 W dan MA 5 W. 3 garis MA bertemu pada satu titik, biasanya bisa menjadi support kuat.

11. Chart monthly : MACD mulai arah naik, harga tertahan di MA 20 monthly, tapi sudah di atas MA 5 dan MA 60. 



LPCK Q2/2014

1. Pendapatan naik 52,7%

2. Laba usaha naik 52,73%

3. EPS naik 42,9% (EPS = Rp 579,67)

4. Book Value = Rp 3193,29

5. ROE = 36,3%

6. DER = 0,87x

7. @ 8000, PER = 6,9x ; PBV = 2,5x ; Yield = 14,52%

8. Harga wajar = Rp 17.431 ---> MOS = 54%

9. Chart weekly : MACD weekly sdh di atas 0 ; MACD sebelumnya arah turun tapi sekarang sudah mulai flat sehingga mungkin penurunan sudah akan selesai. Harga berada di atas MA 20, MA 5 dan MA 60. MA 5 sepertinya mau golden cross dengan MA 20. MA 5 dan MA 20 bertemu di titik 7852, sehingga ini bisa menjadi support kuat juga bagi LPCK.

10. Chart monthly : MACD masih flat, Harga sudah di atas MA 5, MA 20 dan MA 60. LPCK mulai akan terlihat confirm rebound bila harga sudah membuat higher high dan closing di atas high candle sebelumnya (8700). 

Disclaimer ya... :)

Ok, ini aja, semoga bermanfaat.. :)

Oya, lupa, seperti biasa : rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri, ya.. :) Your money, your responsibility.. :)


Regards,
V3




LK Q2/2014 CLPI...

Dalam porto saya, biasanya selalu ada saham2 lapis 3 yang PER-nya kecil (biasanya di bawah 5, dan PBV sekitar 1 atau di bawah 1). Walaupun PER kecil, biasanya growth dan ROE-nya selalu di atas PER-nya. Jadi menurut saya, saham ini masih sangat murah :) ).

Tapi saham sejenis ini biasanya porsinya ngga banyak, maksimal hanya 5% dari portofolio saya, seringnya sih 2-3%. Karena biasanya saham2 dengan PER kecil ini selain kurang likuid, kinerjanya belum begitu stabil. Kadang dia naik tinggi, kadang langsung turun dalam. Jadi memang dalam memegang porto seperti ini, butuh mental kuat dan harus siap JUAL RUGI begitu labanya turun.

Buat yang pernah ngikutin, dulu saya jg sempet beli SCCO, MICE, DKFT, KIJA, WINS dsb. Ada yang cuan, ada yang rugi. Tapi walaupun pernah ngasih rugi, itu ngga menghilangkan ketertarikan saya dalam mengkoleksi saham2 liar kaya bgini.. :) 

Sekarang saya mau tulis tentang CLPI. 

Tahun lalu, saya beli saham ini di bulan Mei-Juli 2013, di harga 730-850, karena LK Q1 dan Q2/2013-nya bagus. 

Kemudian, di LK Q3/2013, EPS-nya turun dari 105 ke 42, karena labanya turun. Saya jual rugi smua di bulan Oktober 2013, di harga 610-620 :))) 

Sekarang, di LK Q2/2014, kinerjanya tumbuh bagus lg. Sejak Q1/2014 sudah bagus sih sebetulnya, tapi saya belum ngikutin waktu itu :)

Sejak februari 2014, saham PER kecil saya diisi dengan MBSS. 
Di Q4/2013, labanya tumbuh bagus. 
Q1/2014 mulai turun, tapi saya masih hold krn yield-nya masih besar dan saya belum ketemu saham lain yang sepadan dengan yield MBSS waktu itu. 
Q2/2014 kemarin penurunan kinerja MBSS makin jelek, akhirnya karena saya udah profit lumayan + deviden, saya jual aja semua.. :)
Dan ndilalah, matanya ngeliat CLPI di running trade. Langsung saya buka LK Q2-nya, analisa LK-nya dan chartnya sebentar, dan lgsg mindahin semua MBSS saya ke CLPI.. :)

