LK Q2/2014 PTBA (dalam juta rupiah) :
1. Current ratio = total aset lancar : total liabilitas jangka pendek = 2,55x
2. Jumlah saham = 2.304.131.850 lembar
3. Jumlah ekuitas (tanpa kepentingan non pengendali) = 7.598.081 ---> growth = 2,16%
4. Book Value = Rp 7.598.081.000.000 : 2.304.131.850 = Rp 3297,59
5. DER = total liabilitas : total ekuitas = 0,57x
6. Jumlah aset = 12.098.204
7. Sales = 6.427.329 ---> growth = 18,29%
8. Laba usaha = 1.393.473 ---> growth = 31,65%
9. Laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 1.165.080
---> growth = 33,82%
10. EPS = Rp 532 ---> growth = 33,67%
11. ROE = (2 x 1.165.080) : 7.598.081 = 30,67%
12. Arus kas operasi > laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk
13. Kas = 3.223.200
14. @ 11.025 , PER = 11.025 : (2 x 532) = 10,36x
PBV = 11.025 : 3297,59 = 3,34x
Yield = ROE : PBV = 9,18%
15. Harga wajar = Rp 15.292 ---> MOS = 27,9%
LK Q2/2014 PTBA bisa didapatkan dari sini :
http://www.idx.co.id/id-d/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx
Untuk cara perhitungan harga wajar, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Ok, sekarang kita lihat chart PTBA.. :)
Weekly chart : PTBA masih berada di bawah MA 100 weekly (karena LK PTBA sudah ada growth, menurut saya, secara TA harganya masih murah). MACD weekly sudah di atas 0 (bullish).
Monthly chart : Harga masih di bawah MA 100 monthly. MACD monthly masih di bawah 0 (bearish) dan MACD spertinya sudah mau golden cross. Apakah PTBA akan memulai perjalanan naik untuk jangka panjangnya? We'll see.. :)
Saya punya PTBA, dan saya masih akan hold saham ini based on LK Q2/2014-nya. Sampai kapan hold-nya? Sampai labanya mulai turun lagi sepertinya.. :)
Oya, ini bukan rekomendasi beli :) Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga punya barang juga tanggung sendiri.. Your money, your responsibility.. :)
Gudlak ya, buat semuanya.. :)
Mdh2an pemerintahan yang baru nanti akan membuat Indonesia menjadi semakin baik lg. Aamiin yra..
Regards,
V3
khusus untuk investasi, bukan untuk trading ; menganalisa saham ala ibu rumah tangga ; tipe investor yang ngumpulin uang tiap bulan untuk beli saham ; tipe investor yang sekarang sedang fokus untuk mendapatkan pasif income dr deviden saham sebagai persiapan untuk masa tua...
Selasa, 22 Juli 2014
Senin, 14 Juli 2014
Analisa saya ngga selalu benar, saya ngga jualan stock pick, saya bukan tipe investor long term.. :)
Untuk yang baca blog saya, saya mau tekankan 3 hal, ya.. :)
1. Analisa saya ngga selalu benar
Silakan dicek dari posting awal saya di 2011 sampai saat ini, saya banyak melakukan kesalahan analisa juga (ngga ada posting saya tentang analisa saham yang saya hapus, karena itu untuk bahan pembelajaran buat saya juga). Antara lain DKFT, KIJA, HEXA, HRUM, KKGI. Untuk DKFT dan KIJA, pada saat saya beli, LK-nya memang bagus. Tapi stelah dibeli, di LK terbaru, labanya turun, dan laba turun tentu di luar kuasa saya sebagai pemegang saham.. :) Yang jelas sebagai investor, bila saham labanya turun (apalagi langsung turun dalam), sebaiknya keluar dulu dari saham tersebut.
Untuk saham coal dan alat berat, ini memang saya benar2 salah ambil keputusan. Saya masuk ketika labanya masih turun, dan penurunan laba itu berlanjut di LK-LK yang keluar kemudian. Akibatnya sahamnya masih turun aja (walaupun emitennya sudah buy back, dan emiten2 itu juga mulai melakukan buyback di harga yang cukup tinggi dibanding harga saat ini, misal : PTBA, KKGI). Membeli saham coal dan alat berat di 2012 - 2013 adalah keputusan investasi saya yang menurut saya adalah keputusan yang salah besar :)
2. Saya ngga jualan stock pick
Saya nulis di sini awalnya hanya untuk arsip kegiatan investasi saya. Kemudian karena teman-teman ada yang nanya tentang analisa saham A,B,C, saya pikir daripada saya nulis utk 1 orang di email atau bbm, mending saya tulis di blog yang bs dibaca orang banyak sekalian, siapa tau bermanfaat. Jadi mohon maaf, saya ngga jualan stock pick, dan saya ngga akan jualan stock pick.. :) Saya hanya mau nulis apa yang saya pikir menarik untuk ditulis. Itu aja :) Investing should be fun, right..? :)
3. Saya bukan tipe investor long term
Sampai saat ini, tipe investasi saya cenderung : beli ketika LK bagus dan harga cukup menarik dan jual ketika labanya turun, atau ketika ada saham lain yang keliatan lebih bagus lagi. Jadi perubahan portofolio bisa saya lakukan tiap 3 bulan sekali, sesuai dengan hasil di LK terbaru. Nanti kalo suatu saat saya nulis tentang saham A di sini, dan ngga saya bahas2 lagi, itu bukan berarti saham A tersebut bagus untuk dihold selama mungkin.. Jangan lupa untuk selalu check laporan keuangan saham yang kita sudah punya, untuk bisa menilai sendiri, apakah saham tsb sebaiknya tetap kita hold atau sell.. :)
Mdh2an apa yang saya tulis selama ini bs bermanfaat buat yang baca. Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf apabila ada yang rugi banyak karena mengikuti analisa saya selama ini, semoga Tuhan mengganti kerugiannya dengan yang lebih baik lagi.. :)
Tapi dalam investasi saham, saya tetap berprinsip : Your money your responsibility, rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Semoga kita semua bisa menjadi investor saham yang cerdas dan makmur sejahtera.. Aamiin yra.. :)
Rgds,
V3
1. Analisa saya ngga selalu benar
Silakan dicek dari posting awal saya di 2011 sampai saat ini, saya banyak melakukan kesalahan analisa juga (ngga ada posting saya tentang analisa saham yang saya hapus, karena itu untuk bahan pembelajaran buat saya juga). Antara lain DKFT, KIJA, HEXA, HRUM, KKGI. Untuk DKFT dan KIJA, pada saat saya beli, LK-nya memang bagus. Tapi stelah dibeli, di LK terbaru, labanya turun, dan laba turun tentu di luar kuasa saya sebagai pemegang saham.. :) Yang jelas sebagai investor, bila saham labanya turun (apalagi langsung turun dalam), sebaiknya keluar dulu dari saham tersebut.
Untuk saham coal dan alat berat, ini memang saya benar2 salah ambil keputusan. Saya masuk ketika labanya masih turun, dan penurunan laba itu berlanjut di LK-LK yang keluar kemudian. Akibatnya sahamnya masih turun aja (walaupun emitennya sudah buy back, dan emiten2 itu juga mulai melakukan buyback di harga yang cukup tinggi dibanding harga saat ini, misal : PTBA, KKGI). Membeli saham coal dan alat berat di 2012 - 2013 adalah keputusan investasi saya yang menurut saya adalah keputusan yang salah besar :)
2. Saya ngga jualan stock pick
Saya nulis di sini awalnya hanya untuk arsip kegiatan investasi saya. Kemudian karena teman-teman ada yang nanya tentang analisa saham A,B,C, saya pikir daripada saya nulis utk 1 orang di email atau bbm, mending saya tulis di blog yang bs dibaca orang banyak sekalian, siapa tau bermanfaat. Jadi mohon maaf, saya ngga jualan stock pick, dan saya ngga akan jualan stock pick.. :) Saya hanya mau nulis apa yang saya pikir menarik untuk ditulis. Itu aja :) Investing should be fun, right..? :)
3. Saya bukan tipe investor long term
Sampai saat ini, tipe investasi saya cenderung : beli ketika LK bagus dan harga cukup menarik dan jual ketika labanya turun, atau ketika ada saham lain yang keliatan lebih bagus lagi. Jadi perubahan portofolio bisa saya lakukan tiap 3 bulan sekali, sesuai dengan hasil di LK terbaru. Nanti kalo suatu saat saya nulis tentang saham A di sini, dan ngga saya bahas2 lagi, itu bukan berarti saham A tersebut bagus untuk dihold selama mungkin.. Jangan lupa untuk selalu check laporan keuangan saham yang kita sudah punya, untuk bisa menilai sendiri, apakah saham tsb sebaiknya tetap kita hold atau sell.. :)
Mdh2an apa yang saya tulis selama ini bs bermanfaat buat yang baca. Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf apabila ada yang rugi banyak karena mengikuti analisa saya selama ini, semoga Tuhan mengganti kerugiannya dengan yang lebih baik lagi.. :)
Tapi dalam investasi saham, saya tetap berprinsip : Your money your responsibility, rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Semoga kita semua bisa menjadi investor saham yang cerdas dan makmur sejahtera.. Aamiin yra.. :)
Rgds,
V3
Kamis, 03 Juli 2014
LK Q1/2014 WIKA
Waktu itu ada yang nanya ke saya, kok ngga ada saham konstruksi di porto saya?
Saya jawab, saya sempat beli ADHI waktu januari 2014 kmrn di 1520 dan saya jual april 2014 waktu Q1/2014-nya labanya turun. Dan sejak itu saya belum beli saham konstruksi lagi. Tapi andaikan saya nanti beli, mungkin saya akan beli WIKA, krn dgn Q1/2014, saya tertarik dengan WIKA di saham konstruksi.
Dan karena hari ini saya habis beli WIKA, saya akan tulis analisanya di sini.. :)
Bagi yang belum tau, Laporan keuangan WIKA kuartal 1 /2014 bisa diperoleh di sini :
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx (pada bagian kode/nama perusahaan ketik : WIKA)
LK Q1/2014 WIKA (dalam ribu rupiah)
1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,06x
2. Jumlah ekuitas (tanpa kepentingan non pengendali) = 3.116.479.845 ---> growth = 5,68%
3. Jumlah saham = 6.139.968.000 lembar
4. Book Value (BV) = Rp 3.116.479.845.000 : 6.139.968.000 = Rp 507,59
5. Jumlah aset = 12.867.581.289
6. DER = jumlah liabilitas : total ekuitas = 2,77x ---> saham konstruksi biasanya DER-nya tinggi-tinggi. Tapi saya pikir level DER 2,77x untuk saham konstruksi termasuk rendah. Selain itu, dari jumlah liabilitas, 78,43% adalah liabilitas jangka pendek. Dan liabilitas jangka pendek ini bisa terjamin pelunasannya karena Current ratio sudah di atas 1.
