Yang punya saham astra grup, coba tolong diperhatikan, ini EPS growth-nya rata-rata minus semua..
1. ASII ---> EPS growth = minus 7,83%
2. AALI ---> EPS growth = minus 5,7%
3. UNTR ---> EPS growth = minus 25,92%
4. ASGR ---> EPS growth = minus 22%
It's time to leave astra grup, i think.. Disclaimer yaaaa...
Tadi saya sdh jual semua ASII yang saya punya, di Rp 7600, modal Rp 6850.
AALI soon akan saya jual juga, modal Rp 18500, bakal CL kynya.
Tapi gpp, drpd nanti keseret turun lama..
Regards,
- V3 -
khusus untuk investasi, bukan untuk trading ; menganalisa saham ala ibu rumah tangga ; tipe investor yang ngumpulin uang tiap bulan untuk beli saham ; tipe investor yang sekarang sedang fokus untuk mendapatkan pasif income dr deviden saham sebagai persiapan untuk masa tua...
Kamis, 25 April 2013
Saham dengan EPS GROWTH > 20%, LK Q1/2013
Beberapa saham dengan EPS growth > 20%, based on LK Q1/2013 :
1. PANS : EPS growth 55,58% ; ROE 43,23% ; EPS Rp 155,98 ---> di harga Rp 4075 saham ini sangat murah, PER hanya 6,53x... sayangnya bukan saham syariah, jadi saya ngga bisa ikutan beli :)
2. ARNA : EPS growth 117,65% ; ROE 45,75% ; DER 0,79x ; EPS Rp 37
3. BTPN : EPS growth 27,27% ; ROE 27,58%; EPS Rp 98
4. BPFI : EPS growth 48,63% ; ROE 17,9% ; EPS Rp 35,39 ---> ini saham murah banget, tapi saya belum cek lebih detil. Yang jelas bukan saham syariah :D. Di harga Rp 240, PER cuma 1,7x..... Calon naik tinggi ini .. Disclaimer yaaaa.. :)
Untuk PANS dan BPFI, tolong di-cek ulang lagi hitungan EPS-nya, karena ada yang bilang kalo datanya meragukan..
5. WIKA : EPS growth 62,9% ; ROE 23,47% ; DER 2,8x ; EPS Rp 25,69
6. BVIC : EPS growth 29,7% ; ROE 12,85% ; EPS Rp 7,16
7. ADHI : EPS growth 105,8% ; ROE 3,9% ; DER 5,94x ; EPS Rp 64
8. IDKM : EPS growth 35,16% ; ROE 60,5% ; DER 1,13x ; EPS Rp 6,92
9. ROTI : EPS growth 72,4% ; ROE 32,7% ; DER 0,92x ; EPS Rp 55,27
10. BBNI : EPS growth 33,73% ; ROE 14,77% ; EPS Rp 11
11. PANR : EPS growth 83,27% ; ROE 7,4% ; DER 2,5x ; EPS Rp 4,82
12. CASS : EPS growth 44,4% ; ROE 59,8% ; DER 1,1x ; EPS Rp 13
13. DUTI : EPS growth 59,6% ; ROE 13,25% ; DER 0,27x ; EPS Rp 80,94
14. BMRI : EPS growth 26,47% ; ROE 21,9% ; EPS Rp 184,43
15. BSDE : EPS growth 369% ; ROE 44% ; DER 0,5x ; EPS Rp 71,06
16. MYOR : EPS growth 57,7% ; ROE 27,16% ; DER 1,49x ; EPS Rp 287
17. SMGR : EPS growth 22,35% ; ROE 25,26% ; DER 0,42x ; EPS Rp 208
18. TOTL : EPS growth 47,8% ; ROE 28,19% ; DER 2,13x ; EPS Rp 14,04
19. GJTL : EPS growth 35,61% ; ROE 23,71% ; DER 1,39x ; EPS Rp 99
20. ADES : EPS growth 56,5% ; ROE 37% ; DER 0,8x ; EPS Rp 36
21. CTRA : EPS growth 158% ; ROE 16,8% ; DER 0,76x ; EPS Rp 14,2
22. CTRS : EPS growth 89% ; ROE 17,8% ; DER 1,15x ; EPS Rp 51
23. CTRP : EPS growth 167% ; ROE 18,7% ; DER 0,42x ; EPS Rp 32
24. LPKR : EPS growth 23% ; ROE 24,4% ; DER 1,24x ; EPS Rp 11,05
25. BBRI : EPS growth 20,12% ; ROE 32,65% ; EPS Rp 212,02
26. ULTJ : EPS growth 150% ; ROE 25,73% ; EPS Rp 40
27. KIJA : EPS growth 281% ; ROE 19% ; DER = 0.78x ; EPS Rp 10,09
28. INDX : EPS growth 108% ; ROE 45,9% ; DER 2,09x ; EPS Rp 18,83 ---> sepertinya ini bisa naik lumayan tinggi juga, krn PER di harga Rp 355 baru 4,71x ---> sayangnya bukan saham syariah, jd saya ngga bisa beli.. :)
update per 24 mei 2013, INDX sudah masuk dalam daftar saham syariah (untuk Juni - Desember 2013)
29. KBLM : EPS growth 167% ; ROE 13,2% : DER 1,5x ; EPS Rp 8
Tulisan ini masih akan terus di-update..
Bukan rekomendasi BUY. Cek dulu sahamnya kalo mau beli :)
Regards,
- V3 -
1. PANS : EPS growth 55,58% ; ROE 43,23% ; EPS Rp 155,98 ---> di harga Rp 4075 saham ini sangat murah, PER hanya 6,53x... sayangnya bukan saham syariah, jadi saya ngga bisa ikutan beli :)
2. ARNA : EPS growth 117,65% ; ROE 45,75% ; DER 0,79x ; EPS Rp 37
3. BTPN : EPS growth 27,27% ; ROE 27,58%; EPS Rp 98
4. BPFI : EPS growth 48,63% ; ROE 17,9% ; EPS Rp 35,39 ---> ini saham murah banget, tapi saya belum cek lebih detil. Yang jelas bukan saham syariah :D. Di harga Rp 240, PER cuma 1,7x..... Calon naik tinggi ini .. Disclaimer yaaaa.. :)
Untuk PANS dan BPFI, tolong di-cek ulang lagi hitungan EPS-nya, karena ada yang bilang kalo datanya meragukan..