Ternyata ada jg yang nanya ttg CLPI di sini, jadi saya tulis aja di sini sekalian ya... :)


LK Q2/2014 CLPI (dalam dolar AS)

1. Current ratio = total aset lancar : total liabilitas jangka pendek = 1,72x

2. Jumlah saham = 306.338.500 + 2.128.000 (saham tresuri) = 308.466.500 lembar saham

3. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 24.389.710 
    ---> growth = 14,48%

4. DER = total liabilitas : total ekuitas = 0,96x

5. Book value = 24.389.710 : 308.466.500 = $ 0.07907 x Rp 11.000 = Rp 869,74

6. Total liabilitas dan ekuitas = 47.721.729

7. Penjualan neto = 34.496.359 ---> growth = minus 6%

8. Laba usaha = 4.200.999 ---> growth = 38,94% (sepertinya CLPI banyak melakukan efisiensi pada kegiatan usahanya, sehingga walaupun penjualan turun 6% tapi laba usahanya bisa meningkat 38%)

9. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 
   3.101.792 ---> growth = 58,31%

10. EPS = $ 0,01 x Rp 11.000 = Rp 110

11. ROE = (2 x 3.101.792) : 24.389.710 = 25,43%

12. Arus kas operasi < laba periode berjalan

13. @ 665, PER =  Rp 665 : (2x Rp 110) = 3x
                PBV = Rp 665 : Rp 869,74 = 0,76x
                    Yield = 25,43% : 0,76 = 33,46%

14. Harga wajar = Rp 3026 ---> Tapi karena CLPI ini suka fluktuatif kinerjanya dan sahamnya juga ngga begitu likuid, saya kasih diskon 50% utk valuasinya, jadi harga wajar = Rp 1513
 ---> MOS = 56%

Menurut saya, CLPI ini menarik untuk dibeli, karena kinerjanya tumbuh bagus, PER masih di bawah 5x, PBV masih di bawah 1, rajin bagi deviden dan ROE di atas 20%. 

Tapi harus diingat, saham ini bisa fluktuatif kinerjanya, dan juga ngga begitu likuid, jadi kalo beli banyak, bisa dihajar sama bandarnya nanti.. :)))

Hati2 ya... :) Belinya susah krn supply ngga banyak, nanti kalo mau jualan pun takutnya susah, krn ngga ada yang mau beli. Jadi sebaiknya jangan beli dlm jumlah besar kalo mau tenang.. :)

Untuk chartnya, agar lebih aman, saya pakai chart monthly aja. Kenapa? karena saham ini ngga begitu likuid dan small market cap. Dengan lihat chart monthly, arah saham mau ke mana dlm jgka wktu lebih panjang, bisa lebih jelas terlihat. 

Pada chart monthly, harga seperti terlihat konsolidasi di MA 5-nya. 
Candle terakhir di bulan Juli menunjukkan bahwa candle sudah membuat higher low tapi masih membuat lower high. Jadi memang sedang konsolidasi dulu. 
Saham menunjukkan tanda akan rebound yang lebih kuat bila candlenya sudah membentuk higher high dan sudah close di atas high candle sebelumnya.. 
Harga saham masih di bawah MA 20, 60 dan 100-nya, jadi secara TA sederhana, saya bisa bilang, bahwa harga CLPI saat ini sangat murah.. :)

Karena LK-nya sudah ada growth dan bahkan secara FA sudah mencetak laba yang tertinggi sejak 2010, saya optimis sih saham ini akan mulai berbalik arah menjadi naik lagi. 
Bisa ngga, nembus all time high-nya di 2800? kita saksikan aja sendiri nanti.. :) 
Oya, CLPI ini juga rajin bagi deviden.
Yang jelas, selama LK-nya masih ada growth, sebaiknya hold dulu, karena prospeknya cerah :) 
Disclaimer ya.. :)

MACD monthly masih di bawah 0 (bearish) dan sepertinya menunjukkan akan golden cross. Tapi bila MACD tidak jadi golden cross dan malah menuju ke bawah (MACD slip), biasanya harga akan turun lebih dalam lagi. Jadi memang posisi beli lebih aman dilakukan bila MACD-nya SUDAH golden cross. 