7. Penjualan bersih = 2.791.666.542 ---> growth = 6,24%
8. Laba usaha = 279.336.616 ---> growth = 2%
9. Laba bersih = 183.105.271 ---> growth = 4,35%
10. EPS = Rp 27,32 ---> growth = 6,39%
11. ROE = (4x laba bersih) : jumlah ekuitas (tanpa kepentingan pengendali) = 23,5%
12. Arus kas operasi = minus
13. Kas = 1.143.103.100
14. @ 2265, PER = 2265 : (4x27,32) = 20,73x
PBV = 2265 : 507,59 = 4,46x
Yield = ROE : PBV = 5,27% ---> menurut saya sih, yield sebesar ini sebetulnya ngga terlalu besar. Tapi karena (katanya) di tahun pemilu, proyek2 baru konstruksi cenderung ditunda sampai pemilu selesai (dan aman), sehingga proyek yang didapatkan oleh perusahaan konstruksi belum mencapai apa yang mereka targetkan, maka saya beli saham ini dengan HARAPAN bahwa setelah pemilu berakhir (dan aman), emiten-emiten konstruksi akan banyak lagi menerima proyek-proyek baru.. Jadi, buy on HOPE ceritanya :) saya beli juga belum banyak, cuma untuk buka posisi aja soalnya.. :)
15. harga wajar = Rp 1478 ---> MOS = minus 53,25% ---> dari pengalaman, memang susah sekali mendapat saham konstruksi (terutama WIKA) dengan harga wajar yang didapat dari metode valuasi yang ada di sini.
penulisan cara valuasinya dengan lebih detil bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Sekarang coba kita lihat chart-nya.. Duhh, sayang banget ya, saya ngga ngerti gimana caranya untuk copy chart saya (dalam metastock) ke sini. Jadi silakan buka chart masing2 aja ya.. :)
Weekly chart ---> WIKA sudah turun selama 6 candle berturut-turut. Di candle minggu ini, dia terlihat rebound karena sudah close di atas high candle sebelumnya (2230). Tapi ini candle weekly yang close di hari Kamis di tengah jam trading (WIKA skrg 2265), bukan Jumat, jadi mungkin besok (jumat tgl 4 juli) bisa berubah lg candlenya..
Harga di bawah MA 20, tapi masih di atas MA 60. MACD weekly sudah dead cross, tapi mulai mendatar (sepertinya potensi untuk turun lagi sudah melemah). Kalau melihat candle weekly, WIKA sepertinya siap-siap untuk naik lagi. Disclaimer :)
Monthly chart ---> terlihat sideways dengan harga masih di atas MA 20.
Ini aja view saya tentang WIKA. Mudah-mudahan aja, dengan pemerintahan yang baru, infrastruktur kita akan lebih berkembang, karena ngga mungkin akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bila infrastruktur tidak dibangun dengan baik.. :)
Oya, ini bukan rekomendasi beli. Rugi tanggung sendiri, ga dapat barang tanggung sendiri. Your money is your responsibility.. :)
Regards,
V3
Saya jawab, saya sempat beli ADHI waktu januari 2014 kmrn di 1520 dan saya jual april 2014 waktu Q1/2014-nya labanya turun. Dan sejak itu saya belum beli saham konstruksi lagi. Tapi andaikan saya nanti beli, mungkin saya akan beli WIKA, krn dgn Q1/2014, saya tertarik dengan WIKA di saham konstruksi.
Dan karena hari ini saya habis beli WIKA, saya akan tulis analisanya di sini.. :)
Bagi yang belum tau, Laporan keuangan WIKA kuartal 1 /2014 bisa diperoleh di sini :
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx (pada bagian kode/nama perusahaan ketik : WIKA)
LK Q1/2014 WIKA (dalam ribu rupiah)
1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,06x
2. Jumlah ekuitas (tanpa kepentingan non pengendali) = 3.116.479.845 ---> growth = 5,68%
3. Jumlah saham = 6.139.968.000 lembar
4. Book Value (BV) = Rp 3.116.479.845.000 : 6.139.968.000 = Rp 507,59
5. Jumlah aset = 12.867.581.289
6. DER = jumlah liabilitas : total ekuitas = 2,77x ---> saham konstruksi biasanya DER-nya tinggi-tinggi. Tapi saya pikir level DER 2,77x untuk saham konstruksi termasuk rendah. Selain itu, dari jumlah liabilitas, 78,43% adalah liabilitas jangka pendek. Dan liabilitas jangka pendek ini bisa terjamin pelunasannya karena Current ratio sudah di atas 1.
7. Penjualan bersih = 2.791.666.542 ---> growth = 6,24%
8. Laba usaha = 279.336.616 ---> growth = 2%
9. Laba bersih = 183.105.271 ---> growth = 4,35%
10. EPS = Rp 27,32 ---> growth = 6,39%
11. ROE = (4x laba bersih) : jumlah ekuitas (tanpa kepentingan pengendali) = 23,5%
12. Arus kas operasi = minus
13. Kas = 1.143.103.100
14. @ 2265, PER = 2265 : (4x27,32) = 20,73x
PBV = 2265 : 507,59 = 4,46x
Yield = ROE : PBV = 5,27% ---> menurut saya sih, yield sebesar ini sebetulnya ngga terlalu besar. Tapi karena (katanya) di tahun pemilu, proyek2 baru konstruksi cenderung ditunda sampai pemilu selesai (dan aman), sehingga proyek yang didapatkan oleh perusahaan konstruksi belum mencapai apa yang mereka targetkan, maka saya beli saham ini dengan HARAPAN bahwa setelah pemilu berakhir (dan aman), emiten-emiten konstruksi akan banyak lagi menerima proyek-proyek baru.. Jadi, buy on HOPE ceritanya :) saya beli juga belum banyak, cuma untuk buka posisi aja soalnya.. :)
15. harga wajar = Rp 1478 ---> MOS = minus 53,25% ---> dari pengalaman, memang susah sekali mendapat saham konstruksi (terutama WIKA) dengan harga wajar yang didapat dari metode valuasi yang ada di sini.
penulisan cara valuasinya dengan lebih detil bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Sekarang coba kita lihat chart-nya.. Duhh, sayang banget ya, saya ngga ngerti gimana caranya untuk copy chart saya (dalam metastock) ke sini. Jadi silakan buka chart masing2 aja ya.. :)
Weekly chart ---> WIKA sudah turun selama 6 candle berturut-turut. Di candle minggu ini, dia terlihat rebound karena sudah close di atas high candle sebelumnya (2230). Tapi ini candle weekly yang close di hari Kamis di tengah jam trading (WIKA skrg 2265), bukan Jumat, jadi mungkin besok (jumat tgl 4 juli) bisa berubah lg candlenya..
Harga di bawah MA 20, tapi masih di atas MA 60. MACD weekly sudah dead cross, tapi mulai mendatar (sepertinya potensi untuk turun lagi sudah melemah). Kalau melihat candle weekly, WIKA sepertinya siap-siap untuk naik lagi. Disclaimer :)
Monthly chart ---> terlihat sideways dengan harga masih di atas MA 20.
Ini aja view saya tentang WIKA. Mudah-mudahan aja, dengan pemerintahan yang baru, infrastruktur kita akan lebih berkembang, karena ngga mungkin akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bila infrastruktur tidak dibangun dengan baik.. :)
Oya, ini bukan rekomendasi beli. Rugi tanggung sendiri, ga dapat barang tanggung sendiri. Your money is your responsibility.. :)
Regards,
V3
Selasa, 10 Juni 2014
Analisa LK Q1/2014 MTDL
Saya kebetulan lagi iseng ga ada kerjaan, jadi sempet buka bbrp LK untuk dibaca.
Ini nemu 1 saham, yang saya pikir "agak lumayan" prospektif, MTDL.
Saya ngga punya sahamnya, dan juga belum pernah beli sahamnya.
Tapi kebetulan dulu saya sempat bekerja di perusahaan IT, dan MTDL ini termasuk salah satu kompetitor yang lumayan diperhitungkan oleh perusahaan tempat saya bekerja.
Yang mau tau lebih jelas tentang perusahaan ini, silakan baca2 langsung laporan tahunannya ya, atau liat websitenya.. Saya cuma tulis analisa simpel aja tentang saham ini.. :)
Sebelumnya kita liat data sekilas tentang MTDL (saya ambil dari laporan tahunan 2013):
Data dalam Milyar Rp, kecuali EPS
Sales 2009 = 3396,92
Laba usaha 2009 = 128,02
Laba bersih 2009 = 10,06
Ekuitas dan kepentingan non pengendali = 405,28
EPS = Rp 4,93
ROE = 3,14%
Sales 2013 = 7325,3
Laba usaha 2013 = 298,76
Laba bersih 2013 = 113,75
Ekuitas dan kepentingan non pengendali = 930,3
EPS = Rp 50,64
ROE = 17,24%
Dari laporan tahunan, terlihat sales, laba bersih dan EPS MTDL dari 2009, naik terus.
ROE juga membaik, dari 3% di 2009 menjadi 17% di 2013.
Laba bersih tumbuh rata-rata sekitar 83%/tahun.
Jadi, kesimpulan saya, ini perusahaan yang tumbuh cukup baik dalam 4 tahun terakhir.
Sekarang kita lihat LK Q1/2014-nya..
1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,69x
2. total ekuitas yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk = Rp 669.517.052.828 ---> growth = 1,46%
3. Jumlah saham = 2.246.000.000 lembar
4. Book Value = Rp 669.517.052.828 : 2.246.000.000 = Rp 298,09
5. DER = jumlah liabilitas : jumlah ekuitas = 1,31x
6. Jumlah aset = Rp 2.209.504.213.686
7. Sales = Rp 1.785.298.733.604 ---> growth = 27,49%
8. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = Rp 31.376.105.253 ---> growth = 24,28%
9. EPS = Rp 13,97 ---> growth = 24,28%
10. ROE = (4 x laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk) : total ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 18,74%
11. Arus kas operasi minus
12. Kas = Rp 194.430.011.448
13. @ 329, PER = 5,89x
PBV = 1,1x
Yield = ROE : PBV = 17,03%
14. Valuasi = Rp 724 ---> MOS = 54,55%
Kesimpulan : ini saham perusahaan growth yang masih undervalued :)
Disclaimer ya.. :)
Saya sendiri ngga beli karena saya sekarang lebih senang beli saham-saham yang likuiditasnya tinggi walaupun PER-nya lebih besar, demi faktor kenyamanan berinvestasi :)
Sekarang kita coba lihat chart weekly-nya..