5. WIKA : EPS growth 62,9% ; ROE 23,47% ; DER 2,8x ; EPS Rp 25,69
6. BVIC : EPS growth 29,7% ; ROE 12,85% ; EPS Rp 7,16
7. ADHI : EPS growth 105,8% ; ROE 3,9% ; DER 5,94x ; EPS Rp 64
8. IDKM : EPS growth 35,16% ; ROE 60,5% ; DER 1,13x ; EPS Rp 6,92
9. ROTI : EPS growth 72,4% ; ROE 32,7% ; DER 0,92x ; EPS Rp 55,27
10. BBNI : EPS growth 33,73% ; ROE 14,77% ; EPS Rp 11
11. PANR : EPS growth 83,27% ; ROE 7,4% ; DER 2,5x ; EPS Rp 4,82
12. CASS : EPS growth 44,4% ; ROE 59,8% ; DER 1,1x ; EPS Rp 13
13. DUTI : EPS growth 59,6% ; ROE 13,25% ; DER 0,27x ; EPS Rp 80,94
14. BMRI : EPS growth 26,47% ; ROE 21,9% ; EPS Rp 184,43
15. BSDE : EPS growth 369% ; ROE 44% ; DER 0,5x ; EPS Rp 71,06
16. MYOR : EPS growth 57,7% ; ROE 27,16% ; DER 1,49x ; EPS Rp 287
17. SMGR : EPS growth 22,35% ; ROE 25,26% ; DER 0,42x ; EPS Rp 208
18. TOTL : EPS growth 47,8% ; ROE 28,19% ; DER 2,13x ; EPS Rp 14,04
19. GJTL : EPS growth 35,61% ; ROE 23,71% ; DER 1,39x ; EPS Rp 99
20. ADES : EPS growth 56,5% ; ROE 37% ; DER 0,8x ; EPS Rp 36
21. CTRA : EPS growth 158% ; ROE 16,8% ; DER 0,76x ; EPS Rp 14,2
22. CTRS : EPS growth 89% ; ROE 17,8% ; DER 1,15x ; EPS Rp 51
23. CTRP : EPS growth 167% ; ROE 18,7% ; DER 0,42x ; EPS Rp 32
24. LPKR : EPS growth 23% ; ROE 24,4% ; DER 1,24x ; EPS Rp 11,05
25. BBRI : EPS growth 20,12% ; ROE 32,65% ; EPS Rp 212,02
26. ULTJ : EPS growth 150% ; ROE 25,73% ; EPS Rp 40
27. KIJA : EPS growth 281% ; ROE 19% ; DER = 0.78x ; EPS Rp 10,09
28. INDX : EPS growth 108% ; ROE 45,9% ; DER 2,09x ; EPS Rp 18,83 ---> sepertinya ini bisa naik lumayan tinggi juga, krn PER di harga Rp 355 baru 4,71x ---> sayangnya bukan saham syariah, jd saya ngga bisa beli.. :)
update per 24 mei 2013, INDX sudah masuk dalam daftar saham syariah (untuk Juni - Desember 2013)
29. KBLM : EPS growth 167% ; ROE 13,2% : DER 1,5x ; EPS Rp 8
Tulisan ini masih akan terus di-update..
Bukan rekomendasi BUY. Cek dulu sahamnya kalo mau beli :)
Regards,
- V3 -
Selasa, 23 April 2013
PTBA Q1/2013 dan AALI Q1/2013
Berita 23 April 2013 di etrading :
AALI ---> Laba AALI turun 5% di Q1/2013, dari Rp 377,9M jadi Rp 356,36M
PTBA ---> Laba PTBA turun 43% di Q1/2013, dari Rp 867,34M di Q1/2012 jadi Rp 493,18
Saya belum cek LK lengkapnya, krn belum ada.
Tapi dengan sekilas berita ini, saya pikir thn 2013 masih suram utk saham-saham coal dan cpo.
Mungkin akan bikin lower low dibanding 2012 kmrn.
So, hati-hati untuk yang pegang saham coal dan cpo. Ini saham LKnya masih turun, secara chart juga downtrend. Selama labanya belum bisa naik, nyaris impossible harganya bisa naik terus...
Saya pribadi masih punya saham cpo dan coal, tapi jumlahnya ngga banyak, dan saya kuat melihat porto saya merah, krn pada waktu saya beli, saya tau resiko yang saya hadapi ketika beli saham ini.
Nanti setelah LK keluar, kita review lagi tentang saham-saham ini...
Regards,
- V3 -
AALI ---> Laba AALI turun 5% di Q1/2013, dari Rp 377,9M jadi Rp 356,36M
PTBA ---> Laba PTBA turun 43% di Q1/2013, dari Rp 867,34M di Q1/2012 jadi Rp 493,18
Saya belum cek LK lengkapnya, krn belum ada.
Tapi dengan sekilas berita ini, saya pikir thn 2013 masih suram utk saham-saham coal dan cpo.
Mungkin akan bikin lower low dibanding 2012 kmrn.
So, hati-hati untuk yang pegang saham coal dan cpo. Ini saham LKnya masih turun, secara chart juga downtrend. Selama labanya belum bisa naik, nyaris impossible harganya bisa naik terus...
Saya pribadi masih punya saham cpo dan coal, tapi jumlahnya ngga banyak, dan saya kuat melihat porto saya merah, krn pada waktu saya beli, saya tau resiko yang saya hadapi ketika beli saham ini.
Nanti setelah LK keluar, kita review lagi tentang saham-saham ini...
Regards,
- V3 -
Selasa, 16 April 2013
Menganalisa saham berdasarkan Laporan Tahunan, contoh : SSIA
Beberapa laporan tahunan (Annual Report) sudah keluar. Saya ingin tulis sedikit cara utk menganalisa suatu saham berdasarkan laporan tahunannya.
Biasanya, laporan tahunan saya pakai pd saat saya pertama kali akan masuk ke suatu saham. Laporan tahunan ini saya gunakan untuk melihat "KONSISTENSI KINERJA" suatu emiten dalam beberapa tahun terakhir.
Mungkin perlu saya tulis ulang di sini, ya, bahwa pada saat saya akan beli saham (untuk investasi), saya akan check dulu apakah saham ini ada growth dalam beberapa tahun terakhir, minimal 3 thn terakhir.
1. Saya liat bagaimana peningkatan salesnya, laba operasinya, laba bersihnya, EPS-nya, dan juga ekuitasnya.
2. Setelah itu baru saya liat ROE dan DER-nya.
3. Yang terakhir, baru hitung valuasi.
Jadi, valuasi adalah langkah terakhir. Bila suatu saham udah ngga masuk di kriteria pertama atau kedua, ya ngga usah hitung valuasinya.
Karena udah ngga layak beli :)
Di sini saya pakai contoh kasus pada saham SSIA.
Pada laporan tahunan SSIA, di bagian iktisar keuangan, ada beberapa data finansial dari thn 2008 - 2012.
Kita perhatikan saja beberapa data yang penting, biar ngga terlalu pusing :)
1. Data Pendapatan (Revenue/Sales), data dalam Miliar rupiah
Pendapatan SSIA 2008 = 1753
Pendapatan SSIA 2009 = 1484
Pendapatan SSIA 2010 = 1690
Pendapatan SSIA 2011 = 2879
Pendapatan SSIA 2012 = 3565
Terlihat, pendapatan di 2009 mengalami penurunan dibanding 2008 (mungkin krn efek krisis subprime).
Tapi secara konsisten, kita bisa lihat, dr 2009 - 2012, SSIA ada peningkatan pendapatan.
Dr 2009 - 2012, pendapatan SSIA meningkat ={ (3565 - 1484) : 1484 } x 100% = 140,2%
Selain dengan cara di atas, kita dapat juga menghitung CAGR (compounded average growth rate) pendapatan SSIA untuk mengetahui berapa kenaikan pendapatan rata-rata per tahun.
Menghitung CAGR bisa dengan menggunakan kalkulator CAGR (googling aja, banyak kok di internet), ngga perlu masuk2in rumus lagi.
Dengan kalkulator CAGR, kita bisa hitung, rata-rata peningkatan pendapatan per tahun SSIA = 33,93%/thn [untuk tahun 2009 - 2012, saya pakai n(tahun)= 3].