Disclaimer yaa... :)

Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga punya barang jg tanggung sendiri, ya.. :)
Your money, your responsibility.. :)


Regards, 
V3








Jumat, 25 Juli 2014

WIKA Q2/2014, take profit dulu :)

Ini tulisan singkat aja .. 

Karena kemaren sempet nulis buy on hope di WIKA krn candle weekly-nya sdh turun bbrp minggu berturut-turut, sekarang begitu Q2-nya keluar dan EPS growthnya cuma naik dikit banget (kebetulan candle weekly juga udah ga cantik lg bentuknya), saya jual dulu WIKA-nya. Dan belum tau, mau buy back lg atau ngga.. Pengen liat saham2 konstruksi yang lain dulu.. :)

Kenapa dijual? Karena udah ada profit, dan hasil LK-nya juga ga begitu kinclong. Sementara ada bbrp saham yang saya liat (bukan konstruksi), LK Q2-nya lebih menarik daripada WIKA. Jadi mending take profit dulu, liburan tenang sambil menentukan saham mana aja yang mau diincer... :) 

Disclaimer ya.. :) Beda kepala, beda kebutuhan, beda analisa.. :)


Regards, 
V3

Kamis, 24 Juli 2014

BSDE, Q2/2014

LK Q2/2014 BSDE sudah keluar. Hasilnya : sales turun, laba operasi turun, tapi laba bersih naik karena ada item "Ekuitas pada laba bersih dari investasi pada saham" yang naik lumayan tinggi di Q2 ini.

Pada Q1/2014 nilai ekuitas bla bla bla ini = Rp 23.750.482.883
Pada Q2/2014, nilainya menjadi Rp 1.581.879.000.000

Saya coba baca di catatan pada LK-nya, item ini termasuk pembelian saham Plasa Indonesia (PLIN), dll. Pemahaman sederhana saya tentang hal ini, angkanya bisa dipercaya. Jadi kenaikan laba bersih pd LK Q2/2014 BSDE, menurut saya bisa diterima dengan logis. Tapi ini cuma analisa sederhana saya aja, bisa jadi saya salah. Dan ini mungkin sekali..

Oya, saya punya BSDE dari tahun lalu. Mulai dr harga 2000, 1900, 1800 sampai ke 1200 saya punya semua. Pd awal beli, saya beli di harga 2000 (tapi hanya sedikit), krn LK-nya bagus.

Lalu, harganya terus turun setelah saya beli, sehingga saya average down terus (saya tipe investor yang tiap bulan selalu menyisihkan uang utk beli saham, sehingga pd saat harga BSDE jatuh, saya bisa punya di macam2 harga, hehe..)

Kenapa saya terus average down BSDE? karena saat itu saya memang sedang mengumpulkan saham property. Dan krn BSDE adalah emiten properti dengan land bank kedua terbesar, dan prospeknya juga bagus, jd saya kumpulin terus .

Waktu di Q1/2014, labanya turun (seperti yang sudah diduga sebelumnya), saya jual dulu semua BSDE saya yang sudah untung. Sehingga skrg msh ada sisa sedikit BSDE di portofolio saya. Dan krn Q2-nya sudah ada pertumbuhan laba (walaupun bukan dari kegiatan operasionalnya), saya pikir ini waktu untuk saya mulai nambah BSDE lagi.. :) Apalagi posisi saya juga masih nyangkut, dengan average price di 1900-an.. 


Hihihi, kepanjangan nih pembukaannya.. Tapi gpp, untuk ngasih support sama yang newbie2, bahwa saya juga sering nyangkut. Jadi investor saham, harus berani ambil resiko nyangkut (asal di saham bagus), kalau ngga ya jangan jd investor saham.. :)

Dan dr pengalaman saya, kayanya 70-80% tiap saya habis beli, biasanya suka dibawa turun dulu. Kalo ngga dibawa turun, biasanya ngga dapat barang soalnya... hehehe...