MTDL sekarang berada sedikit di bawah MA 20 weekly, dengan candle yang mulai menghijau setelah turun selama 5 candle berturut-turut.
Sepertinya chart weekly mulai akan berbalik arah, dari turun ke naik.
MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200 ---> ini chart saham yang sedang bullish
MACD weekly dead cross, tapi masih di atas 0 (bullish).
Chart daily, MTDL sekarang berada di MA 100 daily.
Kalo melihat chart weekly-daily dan valuasinya sekarang ini, sepertinya sih masuk sekarang (329), termasuk entry point yang bagus, ya.. Disclaimer :)
Ok, ini aja analisa saya tentang MTDL.
Bukan ajakan untuk beli :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Untuk perhitungan detil tentang cara valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Ini nemu 1 saham, yang saya pikir "agak lumayan" prospektif, MTDL.
Saya ngga punya sahamnya, dan juga belum pernah beli sahamnya.
Tapi kebetulan dulu saya sempat bekerja di perusahaan IT, dan MTDL ini termasuk salah satu kompetitor yang lumayan diperhitungkan oleh perusahaan tempat saya bekerja.
Yang mau tau lebih jelas tentang perusahaan ini, silakan baca2 langsung laporan tahunannya ya, atau liat websitenya.. Saya cuma tulis analisa simpel aja tentang saham ini.. :)
Sebelumnya kita liat data sekilas tentang MTDL (saya ambil dari laporan tahunan 2013):
Data dalam Milyar Rp, kecuali EPS
Sales 2009 = 3396,92
Laba usaha 2009 = 128,02
Laba bersih 2009 = 10,06
Ekuitas dan kepentingan non pengendali = 405,28
EPS = Rp 4,93
ROE = 3,14%
Sales 2013 = 7325,3
Laba usaha 2013 = 298,76
Laba bersih 2013 = 113,75
Ekuitas dan kepentingan non pengendali = 930,3
EPS = Rp 50,64
ROE = 17,24%
Dari laporan tahunan, terlihat sales, laba bersih dan EPS MTDL dari 2009, naik terus.
ROE juga membaik, dari 3% di 2009 menjadi 17% di 2013.
Laba bersih tumbuh rata-rata sekitar 83%/tahun.
Jadi, kesimpulan saya, ini perusahaan yang tumbuh cukup baik dalam 4 tahun terakhir.
Sekarang kita lihat LK Q1/2014-nya..
1. Current ratio = jumlah aset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,69x
2. total ekuitas yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk = Rp 669.517.052.828 ---> growth = 1,46%
3. Jumlah saham = 2.246.000.000 lembar
4. Book Value = Rp 669.517.052.828 : 2.246.000.000 = Rp 298,09
5. DER = jumlah liabilitas : jumlah ekuitas = 1,31x
6. Jumlah aset = Rp 2.209.504.213.686
7. Sales = Rp 1.785.298.733.604 ---> growth = 27,49%
8. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = Rp 31.376.105.253 ---> growth = 24,28%
9. EPS = Rp 13,97 ---> growth = 24,28%
10. ROE = (4 x laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk) : total ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk = 18,74%
11. Arus kas operasi minus
12. Kas = Rp 194.430.011.448
13. @ 329, PER = 5,89x
PBV = 1,1x
Yield = ROE : PBV = 17,03%
14. Valuasi = Rp 724 ---> MOS = 54,55%
Kesimpulan : ini saham perusahaan growth yang masih undervalued :)
Disclaimer ya.. :)
Saya sendiri ngga beli karena saya sekarang lebih senang beli saham-saham yang likuiditasnya tinggi walaupun PER-nya lebih besar, demi faktor kenyamanan berinvestasi :)
Sekarang kita coba lihat chart weekly-nya..
MTDL sekarang berada sedikit di bawah MA 20 weekly, dengan candle yang mulai menghijau setelah turun selama 5 candle berturut-turut.
Sepertinya chart weekly mulai akan berbalik arah, dari turun ke naik.
MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200 ---> ini chart saham yang sedang bullish
MACD weekly dead cross, tapi masih di atas 0 (bullish).
Chart daily, MTDL sekarang berada di MA 100 daily.
Kalo melihat chart weekly-daily dan valuasinya sekarang ini, sepertinya sih masuk sekarang (329), termasuk entry point yang bagus, ya.. Disclaimer :)
Ok, ini aja analisa saya tentang MTDL.
Bukan ajakan untuk beli :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Untuk perhitungan detil tentang cara valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Rabu, 04 Juni 2014
Analisa LK Q1/2014 AISA
Beberapa hari yg lalu saya membaca artikel ini di website teguh hidayat :
http://www.teguhhidayat.com/2014/05/belajar-valuasi-kepentingan-non.html
saya pikir artikelnya bagus ya, dan ikut merubah mindset saya dalam menghitung PBV.
Jadi sejak saat ini, tiap posting saya dalam menghitung equity growth, PBV dan juga pertumbuhan laba berjalan, saya akan memperhitungkan kepentingan non pengendali ini di dalamnya.
Saya coba tulis analisa saya tentang LK Q1/2014 AISA. AISA ini salah satu saham favorit saya untuk consumer product. Masuk portofolio saya sejak Juni 2013. Di Q1/2014, ROE AISA bertambah baik, dari skitar 14% thn lalu menjadi 18% di thn ini.
Q1/2014 AISA
1. Current ratio = jumlah asset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,76x
2. Total ekuitas (setelah dikurangi kepentingan non pengendali) = Rp 2.110.242.340.307
---> pertumbuhan ekuitas = 4,87%
3. Jumlah saham = 2.791.135.000 lembar
4. Book Value = Rp 2.110.242.340.307 : 2.791.135.000 = Rp 756,05
5. Jumlah aset = Rp 5.180.535.568.741
6. DER = total liabilitas : total ekuitas = 1,099x
7. Sales = Rp 1.153.221.708.266 ---> growth = 34,94%
8. Laba usaha = Rp 180.921.772.065 ---> growth = 48,63%
9. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk =
Rp 98.067.380.604 ---> growth = 49,33%
10. EPS = Rp 33,52 ---> growth = 49,37%
11. ROE = 18,59%
12. @ 2555, PER = 19,06x
PBV = 3,38x
Yield = ROE : PBV = 5,5% ---> menurut saya, untuk saham consumer, yield 5,5% ini cukup besar
13. Arus kas operasi < laba tahun berjalan
14. Kas = 227.616.100.581
15. Valuasi = Rp 1736 ---> MOS = minus 47%
Dengan rumus valuasi yang ada di blog ini, terlihat bahwa MOS = minus 47%. Tapi pengalaman saya dgn rumus ini, untuk saham2 consumer, farmasi, ritel dan sejenisnya memang biasanya harga wajar yang didapat, selalu jauh lebih kecil.
Mengapa ?
Karena biasanya saham-saham consumer dan teman2nya itu (apalagi yang sedang naik daun) selalu dijual dengan PER yang sangat tinggi, biasanya di atas 20x..
Jadi, untuk saham2 consumer dan sejenisnya, saya punya rumus sendiri yang saya pakai sebagai patokan apakah saham ini masih layak dibeli atau ngga.
Caranya simpel aja.
Selama PER tidak di atas 20x, dan PER ini masih lebih kecil daripada ROE dan growthnya, menurut saya : masih layak dibeli.
Tapi ini hanya pendapat saya ya, kalo orang beda pendapat, it's ok :)
Sekarang kita liat chart AISA.
Kalo liat chart weekly AISA, AISA ini sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. Kalo chart sangat bullish begini, dan ini saham consumer, biasanya beli di MA 60 daily, MA 20 weekly atau MA 60 weekly bisa dipertimbangkan. Sekarang MA 20 weekly AISA ada di 2072. MA 60 weekly ada di 1578. Masih agak jauh sih dari harga sekarang di 2555 :)
Kalo liat chart monthly, lebih serem lagi. 9 candle naik terus ngga berhenti2.. :)
alias kalo beli di harga skrg, takutnya bakal nyangkut sendirian di tiang listrik, hehe.. Disclaimer :)
Ok, ini hanya pandangan saya aja ya.. :) kalo ada yg ngga setuju, gpp.. :)
Yang jelas, your money your responsibility.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
http://www.teguhhidayat.com/2014/05/belajar-valuasi-kepentingan-non.html
saya pikir artikelnya bagus ya, dan ikut merubah mindset saya dalam menghitung PBV.
Jadi sejak saat ini, tiap posting saya dalam menghitung equity growth, PBV dan juga pertumbuhan laba berjalan, saya akan memperhitungkan kepentingan non pengendali ini di dalamnya.
Saya coba tulis analisa saya tentang LK Q1/2014 AISA. AISA ini salah satu saham favorit saya untuk consumer product. Masuk portofolio saya sejak Juni 2013. Di Q1/2014, ROE AISA bertambah baik, dari skitar 14% thn lalu menjadi 18% di thn ini.
Q1/2014 AISA
1. Current ratio = jumlah asset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,76x
2. Total ekuitas (setelah dikurangi kepentingan non pengendali) = Rp 2.110.242.340.307
---> pertumbuhan ekuitas = 4,87%
3. Jumlah saham = 2.791.135.000 lembar
4. Book Value = Rp 2.110.242.340.307 : 2.791.135.000 = Rp 756,05
5. Jumlah aset = Rp 5.180.535.568.741
6. DER = total liabilitas : total ekuitas = 1,099x
7. Sales = Rp 1.153.221.708.266 ---> growth = 34,94%
8. Laba usaha = Rp 180.921.772.065 ---> growth = 48,63%
9. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk =
Rp 98.067.380.604 ---> growth = 49,33%
10. EPS = Rp 33,52 ---> growth = 49,37%
11. ROE = 18,59%
12. @ 2555, PER = 19,06x
PBV = 3,38x
Yield = ROE : PBV = 5,5% ---> menurut saya, untuk saham consumer, yield 5,5% ini cukup besar
13. Arus kas operasi < laba tahun berjalan
14. Kas = 227.616.100.581
15. Valuasi = Rp 1736 ---> MOS = minus 47%
Dengan rumus valuasi yang ada di blog ini, terlihat bahwa MOS = minus 47%. Tapi pengalaman saya dgn rumus ini, untuk saham2 consumer, farmasi, ritel dan sejenisnya memang biasanya harga wajar yang didapat, selalu jauh lebih kecil.