Sedangkan untuk pendapatan SSIA 1 thn terakhir, ada peningkatan (growth) = (3565 - 2879) : 2879 = 23,8%
Note : Bagi yang gemar menggunakan rumus PEG, karena growth rata-rata 3 thn terakhir lebih besar drpd growth 1 thn terakhir, saya pikir sebaiknya gunakan average growth yang lbh kecil, yaitu 23,8% ini. Disclaimer, ya .. :)
2. Data Laba Usaha (Operating Income), data dlm miliar rupiah
Laba usaha SSIA 2008 = 121
Laba usaha SSIA 2009 = 86
Laba usaha SSIA 2010 = 161
Laba usaha SSIA 2011 = 456
Laba usaha SSIA 2012 = 922
Sama seperti pendapatan, laba usaha SSIA pada 2009 mengalami penurunan dibanding 2008.
Tapi secara konsisten, laba usaha ini terus naik dr 2009 - 2012.
Kenaikan laba usaha dr 2009 - 2012 = {(922 - 86) : 86} x 100% = 972%
Dengan kalkulator CAGR, rata-rata kenaikan laba usaha tahunan = 120,5%/thn
Peningkatan laba usaha SSIA dalam 1 thn terakhir = {(922 - 456) : 456} x 100% = 102,2%
Dengan menggabungkan data pendapatan dan laba usaha, terlihat bahwa pendapatan SSIA dr 2009 -2012 meningkat 140,2 %, tapi laba usahanya meningkat jauh lebih tinggi, 972%.. Emiten ini sangat efisien dalam kegiatan operasionalnya :)
3. Data Laba (Rugi) Bersih dan Laba (Rugi) Komprehensif, dlm miliar rupiah
Karena SSIA menggunakan 2 data ini dalam ikhtisar laporan keuangan, saya ambil yang paling bawah saja, yaitu data Laba (Rugi) Komprehensif.
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2008 = minus 20
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2009 = 21
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2010 = 115
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2011 = 252
Laba (Rugi) Komrephensif SSIA 2012 = 708
Pertumbuhan laba komprehensif SSIA dr 2009 - 2012 = {(708 - 21) : 21)} x 100% = 3271%
CAGR laba komprehensif SSIA 2009 - 2012 = 223%/thn
4. Data Laba (Rugi) bersih per saham, dalam rupiah (EPS)
EPS 2008 = minus 11
EPS 2009 = 15
EPS 2010 = 96
EPS 2011 = 55
EPS 2012 = 150
Tidak seperti pendapatan, laba usaha dan laba bersih yang selalu naik dr 2009 - 2012, EPS SSIA masih fluktuatif.
Tapi tetap terlihat bahwa di 2012 ini, EPS SSIA mencetak all time high :)
Jadi faktor EPS yang fluktuatif ini masih bisa saya terima sebagai resiko investasi di saham ini..
Well, kadang memang susah ya, untuk nyari saham yang "betul2" bagus.
Biasanya suka ada aja kekurangannya, apa di growthnya, di DERnya, di ROEnya atau lainnya. Sama seperti milih pasangan hidup :D
Dan seperti milih pasangan hidup, akhirnya di antara semua kelebihan dan kekurangannya, kita harus pilih, mana yang KEKURANGANNYA (resiko) masih bisa kita terima :D, biar ngga deg-degan terus selama hold saham ini.
Peningkatan EPS SSIA 2009 - 2012 = {(150 - 15) : 15} x 100% = 900%
CAGR EPS SSIA 2009 - 2012 = 115,4%/thn
5. Total assets, dalam miliar rupiah
Total aset SSIA 2008 = 2251
Total aset SSIA 2009 = 2235
Total aset SSIA 2010 = 2383
Total aset SSIA 2011 = 2938
Total aset SSIA 2012 = 4855
Peningkatan aset SSIA 2009 - 2012 = {(4855 - 2235) : 2235 } = 117,2%
CAGR aset SSIA 2009 - 2012 = 29,5%/thn
6. Total ekuitas, dalam miliar rupiah
Total ekuitas SSIA 2008 = 737
Total ekuitas SSIA 2009 = 758
Total ekuitas SSIA 2010 = 869
Total ekuitas SSIA 2011 = 1100
Total ekuitas SSIA 2012 = 1599
Peningkatan ekuitas SSIA 2009- 2012 = {(1599 - 758) : 758 } = 110,95%
CAGR ekuitas SSIA 2009 - 2012 = 28,25%
Pertumbuhan aset SSIA lebih besar daripada pertumbuhan ekuitasnya.
Ini menunjukkan kalo emiten ini lebih seneng minjem duit dalam ekpansinya. Jadi kita harus punya batas tegas, sampai mana kita msh bs toleransi thd tingkat utang emiten ini.
Misal : kita tetapkan DER maksimal 2. Begitu DER SSIA di atas 2, kita harus segera melepas SSIA dalam portofolio, karena resiko bisnisnya sdh semakin membesar (menurut kita)..
Oya, krn saya penggemar saham-saham yang bagi deviden, dr data BEI, SSIA ini baru thn lalu saja (dr EPS 2011) membagikan deviden.
Ya, at least sdh ada niat baik dr manajemen utk berbagi keuntungan dengan investor ritel :)
Mudah-mudahan thn ini akan bagi deviden lagi... :)
Tambahan info : 16 april 2012, hasil RUPS SSIA memutuskan akan membagikan deviden Rp 30/saham dari EPS 2012, cum date tgl 15 Mei 2012 jam 16.00 WIB
Ok, 6 kriteria itu saja yang biasanya saya liat dalam Laporan tahunan. Untuk indikator rasio keuangan, bisa lgsg dilihat, ngga perlu hitung lagi.
Dari analisa kinerja SSIA bbrp tahun terakhir, saya dapat menyimpulkan bahwa SSIA adalah saham yang memiliki growth yang cukup menarik dalam 3 thn ini. Tahap 1 --- apakah ada growth pd sales, laba usaha, laba bersih, EPS, aset dan ekuitas dalam 3 thn terakhir --- sudah terlewati. Saham ini lulus screening awal.
Lanjut ke tahap 2.
a. Melihat ROE, Laba (Rugi) bersih terhadap total ekuitas
ROE SSIA 2008 = minus 1,6
ROE SSIA 2009 = 2,3%
ROE SSIA 2010 = 13,3%
ROE SSIA 2011 = 23,4%
ROE SSIA 2012 = 44,2%
ROE SSIA dr thn 2009 - 2012, semakin membaik. di 2012, ROE-nya malah sudah bagus, di atas 30%.
b. Melihat DER, Jumlah liabilitas terhadap total ekuitas
DER SSIA 2008 = 202,2%
DER SSIA 2009 = 178,5%
DER SSIA 2010 = 164,4%
DER SSIA 2011 = 157,9%
DER SSIA 2012 = 199,2%
Dari DER, DER SSIA selalu tinggi, di atas 150% (1,5x). Tapi krn growth SSIA dan ROEnya masih sangat bagus, jadi DER tinggi ini masih saya terima. Mungkin nanti kalo DER sudah jauh di atas 200%, saya kurangi posisi atau keluar sama sekali dr saham ini. Untuk skrg, it's ok for me...
So, tahap 2, sdh lulus. SSIA masih layak dibeli utk investasi.
Sekarang masuk tahap 3 : Valuasi.