Ok, kita liat LK Q2/2014 BSDE ya.. :)


LK Q2/2014 BSDE (dalam juta Rupiah)

1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,75x

2. Jumlah saham = 18.371.846.392 lembar

3. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 14.110.421 
    ---> growth = 38%

4. DER = jumlah liabillitas : jumlah ekuitas = 0,6x

5. Book Value = Rp 14.110.421.000.000 : 18.371.846.392 = Rp 768,04

6. Jumlah liabilitas dan ekuitas = 27.004.027

7. Pendapatan usaha = 2.423.680 ---> growth = minus 16,4%

8. Laba usaha = 1.145.095 ---> growth = minus 33,87%

9. Laba bersih yang teratribusikan kepada pemilik entitas induk = 2.564.669 
    ---> growth = 67,23%

10. EPS = Rp 141,85 ---> growth 61,83%

11. ROE = (2 x 2.564.669) : 14.110.421 = 36,35%

12. @ 1600, PER = 5,64x
                 PBV = 2,08x
                 Yield = 17,47%

13. Harga wajar = Rp 4267,18 ---> harga wajar ini saya diskon 50% untuk dapat angka yang lebih konservatif. Jadi untuk BSDE, menurut saya, harga wajarnya = Rp 2133 . Di harga sekarang (1645), MOS = 22,64%.

Saya kasih diskon 50% dari valuasi yang saya dapat, karena laba ini didapat bukan dari kegiatan operasi BSDE. Dan laba usahanya sendiri malah turun dibanding thn lalu.

Ini disclaimer banget ya... :) Takutnya malah menjerumuskan kalo nanti pd beli dan sahamnya malah dihajar turun.. :)


Sekarang kita liat chart BSDE..

Weekly ---> MA 20 > MA 60 > MA 100. Untuk term investasi yang agak panjang, BSDE mulai bullish. MA 60 ada di 1543, dan sepertinya ini bisa jadi support kuat karena berdekatan dengan MA 5. MACD weekly sudah di atas 0 (bullish) dan sepertinya mau golden cross.

Monthly ---> Harga sepertinya masih berkonsolidasi di MA 5 dan MA 20. Candle sudah membuat higher high dibanding candle sebelumnya, tapi belum bisa close di atas high candle sebelumnya (1610). MACD monthly di atas 0 dan mulai bergerak flat setelah sebelumnya terus turun. Sepertinya memang BSDE sedang berkonsolidasi untuk memulai gerakan naiknya lagi. 

Disclaimer sekali lagi.. :)

Ok, ini aja pembahasan saya tentang BSDE. Kalo analisa saya salah, mohon maaf, ngga ada niat menjerumuskan sama sekali. Berarti sayanya yang harus belajar lebih giat lagi.. :)

Gudlak buat semuanya ya.. :)

Regards,
V3







BBRI, Q2/2014

Saya ngga punya BBRI dalam portofolio saya (karena bukan saham syariah). Tapi karena BBRI ada dalam portofolio dana pensiun ibu saya (yang saya kelola juga), jadi saya selalu pantau LK-nya tiap keluar. Dan BBRI ini bank dengan fundamental yang sangat bagus menurut saya..



LK Q2/2014 BBRI (dalam juta Rupiah)

1. Total ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 84.880.446
     ---> growth = 7%

2. Jumlah saham = 24.669.162.000 lembar saham

3. Book Value = 84.880.446.000.000 : 24.669.162.000 = Rp 3440,75

4. Jumlah liabilitas dan ekuitas = 643.484.287

Untuk saham bank, ngga perlu hitung DER karena saham bank DER-nya besar-besar semua, karena semua tabungan dan deposito nasabah ditulis sebagai utang (debt).