Mengapa ?
Karena biasanya saham-saham consumer dan teman2nya itu (apalagi yang sedang naik daun) selalu dijual dengan PER yang sangat tinggi, biasanya di atas 20x..
Jadi, untuk saham2 consumer dan sejenisnya, saya punya rumus sendiri yang saya pakai sebagai patokan apakah saham ini masih layak dibeli atau ngga.
Caranya simpel aja.
Selama PER tidak di atas 20x, dan PER ini masih lebih kecil daripada ROE dan growthnya, menurut saya : masih layak dibeli.
Tapi ini hanya pendapat saya ya, kalo orang beda pendapat, it's ok :)
Sekarang kita liat chart AISA.
Kalo liat chart weekly AISA, AISA ini sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. Kalo chart sangat bullish begini, dan ini saham consumer, biasanya beli di MA 60 daily, MA 20 weekly atau MA 60 weekly bisa dipertimbangkan. Sekarang MA 20 weekly AISA ada di 2072. MA 60 weekly ada di 1578. Masih agak jauh sih dari harga sekarang di 2555 :)
Kalo liat chart monthly, lebih serem lagi. 9 candle naik terus ngga berhenti2.. :)
alias kalo beli di harga skrg, takutnya bakal nyangkut sendirian di tiang listrik, hehe.. Disclaimer :)
Ok, ini hanya pandangan saya aja ya.. :) kalo ada yg ngga setuju, gpp.. :)
Yang jelas, your money your responsibility.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Jumat, 16 Mei 2014
Analisa LK Q1/2014 BBRI
BBRI saya ngga punya sahamnya, karena saya hanya beli saham syariah. Tapi karena saya juga mengelola dana pensiun orang tua saya, saya masukkan saham BBRI ini ke dalam portofolio saham orang tua saya.
BBRI saya suka, karena kinerjanya naik terus. Ada yang bilang, BBRI ini saham bank paling profitable sedunia, karena ROE-nya terbesar di dunia.. :)
Bahkan saya pernah baca juga di mana, waktu krisis 1998 pun, BBRI masih mencetak laba juga, tidak merugi. Tapi saya belum bisa cek langsung ke LK-nya, karena LK thn 1998 sudah ngga ada di website BEI.. :)
LK Q1/2014 BBRI (juta Rp)
Untuk bank, saya ngga banyak analisa. Cuma liat beberapa data aja.
1. Ekuitas = 79.092.137 ; growth = minus 0,3%
2. Jumlah saham = 24.669.162.000 lembar saham
3. Book Value = Rp 79.092.137.000.000 : 24.669.162.000 = Rp 3206,114
4. Aset = 615.718.605
5. Laba operasional = 6.805.982 ; growth = 16,17%
6. laba periode berjalan = 5.937.711 ; growth = 16,73%
7. EPS = Rp 240,57 ; growth = 16,71%
8. ROE = 30,03%
9. @ 10750, PER = 11,17x
PBV = 3,35x
Yield = 8,96%
10. harga wajar = Rp 13.758 ---> MOS = 21,86%
Secara TA, BBRI sekarang sangat bullish. Di chart weekly, MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. MACD Weekly juga sudah jauh di atas 0.
Untuk investor yang maunya beli di harga diskon, memang sepertinya beli BBRI sekarang ini sdh ngga menarik.
MA 100 weekly ada di 7934, sudah cukup jauh dari harga sekarang, alias potensi dia turun dulu, juga semakin besar.
Kalo pakai cara sederhana, kita hitung saja :
* potensi naik ke harga wajar (13758) = 21,86%
* resiko turun ke MA 100 weeky (7934) = 26,19%
Resiko turun lebih besar daripada potensi naik.. :)
Disclaimer ya.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang juga tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Oya, untuk tambahan, untuk chart weekly saham yang sangat bulllish (MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200), untuk melakukan pembelian bisa dipertimbangkan apabila saham menyentuh MA 20 atau MA 60 (daily atau weekly). Kalau saya, untuk saham yang saya sudah punya banyak, biasanya saya hanya mau nambah beli di MA 100 weekly atau di bawahnya.
Tapi kalau saham ini baru punya sedikit, atau memang saya tertarik sekali dengan sahamnya, biasanya saya suka nungguin di MA 20 atau 60 daily/weekly, tergantung situasi aja... :)
Kalo untuk posisi awal, belum punya sama sekali, bisa aja langsung beli saat itu juga, biar ngga penasaran, tapi dengan porsi kecil... :)
begitu turun lagi, nambah beli lagi.
kalo dia malah naik, ya nambah lg juga.. :)))
yang jelas, pd saat beli, harus yakin bahwa we buy good stock at reasonable price, jadi kalo dibawa turun pun, kita ngga panik. Paling ya tutup laptop aja dulu... :)))))
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
BBRI saya suka, karena kinerjanya naik terus. Ada yang bilang, BBRI ini saham bank paling profitable sedunia, karena ROE-nya terbesar di dunia.. :)
Bahkan saya pernah baca juga di mana, waktu krisis 1998 pun, BBRI masih mencetak laba juga, tidak merugi. Tapi saya belum bisa cek langsung ke LK-nya, karena LK thn 1998 sudah ngga ada di website BEI.. :)
LK Q1/2014 BBRI (juta Rp)
Untuk bank, saya ngga banyak analisa. Cuma liat beberapa data aja.
1. Ekuitas = 79.092.137 ; growth = minus 0,3%
2. Jumlah saham = 24.669.162.000 lembar saham
3. Book Value = Rp 79.092.137.000.000 : 24.669.162.000 = Rp 3206,114
4. Aset = 615.718.605
5. Laba operasional = 6.805.982 ; growth = 16,17%
6. laba periode berjalan = 5.937.711 ; growth = 16,73%
7. EPS = Rp 240,57 ; growth = 16,71%
8. ROE = 30,03%
9. @ 10750, PER = 11,17x
PBV = 3,35x
Yield = 8,96%
10. harga wajar = Rp 13.758 ---> MOS = 21,86%
Secara TA, BBRI sekarang sangat bullish. Di chart weekly, MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. MACD Weekly juga sudah jauh di atas 0.
Untuk investor yang maunya beli di harga diskon, memang sepertinya beli BBRI sekarang ini sdh ngga menarik.
MA 100 weekly ada di 7934, sudah cukup jauh dari harga sekarang, alias potensi dia turun dulu, juga semakin besar.
Kalo pakai cara sederhana, kita hitung saja :
* potensi naik ke harga wajar (13758) = 21,86%
* resiko turun ke MA 100 weeky (7934) = 26,19%
Resiko turun lebih besar daripada potensi naik.. :)
Disclaimer ya.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang juga tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Oya, untuk tambahan, untuk chart weekly saham yang sangat bulllish (MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200), untuk melakukan pembelian bisa dipertimbangkan apabila saham menyentuh MA 20 atau MA 60 (daily atau weekly). Kalau saya, untuk saham yang saya sudah punya banyak, biasanya saya hanya mau nambah beli di MA 100 weekly atau di bawahnya.
Tapi kalau saham ini baru punya sedikit, atau memang saya tertarik sekali dengan sahamnya, biasanya saya suka nungguin di MA 20 atau 60 daily/weekly, tergantung situasi aja... :)
Kalo untuk posisi awal, belum punya sama sekali, bisa aja langsung beli saat itu juga, biar ngga penasaran, tapi dengan porsi kecil... :)
begitu turun lagi, nambah beli lagi.
kalo dia malah naik, ya nambah lg juga.. :)))
yang jelas, pd saat beli, harus yakin bahwa we buy good stock at reasonable price, jadi kalo dibawa turun pun, kita ngga panik. Paling ya tutup laptop aja dulu... :)))))
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Analisa LK Q1/2014 PTBA
Dari hasil Q1/2014, ada 2 saham coal yang masuk ke keranjang portofolio saya, PTBA dan ADRO. Saya suka PTBA krn cadangan batubaranya yang terbesar, katanya bisa untuk 100thn ke depan.. :) Kalo ADRO saya beli krn saya suka growthnya dan harganya juga masih murah, menurut saya..
LK Q1/2014 PTBA (juta Rp)
1. Current ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 2,09x
2. DER = total liabilitas : total ekuitas = 0,71x
3. jumlah ekuitas = 7.104.398 ; growth = minus 1%
4. jumlah saham = 2.340.131.850 lembar
5. Book Value = Rp 7.104.398.000.000 : 2.340.131.850 = Rp 3035,896
6. jumlah aset = 12.150.595
7. Penjualan = 3.093.648 ; growth = 11,39%
8. Laba usaha = 666.994; growth = 13,12%
9. Laba periode berjalan = 541.694 ; growth = 8,85%
10. EPS = Rp 247 ; growth = 14,88%
11. ROE = 30,5%
12. Arus kas operasi < laba periode berjalan
13. Kas = 3.573.019
14. @ 10800, PER = 10,93x
PBV = 3,56x
Yield = ROE : PBV = 8,57%
15. harga wajar = Rp 14180 ---> MOS = 23,8%
Dari chart, PTBA sekarang masih berada di bawah MA 100 Weekly, dan MACD Weekly juga masih di bawah 0. Menurut pengalaman saya, biasanya kalo saham ada growth, harga di bawah MA 100 weekly dan MACD weekly masih di bawah 0, saham ini masih murah.. :)
Yield-nya juga masih di atas BI rate dan MOS pun masih 23%. Jadi saya masih optimis, upside untuk PTBA ini masih lumayan, walaupun mungkin belum akan bisa balik ke all time high-nya karena labanya juga belum cetak all time high.. :)
Disclaimer ya.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang juga tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
LK Q1/2014 PTBA (juta Rp)
1. Current ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 2,09x
2. DER = total liabilitas : total ekuitas = 0,71x
3. jumlah ekuitas = 7.104.398 ; growth = minus 1%
4. jumlah saham = 2.340.131.850 lembar
5. Book Value = Rp 7.104.398.000.000 : 2.340.131.850 = Rp 3035,896
6. jumlah aset = 12.150.595
7. Penjualan = 3.093.648 ; growth = 11,39%
8. Laba usaha = 666.994; growth = 13,12%
9. Laba periode berjalan = 541.694 ; growth = 8,85%
10. EPS = Rp 247 ; growth = 14,88%
11. ROE = 30,5%
12. Arus kas operasi < laba periode berjalan
13. Kas = 3.573.019
14. @ 10800, PER = 10,93x
PBV = 3,56x
Yield = ROE : PBV = 8,57%
15. harga wajar = Rp 14180 ---> MOS = 23,8%
Dari chart, PTBA sekarang masih berada di bawah MA 100 Weekly, dan MACD Weekly juga masih di bawah 0. Menurut pengalaman saya, biasanya kalo saham ada growth, harga di bawah MA 100 weekly dan MACD weekly masih di bawah 0, saham ini masih murah.. :)
Yield-nya juga masih di atas BI rate dan MOS pun masih 23%. Jadi saya masih optimis, upside untuk PTBA ini masih lumayan, walaupun mungkin belum akan bisa balik ke all time high-nya karena labanya juga belum cetak all time high.. :)
Disclaimer ya.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang juga tanggung sendiri.. :)
Regards,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Rabu, 14 Mei 2014
Analisa LK Q1/2014 PWON
PWON saya ngga punya sahamnya. Tapi saya suka dengan saham ini jg krn kinerjanya dari 2010 terus naik hingga sekarang. Pendapatan berulang (recurring income) PWON juga cukup tinggi, skitar 50%. Menurut saya, PWON ini termasuk perusahaan sehat, tapi sayang land bank-nya ngga besar..