Setelah melihat kinerja saham bbrp thn terakhir, lihat indikator, dan setelah yakin dengan kinerjanya, baru deh hitung valuasinya, biar ngga beli di harga premium. Jadi jangan langsung hitung valuasi, ya...
Untuk apa beli saham yang very undervalued tapi kinerjanya jelek?
Dari LK Q4/2012, kita dapatkan harga wajar utk SSIA = Rp 3055.
harga SSIA skrg = Rp 1590. MOS = 47,95% ---> MOS masih cukup besar, masih layak utk buy.. :)
Buat yang merasa ribet ngitung2 sales growth, EPS growth dsb, ya ngga usah diitung.. :D liat aja langsung dr website IDX :
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/PerformanceSummary/ssia.pdf
atau dr grafik2 di laporan tahunan, liat dari grafik2 sales, laba operasi, laba bersih, EPS dan ekuitas yang ada di situ, ada peningkatan atau ngga tiap tahunnya..
Tapi bagi saya pribadi sih, untuk langkah awal dalam membeli saham yang baru pertama kali akan saya beli, analisa laporan tahunan ini selalu saya lakukan.
Minimal ini membuat saya ngga kejebak beli kucing dalam karung, atau ngga gampang cut loss (kaya trader aja.. hehe) begitu saham yang saya beli langsung turun harganya.. :)
Sekian sharingnya.. Mudah-mudahan bisa dimengerti ya, apa yang saya tulis.. Agak banyak soalnya, saya sampai pusing sndr milih kata2, biar ngga terlalu berat dicernanya :D
Have a good day, smoga investasinya membawa berkah dunia akhirat.. :)
Regards,
- V3 -
Biasanya, laporan tahunan saya pakai pd saat saya pertama kali akan masuk ke suatu saham. Laporan tahunan ini saya gunakan untuk melihat "KONSISTENSI KINERJA" suatu emiten dalam beberapa tahun terakhir.
Mungkin perlu saya tulis ulang di sini, ya, bahwa pada saat saya akan beli saham (untuk investasi), saya akan check dulu apakah saham ini ada growth dalam beberapa tahun terakhir, minimal 3 thn terakhir.
1. Saya liat bagaimana peningkatan salesnya, laba operasinya, laba bersihnya, EPS-nya, dan juga ekuitasnya.
2. Setelah itu baru saya liat ROE dan DER-nya.
3. Yang terakhir, baru hitung valuasi.
Jadi, valuasi adalah langkah terakhir. Bila suatu saham udah ngga masuk di kriteria pertama atau kedua, ya ngga usah hitung valuasinya.
Karena udah ngga layak beli :)
Di sini saya pakai contoh kasus pada saham SSIA.
Pada laporan tahunan SSIA, di bagian iktisar keuangan, ada beberapa data finansial dari thn 2008 - 2012.
Kita perhatikan saja beberapa data yang penting, biar ngga terlalu pusing :)
1. Data Pendapatan (Revenue/Sales), data dalam Miliar rupiah
Pendapatan SSIA 2008 = 1753
Pendapatan SSIA 2009 = 1484
Pendapatan SSIA 2010 = 1690
Pendapatan SSIA 2011 = 2879
Pendapatan SSIA 2012 = 3565
Terlihat, pendapatan di 2009 mengalami penurunan dibanding 2008 (mungkin krn efek krisis subprime).
Tapi secara konsisten, kita bisa lihat, dr 2009 - 2012, SSIA ada peningkatan pendapatan.
Dr 2009 - 2012, pendapatan SSIA meningkat ={ (3565 - 1484) : 1484 } x 100% = 140,2%
Selain dengan cara di atas, kita dapat juga menghitung CAGR (compounded average growth rate) pendapatan SSIA untuk mengetahui berapa kenaikan pendapatan rata-rata per tahun.
Menghitung CAGR bisa dengan menggunakan kalkulator CAGR (googling aja, banyak kok di internet), ngga perlu masuk2in rumus lagi.
Dengan kalkulator CAGR, kita bisa hitung, rata-rata peningkatan pendapatan per tahun SSIA = 33,93%/thn [untuk tahun 2009 - 2012, saya pakai n(tahun)= 3].
Sedangkan untuk pendapatan SSIA 1 thn terakhir, ada peningkatan (growth) = (3565 - 2879) : 2879 = 23,8%
Note : Bagi yang gemar menggunakan rumus PEG, karena growth rata-rata 3 thn terakhir lebih besar drpd growth 1 thn terakhir, saya pikir sebaiknya gunakan average growth yang lbh kecil, yaitu 23,8% ini. Disclaimer, ya .. :)
2. Data Laba Usaha (Operating Income), data dlm miliar rupiah
Laba usaha SSIA 2008 = 121
Laba usaha SSIA 2009 = 86
Laba usaha SSIA 2010 = 161
Laba usaha SSIA 2011 = 456
Laba usaha SSIA 2012 = 922
Sama seperti pendapatan, laba usaha SSIA pada 2009 mengalami penurunan dibanding 2008.
Tapi secara konsisten, laba usaha ini terus naik dr 2009 - 2012.
Kenaikan laba usaha dr 2009 - 2012 = {(922 - 86) : 86} x 100% = 972%
Dengan kalkulator CAGR, rata-rata kenaikan laba usaha tahunan = 120,5%/thn
Peningkatan laba usaha SSIA dalam 1 thn terakhir = {(922 - 456) : 456} x 100% = 102,2%
Dengan menggabungkan data pendapatan dan laba usaha, terlihat bahwa pendapatan SSIA dr 2009 -2012 meningkat 140,2 %, tapi laba usahanya meningkat jauh lebih tinggi, 972%.. Emiten ini sangat efisien dalam kegiatan operasionalnya :)
3. Data Laba (Rugi) Bersih dan Laba (Rugi) Komprehensif, dlm miliar rupiah
Karena SSIA menggunakan 2 data ini dalam ikhtisar laporan keuangan, saya ambil yang paling bawah saja, yaitu data Laba (Rugi) Komprehensif.
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2008 = minus 20
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2009 = 21
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2010 = 115
Laba (Rugi) Komprehensif SSIA 2011 = 252
Laba (Rugi) Komrephensif SSIA 2012 = 708
Pertumbuhan laba komprehensif SSIA dr 2009 - 2012 = {(708 - 21) : 21)} x 100% = 3271%
CAGR laba komprehensif SSIA 2009 - 2012 = 223%/thn
4. Data Laba (Rugi) bersih per saham, dalam rupiah (EPS)
EPS 2008 = minus 11
EPS 2009 = 15
EPS 2010 = 96
EPS 2011 = 55
EPS 2012 = 150
Tidak seperti pendapatan, laba usaha dan laba bersih yang selalu naik dr 2009 - 2012, EPS SSIA masih fluktuatif.
Tapi tetap terlihat bahwa di 2012 ini, EPS SSIA mencetak all time high :)
Jadi faktor EPS yang fluktuatif ini masih bisa saya terima sebagai resiko investasi di saham ini..
Well, kadang memang susah ya, untuk nyari saham yang "betul2" bagus.
Biasanya suka ada aja kekurangannya, apa di growthnya, di DERnya, di ROEnya atau lainnya. Sama seperti milih pasangan hidup :D
Dan seperti milih pasangan hidup, akhirnya di antara semua kelebihan dan kekurangannya, kita harus pilih, mana yang KEKURANGANNYA (resiko) masih bisa kita terima :D, biar ngga deg-degan terus selama hold saham ini.