5. Laba operasional = 13.727.279 ---> growth = 17%

6. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk =              11.749.515 ---> growth = 15,7%

7. EPS = Rp 476,04 ---> growth = 12,48%

8. ROE = (2 x 11.749.515) : 84.880.446 = 27,68%

9. @ 11.375,  PER = 11.375 : (2 x 476,04) = 11,95x
                    PBV = 11.375 : 3440,75 = 3,3x
                    Yield = 8,39%

10. Harga wajar = Rp 13.349 ---> MOS = 14,79% 


Untuk cara menghitung harga wajar yang lebih detil, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html

Untuk mendapatkan LK Q2/2014 BBRI, bisa didapatkan di sini :
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx


Sekarang kita liat dari chart weekly dan monthly-nya ...

Weekly ---> BBRI weekly terllihat sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100. Harga bahkan sudah berada di atas MA 5. Kalau yang ingin beli, ada baiknya untuk menunggu koreksi dulu di MA 5 weekly (10.945) , MA 20 weekly (10.281), atau MA 60 weekly (8685).

Saya sendiri, khusus untuk BBRI, lebih suka beli di area di sekitar MA 100 weekly. Jadi untuk BBRI, saya nambah beli hanya setahun sekali biasanya :)

MACD weekly BBRI ada di atas 0 (bullish).


Monthly ---> BBRI monthly juga terlihat sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100. Harga sekarang ada di sekitar MA 5-nya (10.270). MACD monthly juga di atas 0 (bullish).

Ok, ini aja ya analisanya.. :)

Bukan rekomendasi beli. Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang juga tanggung sendiri :) Your money, your responsibility.. :)


Regards, 
V3




Selasa, 22 Juli 2014

Analisa LK Q2/2014 PTBA

 LK Q2/2014 PTBA (dalam juta rupiah) :

1. Current ratio = total aset lancar : total liabilitas jangka pendek = 2,55x

2. Jumlah saham = 2.304.131.850 lembar

3. Jumlah ekuitas (tanpa kepentingan non pengendali) = 7.598.081 ---> growth = 2,16%

4. Book Value = Rp 7.598.081.000.000 : 2.304.131.850 = Rp 3297,59

5. DER = total liabilitas : total ekuitas = 0,57x

6. Jumlah aset = 12.098.204

7. Sales = 6.427.329 ---> growth = 18,29%

8. Laba usaha = 1.393.473 ---> growth = 31,65%

9. Laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 1.165.080 
    ---> growth = 33,82%

10. EPS = Rp 532 ---> growth = 33,67%

11. ROE = (2 x 1.165.080) : 7.598.081 = 30,67%

12. Arus kas operasi > laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk

13. Kas = 3.223.200

14. @ 11.025 ,  PER = 11.025 : (2 x 532) = 10,36x
                      PBV = 11.025 : 3297,59 = 3,34x
                      Yield = ROE : PBV = 9,18% 

15. Harga wajar = Rp 15.292 ---> MOS = 27,9%


LK Q2/2014 PTBA bisa didapatkan dari sini : 
http://www.idx.co.id/id-d/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx

Untuk cara perhitungan harga wajar, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html


Ok, sekarang kita lihat chart PTBA.. :)

Weekly chart : PTBA masih berada di bawah MA 100 weekly (karena LK PTBA sudah ada growth, menurut saya, secara TA harganya masih murah). MACD weekly sudah di atas 0 (bullish). 

Monthly chart : Harga masih di bawah MA 100 monthly. MACD monthly masih di bawah 0 (bearish) dan MACD spertinya sudah mau golden cross. Apakah PTBA akan memulai perjalanan naik untuk jangka panjangnya? We'll see.. :)

Saya punya PTBA, dan saya masih akan hold saham ini based on LK Q2/2014-nya. Sampai kapan hold-nya? Sampai labanya mulai turun lagi sepertinya.. :)

Oya, ini bukan rekomendasi beli :) Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga punya barang juga tanggung sendiri.. Your money, your responsibility.. :)

Gudlak ya, buat semuanya.. :)
Mdh2an pemerintahan yang baru nanti akan membuat Indonesia menjadi semakin baik lg. Aamiin yra.. 

Regards,
V3