LK Q1/2014 PWON (ribu Rp)
1. Current ratio = 1,37x
2. jumlah ekuitas = 4.506.782.883 ; growth = 9,85%
3. jumlah saham = 48.159.602.400 lembar saham
4. jumlah aset = 9.632.869.535
5. DER = 1,13x
6. Book Value = Rp 4.506.782.883.000 : 48.159.602.400 = Rp 93,58
7. Pendapatan = 825.055.873 ; growth = 14,72%
8. Laba bersih periode berjalan = 404.274.001 ; growth = 28,94%
9. EPS = Rp 7,35 ; growth = 18,16%
10. ROE = 35,88%
11. Arus kas operasi < laba bersih periode berjalan
12. Kas = 2.188.428.407
13. @ 395, PER = 13,44x
PBV = 4,22x
Yield = 8,5%
14. Harga wajar = Rp 440 ---> MOS = 10,22%
Secara TA, PWON di chart weekly, sudah sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. MACD weekly jg sdh di atas 0. Buat investor yang suka harga diskon, beli di harga sekarang sebenarnya sdh ngga menarik lagi... :)
Disclaimer ya.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
LK Q1/2014 PWON (ribu Rp)
1. Current ratio = 1,37x
2. jumlah ekuitas = 4.506.782.883 ; growth = 9,85%
3. jumlah saham = 48.159.602.400 lembar saham
4. jumlah aset = 9.632.869.535
5. DER = 1,13x
6. Book Value = Rp 4.506.782.883.000 : 48.159.602.400 = Rp 93,58
7. Pendapatan = 825.055.873 ; growth = 14,72%
8. Laba bersih periode berjalan = 404.274.001 ; growth = 28,94%
9. EPS = Rp 7,35 ; growth = 18,16%
10. ROE = 35,88%
11. Arus kas operasi < laba bersih periode berjalan
12. Kas = 2.188.428.407
13. @ 395, PER = 13,44x
PBV = 4,22x
Yield = 8,5%
14. Harga wajar = Rp 440 ---> MOS = 10,22%
Secara TA, PWON di chart weekly, sudah sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. MACD weekly jg sdh di atas 0. Buat investor yang suka harga diskon, beli di harga sekarang sebenarnya sdh ngga menarik lagi... :)
Disclaimer ya.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Analisa LK Q1/2014 LPKR
Untuk saham properti, saya hanya punya 2, LPKR dan BSDE. Tapi saya hanya akan tulis LPKR saja di sini, krn ada growth yang cukup tinggi di pendapatan dan labanya..
LK Q1/2014 LPKR
1. Current ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 4,55x
2. jumlah ekuitas = 15.115.972.321 ; growth = 6,61%
3. jumlah saham = 23.077.689.619 lembar
4. jumlah aset = 31.615.302.376.569
5. DER = 1,09x
6. Book Value = jumlah ekuitas : jumlah saham = Rp 654,97
7. Pendapatan = 2.011.471.549.220 ; growth = 36,2%
8. Laba usaha = 552.502.181.909 ; growth = 39,13%
9. Laba periode berjalan = 463.407.574.760 ; growth = 33%
10. EPS = Rp 14,89 ; growth = 34,75%
11. ROE = 12,26%
12. Arus kas operasi = negatif
13. Kas = 1.944.543.715.855
14. @ 1130, PER = 18,97x
PBV = 1,73x
Yield = 7,09%
15. Harga wajar = Rp 727 ---> MOS = minus 35,67%
LPKR bila dilihat secara yield dan MOS, sepertinya memang ngga menarik. Tapi saya suka dengan saham properti ini karena dia leader di property, dan pendapatan berulangnya jg cukup banyak (skitar 50% dari pendapatannya).
Secara TA, LPKR sekarang berada di atas MA 100 Weekly, dan MACD Weekly sdh > 0 (bullish). Dengan LK Q1 yang growth-nya cukup baik, saya optimis sih saham ini bisa kembali ke atas all time high-nya (1850), sehingga potensi upside untuk LPKR dlm setahun ini skitar 63% (dari 1130 ke 1850).
DISCLAIMER ya.. :) Bukan ajakan untuk membeli.
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan tentang cara valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
LK Q1/2014 LPKR
1. Current ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 4,55x
2. jumlah ekuitas = 15.115.972.321 ; growth = 6,61%
3. jumlah saham = 23.077.689.619 lembar
4. jumlah aset = 31.615.302.376.569
5. DER = 1,09x
6. Book Value = jumlah ekuitas : jumlah saham = Rp 654,97
7. Pendapatan = 2.011.471.549.220 ; growth = 36,2%
8. Laba usaha = 552.502.181.909 ; growth = 39,13%
9. Laba periode berjalan = 463.407.574.760 ; growth = 33%
10. EPS = Rp 14,89 ; growth = 34,75%
11. ROE = 12,26%
12. Arus kas operasi = negatif
13. Kas = 1.944.543.715.855
14. @ 1130, PER = 18,97x
PBV = 1,73x
Yield = 7,09%
15. Harga wajar = Rp 727 ---> MOS = minus 35,67%
LPKR bila dilihat secara yield dan MOS, sepertinya memang ngga menarik. Tapi saya suka dengan saham properti ini karena dia leader di property, dan pendapatan berulangnya jg cukup banyak (skitar 50% dari pendapatannya).
Secara TA, LPKR sekarang berada di atas MA 100 Weekly, dan MACD Weekly sdh > 0 (bullish). Dengan LK Q1 yang growth-nya cukup baik, saya optimis sih saham ini bisa kembali ke atas all time high-nya (1850), sehingga potensi upside untuk LPKR dlm setahun ini skitar 63% (dari 1130 ke 1850).
DISCLAIMER ya.. :) Bukan ajakan untuk membeli.
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan tentang cara valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Selasa, 13 Mei 2014
Analisa LK Q1/2014 ASII
LK Q1/2014 ASII (milyar Rp) :
1. Current ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 1,25x
2. aset = 222.387
3. ekuitas = 113.101; growth = 6,51%
4. jumlah saham = 40.483.553.140
5. Book Value (BV) = Rp 113.101.000.000.000 : 40.483.553.140 = Rp 2793,752
6. DER = 0,97x
7. Sales = 49.281 ; growth = 6,73%
8. Laba periode berjalan = 5.710 ; growth = 15,45%
9. EPS = Rp 117; growth = 10,38%
10. ROE = (4 x 5710) : 113.101 = 20,19%
11. Arus kas operasi < laba periode berjalan
12. Kas = 18.369
13. @ 7425, PER = 15,87x
PBV = 2,66x
Yield = ROE : PBV = 7,59%
14. Harga wajar = Rp 6149 ---> MOS = Minus 20,75%
MACD Weekly ASII sdh di atas 0 (bullish). MA 100 Weekly ada di skitar 7107. Dengan MOS yang minus 20% dan Yield yang ngga begitu jauh di atas BI rate, sepertinya kalo untuk beli ASII di harga 7425 memang kurang menarik. Tapi di chart weekly, ASII sepertinya ada support lumayan kuat di 7350. Jadi silakan ditimbang sendiri, apakah di 7350, ASII sdh cukup menarik/belum untuk dibeli... :)
Oya, menurut saya, beli ASII mulai menarik krn ada emiten CPO (AALI) dan alat berat (UNTR) di dalamnya, yang sepertinya sdh mulai pulih kinerjanya..
Semuanya DISCLAIMER :)
Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang jg tanggung sendiri. Your money, your responsibility.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan cara valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
1. Current ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 1,25x
2. aset = 222.387
3. ekuitas = 113.101; growth = 6,51%
4. jumlah saham = 40.483.553.140
5. Book Value (BV) = Rp 113.101.000.000.000 : 40.483.553.140 = Rp 2793,752
6. DER = 0,97x
7. Sales = 49.281 ; growth = 6,73%
8. Laba periode berjalan = 5.710 ; growth = 15,45%
9. EPS = Rp 117; growth = 10,38%
10. ROE = (4 x 5710) : 113.101 = 20,19%
11. Arus kas operasi < laba periode berjalan
12. Kas = 18.369
13. @ 7425, PER = 15,87x
PBV = 2,66x
Yield = ROE : PBV = 7,59%
14. Harga wajar = Rp 6149 ---> MOS = Minus 20,75%
MACD Weekly ASII sdh di atas 0 (bullish). MA 100 Weekly ada di skitar 7107. Dengan MOS yang minus 20% dan Yield yang ngga begitu jauh di atas BI rate, sepertinya kalo untuk beli ASII di harga 7425 memang kurang menarik. Tapi di chart weekly, ASII sepertinya ada support lumayan kuat di 7350. Jadi silakan ditimbang sendiri, apakah di 7350, ASII sdh cukup menarik/belum untuk dibeli... :)
Oya, menurut saya, beli ASII mulai menarik krn ada emiten CPO (AALI) dan alat berat (UNTR) di dalamnya, yang sepertinya sdh mulai pulih kinerjanya..
Semuanya DISCLAIMER :)
Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang jg tanggung sendiri. Your money, your responsibility.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan cara valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Analisa LK Q1/2014 INDF
INDF ini sdh bbrp periode, masuk radar watchlist saya, tapi ternyata baru menarik minat saya untuk beli ketika Q1/2014-nya keluar. Selama bbrp triwulan ini, kinerja INDF selalu turun karena terseret SIMP dan LSIP yang kinerjanya jg turun terus. Tapi di Q1/2014, INDF terlihat mulai ada perbaikan..