Peningkatan EPS SSIA 2009 - 2012 = {(150 - 15) : 15} x 100% = 900%
CAGR EPS SSIA 2009 - 2012 = 115,4%/thn
5. Total assets, dalam miliar rupiah
Total aset SSIA 2008 = 2251
Total aset SSIA 2009 = 2235
Total aset SSIA 2010 = 2383
Total aset SSIA 2011 = 2938
Total aset SSIA 2012 = 4855
Peningkatan aset SSIA 2009 - 2012 = {(4855 - 2235) : 2235 } = 117,2%
CAGR aset SSIA 2009 - 2012 = 29,5%/thn
6. Total ekuitas, dalam miliar rupiah
Total ekuitas SSIA 2008 = 737
Total ekuitas SSIA 2009 = 758
Total ekuitas SSIA 2010 = 869
Total ekuitas SSIA 2011 = 1100
Total ekuitas SSIA 2012 = 1599
Peningkatan ekuitas SSIA 2009- 2012 = {(1599 - 758) : 758 } = 110,95%
CAGR ekuitas SSIA 2009 - 2012 = 28,25%
Pertumbuhan aset SSIA lebih besar daripada pertumbuhan ekuitasnya.
Ini menunjukkan kalo emiten ini lebih seneng minjem duit dalam ekpansinya. Jadi kita harus punya batas tegas, sampai mana kita msh bs toleransi thd tingkat utang emiten ini.
Misal : kita tetapkan DER maksimal 2. Begitu DER SSIA di atas 2, kita harus segera melepas SSIA dalam portofolio, karena resiko bisnisnya sdh semakin membesar (menurut kita)..
Oya, krn saya penggemar saham-saham yang bagi deviden, dr data BEI, SSIA ini baru thn lalu saja (dr EPS 2011) membagikan deviden.
Ya, at least sdh ada niat baik dr manajemen utk berbagi keuntungan dengan investor ritel :)
Mudah-mudahan thn ini akan bagi deviden lagi... :)
Tambahan info : 16 april 2012, hasil RUPS SSIA memutuskan akan membagikan deviden Rp 30/saham dari EPS 2012, cum date tgl 15 Mei 2012 jam 16.00 WIB
Ok, 6 kriteria itu saja yang biasanya saya liat dalam Laporan tahunan. Untuk indikator rasio keuangan, bisa lgsg dilihat, ngga perlu hitung lagi.
Dari analisa kinerja SSIA bbrp tahun terakhir, saya dapat menyimpulkan bahwa SSIA adalah saham yang memiliki growth yang cukup menarik dalam 3 thn ini. Tahap 1 --- apakah ada growth pd sales, laba usaha, laba bersih, EPS, aset dan ekuitas dalam 3 thn terakhir --- sudah terlewati. Saham ini lulus screening awal.
Lanjut ke tahap 2.
a. Melihat ROE, Laba (Rugi) bersih terhadap total ekuitas
ROE SSIA 2008 = minus 1,6
ROE SSIA 2009 = 2,3%
ROE SSIA 2010 = 13,3%
ROE SSIA 2011 = 23,4%
ROE SSIA 2012 = 44,2%
ROE SSIA dr thn 2009 - 2012, semakin membaik. di 2012, ROE-nya malah sudah bagus, di atas 30%.
b. Melihat DER, Jumlah liabilitas terhadap total ekuitas
DER SSIA 2008 = 202,2%
DER SSIA 2009 = 178,5%
DER SSIA 2010 = 164,4%
DER SSIA 2011 = 157,9%
DER SSIA 2012 = 199,2%
Dari DER, DER SSIA selalu tinggi, di atas 150% (1,5x). Tapi krn growth SSIA dan ROEnya masih sangat bagus, jadi DER tinggi ini masih saya terima. Mungkin nanti kalo DER sudah jauh di atas 200%, saya kurangi posisi atau keluar sama sekali dr saham ini. Untuk skrg, it's ok for me...
So, tahap 2, sdh lulus. SSIA masih layak dibeli utk investasi.
Sekarang masuk tahap 3 : Valuasi.
Setelah melihat kinerja saham bbrp thn terakhir, lihat indikator, dan setelah yakin dengan kinerjanya, baru deh hitung valuasinya, biar ngga beli di harga premium. Jadi jangan langsung hitung valuasi, ya...
Untuk apa beli saham yang very undervalued tapi kinerjanya jelek?
Dan untuk saham yang EPS minus (rugi), buat saya ngga pernah ada cerita saham itu murah. Selama EPS minus, saham itu sangat mahal, bahkan di harga Rp 50 sekali pun :)
Dari LK Q4/2012, kita dapatkan harga wajar utk SSIA = Rp 3055.
harga SSIA skrg = Rp 1590. MOS = 47,95% ---> MOS masih cukup besar, masih layak utk buy.. :)
Buat yang merasa ribet ngitung2 sales growth, EPS growth dsb, ya ngga usah diitung.. :D liat aja langsung dr website IDX :
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/PerformanceSummary/ssia.pdf
atau dr grafik2 di laporan tahunan, liat dari grafik2 sales, laba operasi, laba bersih, EPS dan ekuitas yang ada di situ, ada peningkatan atau ngga tiap tahunnya..
Tapi bagi saya pribadi sih, untuk langkah awal dalam membeli saham yang baru pertama kali akan saya beli, analisa laporan tahunan ini selalu saya lakukan.
Minimal ini membuat saya ngga kejebak beli kucing dalam karung, atau ngga gampang cut loss (kaya trader aja.. hehe) begitu saham yang saya beli langsung turun harganya.. :)
Sekian sharingnya.. Mudah-mudahan bisa dimengerti ya, apa yang saya tulis.. Agak banyak soalnya, saya sampai pusing sndr milih kata2, biar ngga terlalu berat dicernanya :D
Have a good day, smoga investasinya membawa berkah dunia akhirat.. :)
Regards,
- V3 -
Sabtu, 06 April 2013
New comer in my portfolio : GJTL :)
Bulan ini, saya masukkan GJTL sebagai member baru dalam portofolio saya.
Saya baru perhatikan GJTL ketika keluar Q4/2012-nya kemarin.
Agak telat sih, tapi gpp deh, better late than never.
Karena buat saya, di harga Rp 2700, GJTL masih cukup menarik untuk dibeli.. :) Disclaimer is ON..
Ini ringkasan kinerja GJTL dr thn 2008 :
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/PerformanceSummary/GJTL.pdf
Dari link di atas, terlihat ekuitas dan sales GJTL selalu naik dari 2008.
Tapi untuk laba bersihnya, masih fluktuatif.
LK Q4/2012 GJTL :
1. Sales growth = 6,25%
2. Operating profit growth = 70,13%
3. EPS growth = 65,82%
4. ROE = 19,83%
5. DER = 1,35x
6. Equity growth = 22,11%
7. EPS = Rp 325
8. Harga sekarang = Rp 2700 ---> PER = 8,31x
9. Valuasi = Rp 5442 ---> MOS = 50,39%
Dengan PER 8,3x dan EPS growth 65,82% , saya pikir GJTL cukup menarik untuk masuk dalam keranjang portofolio investasi.. :)
Kita pantau lagi nanti di LK berikutnya.. :)
Disclaimer is ON, ya.. :)
Rugi tanggung sendiri.. :)
Regards,
- V3 -
Saya baru perhatikan GJTL ketika keluar Q4/2012-nya kemarin.