Q1/2014 INDF (juta Rp)
Q1/2014 INDF (juta Rp)
1. Current Ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 1,62x
2. ekuitas = 39.246.192 ; growth = 2,28%
3. DER = 1,07x
4. aset = 81.356.290
5. jumlah saham = 8.780.426.500 lembar saham
6. Book Value (BV) = ekuitas : jumlah saham
= 39.246.192.000.000 : 8.780.426.500
= Rp 4469,74
7. Sales = 16.365.578 ; growth = 26,93%
8. Laba usaha = 1.961.734 ; growth = 46,57%
9. EPS = Rp 156 ; growth = 90,24%
10. ROE = (4 x laba berjalan) : ekuitas = 17,84%
11. arus kas operasi > laba periode berjalan
12. kas = 14.418.537
13. @ 7050, PER = 11,3x
PBV = 1,58x
Yield = 11,29%
14. Harga wajar = Rp 8026 ---> MOS = 12,16%
Secara TA, MACD weekly INDF ada di atas 0 (bullish) dan sudah Dead Cross, dan berada di sekitar MA 60 weekly. MA 100 weekly ada di skitar 6520.
Saya tertarik dengan INDF, karena ada emiten CPO di sini (LSIP dan SIMP) dan juga ICBP. Dan menurut saya, beli INDF di harga sekarang lebih bernilai karena yield-nya lebih besar daripada beli LSIP, SIMP atau ICBP. Disclaimer.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang tanggung sendiri.. :)
Gudlak.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan cara valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
2. ekuitas = 39.246.192 ; growth = 2,28%
3. DER = 1,07x
4. aset = 81.356.290
5. jumlah saham = 8.780.426.500 lembar saham
6. Book Value (BV) = ekuitas : jumlah saham
= 39.246.192.000.000 : 8.780.426.500
= Rp 4469,74
7. Sales = 16.365.578 ; growth = 26,93%
8. Laba usaha = 1.961.734 ; growth = 46,57%
9. EPS = Rp 156 ; growth = 90,24%
10. ROE = (4 x laba berjalan) : ekuitas = 17,84%
11. arus kas operasi > laba periode berjalan
12. kas = 14.418.537
13. @ 7050, PER = 11,3x
PBV = 1,58x
Yield = 11,29%
14. Harga wajar = Rp 8026 ---> MOS = 12,16%
Secara TA, MACD weekly INDF ada di atas 0 (bullish) dan sudah Dead Cross, dan berada di sekitar MA 60 weekly. MA 100 weekly ada di skitar 6520.
Saya tertarik dengan INDF, karena ada emiten CPO di sini (LSIP dan SIMP) dan juga ICBP. Dan menurut saya, beli INDF di harga sekarang lebih bernilai karena yield-nya lebih besar daripada beli LSIP, SIMP atau ICBP. Disclaimer.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang tanggung sendiri.. :)
Gudlak.. :)
Rgds,
V3
Untuk hitungan cara valuasinya, bisa dilihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
Analisa LK Q1/2014 ADRO
Bismillah, kangen juga ya, untuk nulis, stelah sekian lama vakum.. :)
Mulai hari ini, saya mau coba utk nulis analisa lagi di blog ini.. Tapi saya mohon maaf ya, untuk setiap komentar yang mungkin ngga sempat dibalas, atau untuk setiap email yang mungkin jg ngga bisa dibalas..
Dulu saya putuskan untuk berhenti nulis d sini, krn saya bs dpt kiriman email ratusan tiap minggu. Dan akhirnya waktu saya banyak habis utk balesin email2 aja (itu pun masih suka ngga tenang, apalagi kalo ada email yang nanya lagi - nanya lagi krn mungkin saya ngga bs menjawab pertanyaannya dgn memuaskan.. :)))
Sekarang saya coba analisa lagi, dengan analisa yang saya usahakan lbh simpel drpd sebelumnya. Mudah2an bermanfaat. Tapi saya ngga tanggung jawab ya, kalo analisa saya nanti bikin rugi yang baca.. Pokoknya, your money your responsibility. Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang jg tanggung sendiri, ya.. :))
Ini analisa pertama yang saya tulis, Q1/2014 ADRO (LK dalam ribu USD) :
1. Current Ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 2,05x
2. DER = [ (jumlah liabilitas dan ekuitas) - jumlah ekuitas ] : jumlah ekuitas = 1,07x
3. jumlah ekuitas = 3.327.292 , growth = 4,14%
4. jumlah aset = 6.894.791
5. Jumlah saham = 31.985.962.000 lembar saham
6. Book Value (BV) = jumlah ekuitas : jumlah lembar saham
= 3.327.292.000 : 31.985.962.000 = $ 0,1040235
asumsi 1 $ = Rp 11.000, maka BV = $ 0,01040235 x Rp 11.000 = Rp 1144,26
7. Sales = 844.699 , growth = 14,06%
8. Laba usaha = 241.515, growth = 143,64%
9. Laba periode berjalan = 131.318, growth = 344,47%
10. EPS = $ 0,00373, growth = 344%.
EPS = $ 0,00373 x Rp 11.000 = Rp 41,03
11. ROE = ( laba periode berjalan x 4 ) : ekuitas = (131.318 x4 ) : 3.327.292 = 15,79%
12. arus kas operasi < laba berjalan
13. kas = 828.185
14. @ 1230, PER = 1230 : (4 x 41,03) = 7,49x.
PBV = 1230 : 1144,26 = 1,07x
Yield = ROE : PBV = 15,79% : 1,07 = 14,76%
Ttg Yield, sekarang saya lbh suka menggunakan metode ini utk buy/hold/sell. Karena yield ini akan terus membesar nilainya selama kita hold saham bagus yang terus tumbuh. Selain itu, yield ini nilainya absolut, beda dengan harga wajar saham, yang bisa beda-beda menurut analis.
Yield di atas BI rate, kalo untuk saham berfundamental bagus, menurut saya, itu sdh baik. Lebih besar lebih bagus :)
Bila menggunakan metode valuasi yang ada d blog ini, maka harga wajar ADRO adalah 2071 --> MOS = 40,61%
Kalo liat TA, MACD Weekly ADRO sdh di atas 0, alias sdh bullish. Biasanya saya lbh suka beli saham kalo MACD Weekly msh di bawah 0 dan baru saja Golden CRoss, atau msh di bawah MA 100 Weekly, karena biasanya masih dpt harga murah. Sekarang, ADRO sdh sedikit di atas MA 100 Weekly. Tapi kalo liat yield-nya, spertinya masuk di harga sekarang jg belum telat-telat amat, bila horison investasinya jg agak panjang (minimal 3 bulan). Disclaimer ya.. :)
Buat saya, ADRO menarik untuk dibeli buat invest. Apalagi saham coal selama ini turun terus labanya, dan baru di Q1/2014 ini laba ADRO tumbuh lagi. Sepertinya ini waktunya untuk mulai beli saham coal lagi.. Disclaimer.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang tanggung sendiri, ya :)
Rgds,
V3
Saya tambahkan sedikit dengan cara valuasi yang saya pakai, ya..
Saya pakai metode valuasi yang saya dapat dari milis Obrolan Bandar (OB) di tahun 2009-2010, yang dikirim oleh Pak TOM DS. Tapi metode ini hanya saya tulis versi simpelnya aja, biar langsung bisa diaplikasikan ngga ribet-ribet.
1. BI rate sekarang = 7,5%.
Tentukan yield SUN = 1% + BI rate = 1% + 7,5% = 8,5%
Tentukan PER SUN = 1 : yield SUN = 1: 8,5% = 11,7647
2. Cari PER wajar saham, caranya :
a. ROE - Yield SUN = 15,79% - 8,5% = 7,29%
b. PER wajar saham = (7,29% x 11,7647) + 11,7647 = 12,6223
3. Cari harga wajar saham = EPS annualized x PER wajar saham
= 4 x Rp 41,03 x 12,6223 = Rp 2071
4. Cari MOS = 1 - (harga sekarang : harga wajar) = 1 - (1230 : 2071) = 40,6%
Yang perlu diperhatikan, metode ini tidak menjamin selalu benar, karena memang tidak ada metode yang selalu benar di bursa saham. Tapi saya suka dengan metode ini karena cukup simpel, dan memasukkan faktor ROE juga BI rate di dalamnya.
Biasanya untuk saham-saham consumer, farmasi, ritel, hasil valuasi yang didapat suka terlalu kecil (alias saham dijual di market dengan harga yang sangat overvalued). Dan untuk mengatasinya, saya punya prinsip sendiri dalam membeli saham-saham tersebut di atas.
Caranya : selama PER tidak di atas 20x, dan PER masih lebih kecil daripada ROE dan growth, berarti sahamnya masih murah. That's it :)
Ok, mdh-mudahan bermanfaat, ya.. :)
Mulai hari ini, saya mau coba utk nulis analisa lagi di blog ini.. Tapi saya mohon maaf ya, untuk setiap komentar yang mungkin ngga sempat dibalas, atau untuk setiap email yang mungkin jg ngga bisa dibalas..
Dulu saya putuskan untuk berhenti nulis d sini, krn saya bs dpt kiriman email ratusan tiap minggu. Dan akhirnya waktu saya banyak habis utk balesin email2 aja (itu pun masih suka ngga tenang, apalagi kalo ada email yang nanya lagi - nanya lagi krn mungkin saya ngga bs menjawab pertanyaannya dgn memuaskan.. :)))
Sekarang saya coba analisa lagi, dengan analisa yang saya usahakan lbh simpel drpd sebelumnya. Mudah2an bermanfaat. Tapi saya ngga tanggung jawab ya, kalo analisa saya nanti bikin rugi yang baca.. Pokoknya, your money your responsibility. Rugi tanggung sendiri, ngga punya barang jg tanggung sendiri, ya.. :))
Ini analisa pertama yang saya tulis, Q1/2014 ADRO (LK dalam ribu USD) :
1. Current Ratio = aset lancar : liabilitas jangka pendek = 2,05x
2. DER = [ (jumlah liabilitas dan ekuitas) - jumlah ekuitas ] : jumlah ekuitas = 1,07x
3. jumlah ekuitas = 3.327.292 , growth = 4,14%
4. jumlah aset = 6.894.791
5. Jumlah saham = 31.985.962.000 lembar saham
6. Book Value (BV) = jumlah ekuitas : jumlah lembar saham
= 3.327.292.000 : 31.985.962.000 = $ 0,1040235
asumsi 1 $ = Rp 11.000, maka BV = $ 0,01040235 x Rp 11.000 = Rp 1144,26
7. Sales = 844.699 , growth = 14,06%
8. Laba usaha = 241.515, growth = 143,64%
9. Laba periode berjalan = 131.318, growth = 344,47%
10. EPS = $ 0,00373, growth = 344%.
EPS = $ 0,00373 x Rp 11.000 = Rp 41,03
11. ROE = ( laba periode berjalan x 4 ) : ekuitas = (131.318 x4 ) : 3.327.292 = 15,79%
12. arus kas operasi < laba berjalan
13. kas = 828.185
14. @ 1230, PER = 1230 : (4 x 41,03) = 7,49x.
PBV = 1230 : 1144,26 = 1,07x
Yield = ROE : PBV = 15,79% : 1,07 = 14,76%
Ttg Yield, sekarang saya lbh suka menggunakan metode ini utk buy/hold/sell. Karena yield ini akan terus membesar nilainya selama kita hold saham bagus yang terus tumbuh. Selain itu, yield ini nilainya absolut, beda dengan harga wajar saham, yang bisa beda-beda menurut analis.
Yield di atas BI rate, kalo untuk saham berfundamental bagus, menurut saya, itu sdh baik. Lebih besar lebih bagus :)
Bila menggunakan metode valuasi yang ada d blog ini, maka harga wajar ADRO adalah 2071 --> MOS = 40,61%
Kalo liat TA, MACD Weekly ADRO sdh di atas 0, alias sdh bullish. Biasanya saya lbh suka beli saham kalo MACD Weekly msh di bawah 0 dan baru saja Golden CRoss, atau msh di bawah MA 100 Weekly, karena biasanya masih dpt harga murah. Sekarang, ADRO sdh sedikit di atas MA 100 Weekly. Tapi kalo liat yield-nya, spertinya masuk di harga sekarang jg belum telat-telat amat, bila horison investasinya jg agak panjang (minimal 3 bulan). Disclaimer ya.. :)
Buat saya, ADRO menarik untuk dibeli buat invest. Apalagi saham coal selama ini turun terus labanya, dan baru di Q1/2014 ini laba ADRO tumbuh lagi. Sepertinya ini waktunya untuk mulai beli saham coal lagi.. Disclaimer.. :)
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang tanggung sendiri, ya :)
Rgds,
V3
Saya tambahkan sedikit dengan cara valuasi yang saya pakai, ya..
Saya pakai metode valuasi yang saya dapat dari milis Obrolan Bandar (OB) di tahun 2009-2010, yang dikirim oleh Pak TOM DS. Tapi metode ini hanya saya tulis versi simpelnya aja, biar langsung bisa diaplikasikan ngga ribet-ribet.
1. BI rate sekarang = 7,5%.
Tentukan yield SUN = 1% + BI rate = 1% + 7,5% = 8,5%
Tentukan PER SUN = 1 : yield SUN = 1: 8,5% = 11,7647
2. Cari PER wajar saham, caranya :
a. ROE - Yield SUN = 15,79% - 8,5% = 7,29%
b. PER wajar saham = (7,29% x 11,7647) + 11,7647 = 12,6223
3. Cari harga wajar saham = EPS annualized x PER wajar saham
= 4 x Rp 41,03 x 12,6223 = Rp 2071
4. Cari MOS = 1 - (harga sekarang : harga wajar) = 1 - (1230 : 2071) = 40,6%
Yang perlu diperhatikan, metode ini tidak menjamin selalu benar, karena memang tidak ada metode yang selalu benar di bursa saham. Tapi saya suka dengan metode ini karena cukup simpel, dan memasukkan faktor ROE juga BI rate di dalamnya.
Biasanya untuk saham-saham consumer, farmasi, ritel, hasil valuasi yang didapat suka terlalu kecil (alias saham dijual di market dengan harga yang sangat overvalued). Dan untuk mengatasinya, saya punya prinsip sendiri dalam membeli saham-saham tersebut di atas.
Caranya : selama PER tidak di atas 20x, dan PER masih lebih kecil daripada ROE dan growth, berarti sahamnya masih murah. That's it :)
Ok, mdh-mudahan bermanfaat, ya.. :)
Rabu, 29 Mei 2013
PAMIT...
Dear all, ini adalah posting terakhir saya di blog ini..
Karena alasan yang ngga bisa saya ungkapkan di sini, blog ini sdh ngga bs saya kelola lagi.. :(
Tapi semua posting yg pernah saya buat, akan tetap ada di sini.
Ada bbrp topik yang saya pikir lumayan bagus utk pembelajaran bagi investor pemula :
1. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2013/05/9-thn-perjalanan-saya-mengenal.html
2. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2013/04/menganalisa-saham-berdasarkan-laporan.html
3. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2013/03/asii-q42012.html
4. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2012/11/contoh-hitungan-metode-valuasi-di-blog.html
Di sini, untuk terakhir kali saya akan tulis beberapa hal yang saya pikir penting juga untuk diketahui investor pemula :
1. Ilmu investasi saham itu seperti menyetir mobil. Keahlian kita berinvestasi akan semakin bertambah sejalan dengan bertambahnya jam terbang. Jadi, semua harus dengan proses. Ngga bisa buru-buru pengen jadi ahli, nanti malah jadi nabrak-nabrak ngga karuan..
2. Jangan takut untuk mengalami kerugian krn harus menjual saham-saham yang sudah memburuk fundamentalnya. Karena investasi saham ini memang mengandung resiko, dan resiko rugi adalah resiko yang harus dihadapi oleh semua investor saham. Tapi sejalan dengan ilmu yang semakin bertambah, lama-lama kita akan semakin mampu untuk mengelola resiko ini.
3. Tidak ada metode valuasi saham yang terbaik. Semua valuasi ada resiko salahnya. At the end, market is always right. Belajar berbagai macam ilmu valuasi itu bagus, tapi pada akhirnya pilih saja 1 metode yang paling cocok dengan kita. Kuasai metode itu, sehingga pada akhirnya kita bisa mengerti di mana kelemahan dr metode valuasi yang kita gunakan, dan bagaimana cara mengatasi kelemahan dr metode tsb.
4. Jangan pernah takut untuk valuasi sendiri. Believe me, even seorang analis dr sekuritas asing yang sangat ternama, bisa jg salah dalam valuasi. Saya adalah salah seorang korban dr analis terkenal di sekuritas asing, yang waktu thn 2008 bilang kalo harga wajar BUMI di Rp 10.000. Saya beli di Rp 8300, dan akhirnya BUMI meluncur sampai ke Rp 385...
So, lebih baik analisa sendiri, percaya dengan kemampuan diri sendiri, krn analis pun juga bisa salah...
5. Jangan gunakan PER rendah untuk membeli saham yang labanya sedang turun banyak atau malah merugi. Ini berbahaya, krn kita ngga pernah bs tau sampai sejauh mana kerugian akan berlanjut...
6. Kalo saya sering tulis bbrp kriteria saham yang layak invest, itu adalah kriteria IDEAL. Dan sesuatu yang ideal itu susah didapatkan in the real world. Bila ada saham dgn fundamental bagus, manajemen bagus, rajin bagi deviden, biasanya saham-saham ini sdh dijual dengan PER yang tinggi. Saya pribadi suka meng-ignore DER dan ROE (selama angkanya ngga jelek banget), karena saya lebih fokus ke GROWTH tinggi dan PER murah.
Ok, itu saja tulisan terakhir dr saya di blog ini.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada tulisan saya yang ngga berkenan di hati pembaca, atau juga untuk email2 yang belum sempat saya jawab.. Mohon maaf sekali.. :(
Semoga semua yang membaca blog ini bisa mendapatkan manfaat dr apa yang saya tulis. Semoga bs mengembangkan kekayaan dr berinvestasi di saham-saham bagus di BEI.
Mohon maaf juga apabila saya ngga bs memberikan jawaban lagi thd comment2 yang mungkin nanti akan ada di sini... :(
Kind regards,
- V3 -
Karena alasan yang ngga bisa saya ungkapkan di sini, blog ini sdh ngga bs saya kelola lagi.. :(
Tapi semua posting yg pernah saya buat, akan tetap ada di sini.
Ada bbrp topik yang saya pikir lumayan bagus utk pembelajaran bagi investor pemula :
1. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2013/05/9-thn-perjalanan-saya-mengenal.html
2. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2013/04/menganalisa-saham-berdasarkan-laporan.html
3. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2013/03/asii-q42012.html
4. http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2012/11/contoh-hitungan-metode-valuasi-di-blog.html
Di sini, untuk terakhir kali saya akan tulis beberapa hal yang saya pikir penting juga untuk diketahui investor pemula :
1. Ilmu investasi saham itu seperti menyetir mobil. Keahlian kita berinvestasi akan semakin bertambah sejalan dengan bertambahnya jam terbang. Jadi, semua harus dengan proses. Ngga bisa buru-buru pengen jadi ahli, nanti malah jadi nabrak-nabrak ngga karuan..
2. Jangan takut untuk mengalami kerugian krn harus menjual saham-saham yang sudah memburuk fundamentalnya. Karena investasi saham ini memang mengandung resiko, dan resiko rugi adalah resiko yang harus dihadapi oleh semua investor saham. Tapi sejalan dengan ilmu yang semakin bertambah, lama-lama kita akan semakin mampu untuk mengelola resiko ini.
3. Tidak ada metode valuasi saham yang terbaik. Semua valuasi ada resiko salahnya. At the end, market is always right. Belajar berbagai macam ilmu valuasi itu bagus, tapi pada akhirnya pilih saja 1 metode yang paling cocok dengan kita. Kuasai metode itu, sehingga pada akhirnya kita bisa mengerti di mana kelemahan dr metode valuasi yang kita gunakan, dan bagaimana cara mengatasi kelemahan dr metode tsb.
4. Jangan pernah takut untuk valuasi sendiri. Believe me, even seorang analis dr sekuritas asing yang sangat ternama, bisa jg salah dalam valuasi. Saya adalah salah seorang korban dr analis terkenal di sekuritas asing, yang waktu thn 2008 bilang kalo harga wajar BUMI di Rp 10.000. Saya beli di Rp 8300, dan akhirnya BUMI meluncur sampai ke Rp 385...
So, lebih baik analisa sendiri, percaya dengan kemampuan diri sendiri, krn analis pun juga bisa salah...
5. Jangan gunakan PER rendah untuk membeli saham yang labanya sedang turun banyak atau malah merugi. Ini berbahaya, krn kita ngga pernah bs tau sampai sejauh mana kerugian akan berlanjut...
6. Kalo saya sering tulis bbrp kriteria saham yang layak invest, itu adalah kriteria IDEAL. Dan sesuatu yang ideal itu susah didapatkan in the real world. Bila ada saham dgn fundamental bagus, manajemen bagus, rajin bagi deviden, biasanya saham-saham ini sdh dijual dengan PER yang tinggi. Saya pribadi suka meng-ignore DER dan ROE (selama angkanya ngga jelek banget), karena saya lebih fokus ke GROWTH tinggi dan PER murah.