Agak telat sih, tapi gpp deh, better late than never.
Karena buat saya, di harga Rp 2700, GJTL masih cukup menarik untuk dibeli.. :) Disclaimer is ON..
Ini ringkasan kinerja GJTL dr thn 2008 :
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/PerformanceSummary/GJTL.pdf
Dari link di atas, terlihat ekuitas dan sales GJTL selalu naik dari 2008.
Tapi untuk laba bersihnya, masih fluktuatif.
LK Q4/2012 GJTL :
1. Sales growth = 6,25%
2. Operating profit growth = 70,13%
3. EPS growth = 65,82%
4. ROE = 19,83%
5. DER = 1,35x
6. Equity growth = 22,11%
7. EPS = Rp 325
8. Harga sekarang = Rp 2700 ---> PER = 8,31x
9. Valuasi = Rp 5442 ---> MOS = 50,39%
Dengan PER 8,3x dan EPS growth 65,82% , saya pikir GJTL cukup menarik untuk masuk dalam keranjang portofolio investasi.. :)
Kita pantau lagi nanti di LK berikutnya.. :)
Disclaimer is ON, ya.. :)
Rugi tanggung sendiri.. :)
Regards,
- V3 -
Saham Property, LK Q4/2012
Seperti beberapa periode LK sebelumnya, untuk saham property, saya melihat di SSIA dan LPCK masih ada upside yang cukup lumayan.
Masih menarik untuk buy and hold di 2 saham ini...
SSIA Q4/2012
1. EPS growth = 172,7%
2. ROE = 44,3%
3. DER = 1,9x
4. EPS = Rp 150
5. Harga skrg = Rp 1560 ---> PER = 10,4x
6. Valuasi = Rp 3055 ---> MOS = 48,94%
LPCK Q4/2012
1. EPS growth = 57,96%
2. ROE = 33,13%
3. DER = 1,3x
4. EPS = Rp 584,8
5. Harga skrg = Rp 6450 ---> PER = 11,03x
6. Valuasi = Rp 10.945 ---> MOS = 41,07%
Disclaimer is ON, ya.. :)
Rugi tanggung sendiri, as always :)
Regards,
-V3-
Masih menarik untuk buy and hold di 2 saham ini...
SSIA Q4/2012
1. EPS growth = 172,7%
2. ROE = 44,3%
3. DER = 1,9x
4. EPS = Rp 150
5. Harga skrg = Rp 1560 ---> PER = 10,4x
6. Valuasi = Rp 3055 ---> MOS = 48,94%
LPCK Q4/2012
1. EPS growth = 57,96%
2. ROE = 33,13%
3. DER = 1,3x
4. EPS = Rp 584,8
5. Harga skrg = Rp 6450 ---> PER = 11,03x
6. Valuasi = Rp 10.945 ---> MOS = 41,07%
Disclaimer is ON, ya.. :)
Rugi tanggung sendiri, as always :)
Regards,
-V3-
Saham Coal, LK Q4/2012
Saham coal sekarang lg bearish berat. Dari LK 2012, EPS-nya semua masih turun dibanding LK 2011.
Di sini, utk saham coal, saya hanya akan review 4 saham, yaitu PTBA, ADRO, KKGI dan HRUM.
Kenapa saya masih mau review saham coal (juga CPO dan alat berat ), wlpn lagi bearish? Well, kadang dalam dunia saham, orang suka over optimis atau over pesimis terhadap suatu saham.
Dan bila orang sdh over pesimis terhadap suatu saham, mereka akan jual terus, tanpa memperhatikan value dr saham tersebut.
Yang saya aneh, walaupun harga coal lagi jatuh, LK lagi hancur, tapi kenapa manajemen saham coal malah melakukan buy back?
Dan ada para pemegang sahamnya yang menambah kepemilikan saham di saat saham coal lagi terpuruk seperti ini...
Ini kebalikan dari para investor saham yang mayoritas malah saat ini menjauh dr saham coal..
Saya pribadi, dari 2012 kemarin, sdh mulai nyicil2 beli saham coal, cpo, dan alat berat. Tapi memang porsinya saya batasi, ngga lebih dari 25% total porto saham saya. So far, memang rata-rata masih loss, dgn loss terbesar di HEXA :)
Tapi ngga masalah, selama harga beli saya masih di bawah harga wajarnya, saya masih hold.
Dan di antara ketiga jenis saham itu (coal, cpo dan alat berat), porsi terbanyak adalah di saham coal.
Kenapa?
Karena ada manajemen buy back dan ada pemegang sahamnya yang menambah jumlah kepemilikan saham.
Itu membuat saya lebih confidence...
Saya coba rangkum lagi beberapa buy back saham pd emiten coal, dan bbrp pemegang saham coal yang kmrn baru menambah sahamnya dengan membeli dari pasar reguler..
1. http://investasi.kontan.co.id/news/boy-thohir-menambah-kepemilikan-saham-di-adaro --- Rabu, 27 Maret 2013, Boy Thohir membeli saham ADRO di harga Rp 1270
2. http://www.tempo.co/read/news/2012/07/13/090416819 --- Sandiaga Uno beli ADRO , 13 Juli 2012, di harga Rp 1380
3. http://www.merdeka.com/uang/kkgi-buyback-saham-rp-200-miliar.html --- KKGI buy back saham Rp 200 Milyar, 25 Oktober 2012
4. http://bnisecurities.co.id/2012/11/karunia-bara-perkasa-tambah-jumlah-sahamnya-di-harum-energy/ --- Karunia Bara Perkasa, pemegang saham mayoritas di HARUM Energy, menambah jumlah sahamnya, dengan harga pembelian Rp 5150 - Rp 5200, 14 November 2012.
5. http://investasi.kontan.co.id/news/batas-buyback-saham-ptba-sampai-juni --- PTBA melakukan buy back saham hingga 21 Juni 2013. Harga pembelian yang sudah dilakukan di kisaran Rp 13.626- Rp 14.270 per saham, berita 11 Januari 2013.
Ok, itu di atas td beberapa "sentimen positif" utk ikut "nyemplung" ke dalam saham coal.. :)
Logika sederhana saya, bila mereka, para manajemen dan pemegang saham coal saja berani beli saham coal di saat harga terpuruk seperti ini, kenapa saya tidak?
Krn horison investasi para manajemen saham coal itu tentu jangka panjang (sama dengan saya), ngga cuma cari profit instan seperti trader-trader saham yang kita kenal :)
Itu alasan pertama saya beli saham coal.
Because I TRUST the management.
Dan saya hanya beli saham coal, yang manajemennya melakukan buy back saham, atau yang pemegang sahamnya menambah kepemilikan saham di saat seperti ini.
Untuk yang ngga, ya saya ngga mau beli :)
Alasan kedua, tentu saja valuasi.
Apa lagi yang bs saya andalkan, selain senjata valuasi?
Selama valuasi saya menyatakan bahwa pembelian ini di harga yang cukup menarik (MOS di atas 30%), ya saya akan beli.
Kalo di bawah MOS 30%, saya ngga mau.
Kenapa bgtu? Karena saya beli saham ini di masa downtrend.
Resiko dibawa turun sangat besar.
Shingga wajar kalau saya mengharapkan MOS yang juga cukup besar...
Cukup ya, ttg penjelasan saya ttg kenapa saya tetap beli saham coal saat ini... :)
LK Q4/2012 ..
Asumsi : kurs $1 = Rp 9500
PTBA ADRO HRUM KKGI
EPS growth -5,75% -32,9% -20,3% -55,5%
ROE 26,7% 12,75% 36,46% 31,26%
DER 0,5x 1,23x 0,26x 0,41x
EPS Rp 1262 $ 0.0155 $0.04869 $0.024
Harga skrg Rp 15.050 Rp 1290 Rp 5050 Rp 2300
Valuasi Rp 22.418 Rp 2311 Rp 8885 Rp 4204
MOS 32,87% 44,18% 43,16% 45,29%
PER 11,93x 8,76x 10,92x 10,09x
Disclaimer is ON, ya...
Bukan ajakan untuk beli.
Hati2, saham2 ini sedang bearish berat.. Butuh mental kuat utk hold.
Ngga dianjurkan untuk yang butuh uang dlm waktu di bawah 3 thn...
Rugi tanggung sendiri... Your money, your responsibility.. :)
Kita tinjau lagi nanti, LK Q1/2013 seperti apa.
Akan membaik atau memburuk, atau stagnan..
Regards,
- V3 -
Di sini, utk saham coal, saya hanya akan review 4 saham, yaitu PTBA, ADRO, KKGI dan HRUM.
Kenapa saya masih mau review saham coal (juga CPO dan alat berat ), wlpn lagi bearish? Well, kadang dalam dunia saham, orang suka over optimis atau over pesimis terhadap suatu saham.
Dan bila orang sdh over pesimis terhadap suatu saham, mereka akan jual terus, tanpa memperhatikan value dr saham tersebut.
Yang saya aneh, walaupun harga coal lagi jatuh, LK lagi hancur, tapi kenapa manajemen saham coal malah melakukan buy back?
Dan ada para pemegang sahamnya yang menambah kepemilikan saham di saat saham coal lagi terpuruk seperti ini...
Ini kebalikan dari para investor saham yang mayoritas malah saat ini menjauh dr saham coal..
Saya pribadi, dari 2012 kemarin, sdh mulai nyicil2 beli saham coal, cpo, dan alat berat. Tapi memang porsinya saya batasi, ngga lebih dari 25% total porto saham saya. So far, memang rata-rata masih loss, dgn loss terbesar di HEXA :)
Tapi ngga masalah, selama harga beli saya masih di bawah harga wajarnya, saya masih hold.
Dan di antara ketiga jenis saham itu (coal, cpo dan alat berat), porsi terbanyak adalah di saham coal.
Kenapa?
Karena ada manajemen buy back dan ada pemegang sahamnya yang menambah jumlah kepemilikan saham.
Itu membuat saya lebih confidence...
Saya coba rangkum lagi beberapa buy back saham pd emiten coal, dan bbrp pemegang saham coal yang kmrn baru menambah sahamnya dengan membeli dari pasar reguler..
1. http://investasi.kontan.co.id/news/boy-thohir-menambah-kepemilikan-saham-di-adaro --- Rabu, 27 Maret 2013, Boy Thohir membeli saham ADRO di harga Rp 1270
2. http://www.tempo.co/read/news/2012/07/13/090416819 --- Sandiaga Uno beli ADRO , 13 Juli 2012, di harga Rp 1380
3. http://www.merdeka.com/uang/kkgi-buyback-saham-rp-200-miliar.html --- KKGI buy back saham Rp 200 Milyar, 25 Oktober 2012
4. http://bnisecurities.co.id/2012/11/karunia-bara-perkasa-tambah-jumlah-sahamnya-di-harum-energy/ --- Karunia Bara Perkasa, pemegang saham mayoritas di HARUM Energy, menambah jumlah sahamnya, dengan harga pembelian Rp 5150 - Rp 5200, 14 November 2012.
5. http://investasi.kontan.co.id/news/batas-buyback-saham-ptba-sampai-juni --- PTBA melakukan buy back saham hingga 21 Juni 2013. Harga pembelian yang sudah dilakukan di kisaran Rp 13.626- Rp 14.270 per saham, berita 11 Januari 2013.
Ok, itu di atas td beberapa "sentimen positif" utk ikut "nyemplung" ke dalam saham coal.. :)
Logika sederhana saya, bila mereka, para manajemen dan pemegang saham coal saja berani beli saham coal di saat harga terpuruk seperti ini, kenapa saya tidak?
Krn horison investasi para manajemen saham coal itu tentu jangka panjang (sama dengan saya), ngga cuma cari profit instan seperti trader-trader saham yang kita kenal :)
Itu alasan pertama saya beli saham coal.
Because I TRUST the management.
Dan saya hanya beli saham coal, yang manajemennya melakukan buy back saham, atau yang pemegang sahamnya menambah kepemilikan saham di saat seperti ini.
Untuk yang ngga, ya saya ngga mau beli :)
Alasan kedua, tentu saja valuasi.
Apa lagi yang bs saya andalkan, selain senjata valuasi?
Selama valuasi saya menyatakan bahwa pembelian ini di harga yang cukup menarik (MOS di atas 30%), ya saya akan beli.
Kalo di bawah MOS 30%, saya ngga mau.
Kenapa bgtu? Karena saya beli saham ini di masa downtrend.
Resiko dibawa turun sangat besar.
Shingga wajar kalau saya mengharapkan MOS yang juga cukup besar...
Cukup ya, ttg penjelasan saya ttg kenapa saya tetap beli saham coal saat ini... :)
LK Q4/2012 ..
Asumsi : kurs $1 = Rp 9500
PTBA ADRO HRUM KKGI
EPS growth -5,75% -32,9% -20,3% -55,5%
ROE 26,7% 12,75% 36,46% 31,26%
DER 0,5x 1,23x 0,26x 0,41x
EPS Rp 1262 $ 0.0155 $0.04869 $0.024
Harga skrg Rp 15.050 Rp 1290 Rp 5050 Rp 2300
Valuasi Rp 22.418 Rp 2311 Rp 8885 Rp 4204
MOS 32,87% 44,18% 43,16% 45,29%
PER 11,93x 8,76x 10,92x 10,09x
Disclaimer is ON, ya...
Bukan ajakan untuk beli.
Hati2, saham2 ini sedang bearish berat.. Butuh mental kuat utk hold.
Ngga dianjurkan untuk yang butuh uang dlm waktu di bawah 3 thn...
Rugi tanggung sendiri... Your money, your responsibility.. :)
Kita tinjau lagi nanti, LK Q1/2013 seperti apa.
Akan membaik atau memburuk, atau stagnan..
Regards,
- V3 -
Selasa, 02 April 2013
Saham Kabel, LK Q4/2012
Ringkasan kinerja saham-saham kabel based on LK Q4/2012..
SCCO KBLI JECC
EPS growth 57,75% 96,48% 11,2%
ROE 25,95% 14,8% 22,4%
DER 1,27x 0,37x 3,96x
EPS Rp 842 Rp 31,24 Rp 211,71
Harga skrg Rp 5100 Rp 300 Rp 2200
Valuasi Rp 14.864 Rp 500 Rp 3626
MOS 65,7% 40% 39,3%
SCCO dan KBLI memiliki EPS growth yang tinggi.