Ok, itu saja tulisan terakhir dr saya di blog ini.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada tulisan saya yang ngga berkenan di hati pembaca, atau juga untuk email2 yang belum sempat saya jawab.. Mohon maaf sekali.. :(
Semoga semua yang membaca blog ini bisa mendapatkan manfaat dr apa yang saya tulis. Semoga bs mengembangkan kekayaan dr berinvestasi di saham-saham bagus di BEI.
Mohon maaf juga apabila saya ngga bs memberikan jawaban lagi thd comment2 yang mungkin nanti akan ada di sini... :(
Kind regards,
- V3 -
Rabu, 22 Mei 2013
WINS, LK Q1/2013
Untuk WINS, ini saya liat krn kemarin ada yang menanyakan tentang saham ini.
Lihat sekilas, sepertinya menarik.. :)
Q1/2013 WINS :
sales growth = 44,91%
equity growth = 5,38%
operating profit growth = 16,6%
EPS growth = 17,24%
ROE = 15,85%
DER = 0,87x
EPS = $ 7,411,875 : 3.609.823.948 lembar saham = $ 0,00205
asumsi $1 = Rp 9600 ---> EPS = 0,00205 x Rp 9600 = Rp 19,7
note : untuk EPS, saya hitung sendiri, krn EPS dari LK sepertinya salah (terlalu besar)
Harga sekarang = Rp 510 ---> PER = 6,47x
valuasi (asumsi yield SUN = 9%) = Rp 935 ---> MOS = 45%
Disclaimer is ON..
Bukan rekomendasi BUY.
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang tanggung sendiri.. :)
Regards,
- V3 -
Lihat sekilas, sepertinya menarik.. :)
Q1/2013 WINS :
sales growth = 44,91%
equity growth = 5,38%
operating profit growth = 16,6%
EPS growth = 17,24%
ROE = 15,85%
DER = 0,87x
EPS = $ 7,411,875 : 3.609.823.948 lembar saham = $ 0,00205
asumsi $1 = Rp 9600 ---> EPS = 0,00205 x Rp 9600 = Rp 19,7
note : untuk EPS, saya hitung sendiri, krn EPS dari LK sepertinya salah (terlalu besar)
Harga sekarang = Rp 510 ---> PER = 6,47x
valuasi (asumsi yield SUN = 9%) = Rp 935 ---> MOS = 45%
Disclaimer is ON..
Bukan rekomendasi BUY.
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang tanggung sendiri.. :)
Regards,
- V3 -
Selasa, 21 Mei 2013
DKFT, LK Q1/2013
Sekilas LK Q1/2013 DKFT :
sales growth = 65,97%
operating profit growth = 24,55%
EPS growth = 28,57%
EPS skrg = Rp 18
ROE = 33,5%
DER = 0,38x
Valuasi ---> saya langsung pakai asumsi yield SUN = 9%
valuasi = Rp 996
harga skrg = Rp 560 , PER = 7,77x ---> MOS = 43,78% ---> sepertinya masih menarik untuk invest.. :)
Disclaimer is ON. Bukan ajakan untuk BUY.
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang tanggung sendiri.. :)
- bukan saham syariah -
update : per 24 mei 2013, DKFT sudah masuk saham syariah.. :)
Regards,
- V3 -
sales growth = 65,97%
operating profit growth = 24,55%
EPS growth = 28,57%
EPS skrg = Rp 18
ROE = 33,5%
DER = 0,38x
Valuasi ---> saya langsung pakai asumsi yield SUN = 9%
valuasi = Rp 996
harga skrg = Rp 560 , PER = 7,77x ---> MOS = 43,78% ---> sepertinya masih menarik untuk invest.. :)
Disclaimer is ON. Bukan ajakan untuk BUY.
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang tanggung sendiri.. :)
- bukan saham syariah -
update : per 24 mei 2013, DKFT sudah masuk saham syariah.. :)
Regards,
- V3 -
Jumat, 17 Mei 2013
BBM naik, inflasi naik, valuasi saham akan berubah menjadi lebih KECIL...
Berita BBM mau naik semakin santer di mana-mana (walaupun SBY sepertinya masih maju mundur juga, seperti dulu-dulu)..
Tapi sepertinya, peluang untuk naik jauh lebih besar daripada peluang untuk harganya tetap (tidak dinaikkan).
Ngga perlu jadi ekonom pinter, kita juga tau, kalo BBM naik, harga apa pun pasti naik. Dan kalo harga-harga naik, maka terjadi INFLASI. Sekarang harga BBM belum naik aja, harga2 barang udah pada mulai naik.. :(
Apalagi nanti kalo BBM betul2 naik harganya.. :(
Saya tulis 2 link yang memuat omongan gubernur BI dan wamenkeu tentang asumsi inflasi bila BBM naik.
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/15/2/153786/Gubernur-BI-Harga-BBM-Naik-Inflasi-Bisa-Capai-78-Persen
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/14/2/153535/Wamenkeu-Asumsi-Inflasi-72-75-
Dari 2 link di atas, kita ambil batas atas inflasi 7,8%, seperti yang dikatakan oleh gubernur BI.
Inflasi sekarang ini di Indonesia berdasarkan http://www.bi.go.id/web/id/ adalah 5,57%. BI rate 5,75%.
Selama ini, valuasi di blog ini adalah berdasarkan BI rate yang 5,75% ini.
Apabila inflasi naik, BI rate jg biasanya akan naik.
Kalo BI rate naik, otomatis yield SUN jg akan naik.
Kalo yield SUN naik, maka valuasi harga wajar saham akan berubah..
Sekarang , BI rate = 5,75% --> yield SUN = 5,75% + 1% = 6,75%. PER SUN = 1 : 6,75% = 14,81x
Bila inflasi menjadi 7,8% ---> kita asumsikan BI rate menjadi 8% ---> yield SUN = 8% + 1% = 9%. PER SUN = 1 : 9% = 11,11x
PER SUN menjadi lebih rendah bila BI rate naik.
Bila PER SUN mengecil, maka harga wajar saham juga akan mengecil.
Jadi hati-hati , karena potensi penurunan harga saham bisa jadi sudah di depan mata..
Tentu saja selama BBM masih belum naik, semua masih akan seperti ini...
Tapi, saya sendiri sudah prepare for the worst. Saya lebih baik siapin cash dari skrg, untuk jaga-jaga...
Makanya saya ngga nulis lagi tentang saham yang recommend buy. Hanya 2 : kija dan ctrp. Itu pun krn saya pikir masih ada MOS yg agak lumayan dan juga ditopang oleh growth mereka yang sangat bagus, sehingga relatif aman bila masuk di harga sekarang.. Disclaimer..., krn tetep aja ngeri kasih rekomen buy di masa begini.
Saya ngga mau nulis beli ini beli itu, terus nanti cuma nyemplungin orang2 ke jurang.. :)
Sekarang waktunya saya untuk melihat realisasi kenaikan harga BBM dulu, dan juga melihat bgmn efeknya ke inflasi dan BI rate..
Sisi baiknya, wamenkeu masih yakin ekonomi akan tumbuh.. :)
Dan pasar saham masih menjanjikan selama ekonomi tumbuh (GDP tumbuh), BI rate dan inflasi di bawah 10%.. :)
Regards,
- V3 -
Tapi sepertinya, peluang untuk naik jauh lebih besar daripada peluang untuk harganya tetap (tidak dinaikkan).
Ngga perlu jadi ekonom pinter, kita juga tau, kalo BBM naik, harga apa pun pasti naik. Dan kalo harga-harga naik, maka terjadi INFLASI. Sekarang harga BBM belum naik aja, harga2 barang udah pada mulai naik.. :(
Apalagi nanti kalo BBM betul2 naik harganya.. :(
Saya tulis 2 link yang memuat omongan gubernur BI dan wamenkeu tentang asumsi inflasi bila BBM naik.
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/15/2/153786/Gubernur-BI-Harga-BBM-Naik-Inflasi-Bisa-Capai-78-Persen
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/14/2/153535/Wamenkeu-Asumsi-Inflasi-72-75-
Dari 2 link di atas, kita ambil batas atas inflasi 7,8%, seperti yang dikatakan oleh gubernur BI.
Inflasi sekarang ini di Indonesia berdasarkan http://www.bi.go.id/web/id/ adalah 5,57%. BI rate 5,75%.
Selama ini, valuasi di blog ini adalah berdasarkan BI rate yang 5,75% ini.
Apabila inflasi naik, BI rate jg biasanya akan naik.
Kalo BI rate naik, otomatis yield SUN jg akan naik.
Kalo yield SUN naik, maka valuasi harga wajar saham akan berubah..
Sekarang , BI rate = 5,75% --> yield SUN = 5,75% + 1% = 6,75%. PER SUN = 1 : 6,75% = 14,81x
Bila inflasi menjadi 7,8% ---> kita asumsikan BI rate menjadi 8% ---> yield SUN = 8% + 1% = 9%. PER SUN = 1 : 9% = 11,11x
PER SUN menjadi lebih rendah bila BI rate naik.
Bila PER SUN mengecil, maka harga wajar saham juga akan mengecil.
Jadi hati-hati , karena potensi penurunan harga saham bisa jadi sudah di depan mata..
Tentu saja selama BBM masih belum naik, semua masih akan seperti ini...
Tapi, saya sendiri sudah prepare for the worst. Saya lebih baik siapin cash dari skrg, untuk jaga-jaga...
Makanya saya ngga nulis lagi tentang saham yang recommend buy. Hanya 2 : kija dan ctrp. Itu pun krn saya pikir masih ada MOS yg agak lumayan dan juga ditopang oleh growth mereka yang sangat bagus, sehingga relatif aman bila masuk di harga sekarang.. Disclaimer..., krn tetep aja ngeri kasih rekomen buy di masa begini.
Saya ngga mau nulis beli ini beli itu, terus nanti cuma nyemplungin orang2 ke jurang.. :)
Sekarang waktunya saya untuk melihat realisasi kenaikan harga BBM dulu, dan juga melihat bgmn efeknya ke inflasi dan BI rate..
Sisi baiknya, wamenkeu masih yakin ekonomi akan tumbuh.. :)
Dan pasar saham masih menjanjikan selama ekonomi tumbuh (GDP tumbuh), BI rate dan inflasi di bawah 10%.. :)
Regards,
- V3 -
Langganan:
Postingan (Atom)