Dari MOS, ketiga saham ini masih memiliki MOS yang cukup besar.
MOS cukup besar + high growth = perfect stock to buy, for me.. :)
Jadi, jgn sampe ketinggalan big profit dr saham2 kabel, ya. Nyesel lho nanti.. :)
Oya, utk SCCO, hati2, ini saham sangat tdk likuid.
Jadi jangan sampai kejebak ngga bisa jualan nanti..
Disclaimer is ON..
Rugi tanggung sendiri, ya.. :)
Regards,
- V3 -
SCCO KBLI JECC
EPS growth 57,75% 96,48% 11,2%
ROE 25,95% 14,8% 22,4%
DER 1,27x 0,37x 3,96x
EPS Rp 842 Rp 31,24 Rp 211,71
Harga skrg Rp 5100 Rp 300 Rp 2200
Valuasi Rp 14.864 Rp 500 Rp 3626
MOS 65,7% 40% 39,3%
SCCO dan KBLI memiliki EPS growth yang tinggi.
Dari MOS, ketiga saham ini masih memiliki MOS yang cukup besar.
MOS cukup besar + high growth = perfect stock to buy, for me.. :)
Jadi, jgn sampe ketinggalan big profit dr saham2 kabel, ya. Nyesel lho nanti.. :)
Oya, utk SCCO, hati2, ini saham sangat tdk likuid.
Jadi jangan sampai kejebak ngga bisa jualan nanti..
Disclaimer is ON..
Rugi tanggung sendiri, ya.. :)
Regards,
- V3 -
Saham Pakan Ternak, LK Q4/2012
Dari LK Q4/2012 yang sdh keluar, tampaknya dari 3 saham pakan ternak, CPIN, MAIN dan JPFA, hanya MAIN yang masih berada di bawah harga wajarnya.. :(
Kemarin CPIN saya, modal 2850, sudah saya jual 25% di Rp 5000.
Cash yang saya dapat dr penjualan CPIN itu, 30% saya belikan GJTL di 2600, 20% saya tambahkan MAIN di Rp 3100, dan sisanya masih berupa cash.
I have no idea what to buy at this time..
Mungkin nanti aja belinya, kalo ada saham bagus yg turun lumayan dalam..
Ini sekilas kinerja saham ternak di LK Q4/2012 :
CPIN MAIN JPFA
EPS growth 13,9% 47,93% 58,3%
ROE 32,79% 44,35% 22,6%
DER 0,51x 1,64x 1,3x
EPS Rp 164 Rp 179 Rp 472
Harga skrg Rp 5000 Rp 3075 Rp 9300
PER 30,49x 17,18x 19,7x
Valuasi Rp 3061 Rp 3647 Rp 8098
MOS -63% 15,68% -14,8%
Karena dari MOS, hanya MAIN yang masih layak dibeli, saya cuma berani beli MAIN untuk nambah investasi.
Tapi CPIN yang saya punya, ngga berani saya jual semua. 75% masih saya hold.
Kenapa?
Karena ini saham bagus di sektor konsumsi. Saya takut, nanti PER-nya akan naik semakin tinggi , seperti ROTI, UNVR, atau ACES, sehingga saya makin ngga berani untuk beli. So, yg saya lakukan skrg untuk CPIN adalah let the profit run aja. Nikmati devidennya tiap tahun... :)
Disclaimer is ON, ya..
Rugi tanggung sndr.. :)
Regards,
- V3-
Kemarin CPIN saya, modal 2850, sudah saya jual 25% di Rp 5000.
Cash yang saya dapat dr penjualan CPIN itu, 30% saya belikan GJTL di 2600, 20% saya tambahkan MAIN di Rp 3100, dan sisanya masih berupa cash.
I have no idea what to buy at this time..
Mungkin nanti aja belinya, kalo ada saham bagus yg turun lumayan dalam..
Ini sekilas kinerja saham ternak di LK Q4/2012 :
CPIN MAIN JPFA
EPS growth 13,9% 47,93% 58,3%
ROE 32,79% 44,35% 22,6%
DER 0,51x 1,64x 1,3x
EPS Rp 164 Rp 179 Rp 472
Harga skrg Rp 5000 Rp 3075 Rp 9300
PER 30,49x 17,18x 19,7x
Valuasi Rp 3061 Rp 3647 Rp 8098
MOS -63% 15,68% -14,8%
Karena dari MOS, hanya MAIN yang masih layak dibeli, saya cuma berani beli MAIN untuk nambah investasi.
Tapi CPIN yang saya punya, ngga berani saya jual semua. 75% masih saya hold.
Kenapa?
Karena ini saham bagus di sektor konsumsi. Saya takut, nanti PER-nya akan naik semakin tinggi , seperti ROTI, UNVR, atau ACES, sehingga saya makin ngga berani untuk beli. So, yg saya lakukan skrg untuk CPIN adalah let the profit run aja. Nikmati devidennya tiap tahun... :)
Disclaimer is ON, ya..
Rugi tanggung sndr.. :)
Regards,
- V3-
Minggu, 24 Maret 2013
ANTM LK Q4/2012, jangan terjebak dengan EPS growth..
Untuk screening awal, biasanya saya selalu lihat EPS growth.
Tapi, untuk analisa lebih mendalam, saya juga selalu lihat, apakah EPS growth ini didapatkan dari laba usaha atau tidak.
Terus setelah itu, saya suka lihat lagi, apakah laba bersihnya didapatkan dari arus kas operasi atau tidak.
Saya ada contoh menarik di LK Q4/2012 ANTM, yang ingin saya sharing di sini, agar tidak terjebak dengan hanya melihat EPS growth saja.
EPS growth ANTM pada Q4/2012 = 55%.
Tapi, apa benar ini "The real EPS growth"? :)
Kita lihat Laporan Rugi Laba ANTM. Data disajikan dalam ribuan rupiah.
Laba Usaha 2012 = Rp 895.864.056
Laba usaha 2011 = Rp 2.012.878.425
Dari 2011 ke 2012, ada penurunan laba usaha sebesar 55,5%.
Tapi ....coba lihat lagi :
Laba bersih 2012 = Rp 2.989.024.589
Laba bersih 2011 = Rp 1.924.739.414
Dari 2011 ke 2012, ada kenaikan laba bersih sebesar 55,3%.
Aneh, kan.. ? :)
Ternyata, kenaikan laba bersih ini disebabkan karena ada penghasilan lain-lain, yaitu "KEUNTUNGAN ATAS PENYESUAIAN NILAI WAJAR" (bisa dilihat di "Catatan atas laporan keuangan konsolidasian" pada poin 2f, 11, dan 37u, untuk penjelasan lebih detilnya), sebesar Rp 2.489.007.689.
Sehingga, dengan adanya penghasilan ini, terjadi EPS growth pd ANTM sebesar 55%.
Kalau mau lebih detil lagi, saya suka bandingkan antara laba bersih dengan arus kas operasinya.
Emiten yang earningnya sehat, laba bersihnya berasal dari arus kas operasi. Jadi antara laba bersih dengan arus kas operasi, nilainya kurang lebih harus sama.
Pada kasus ANTM, laba bersih 2012 = Rp 2.989.024.589
Arus kas operasi 2012 = Rp 890.602.351
Jauh sekali perbedaannya, kan..? :)
So, jangan cuma tergoda sama EPS growth. Liat juga angka2 yang lain, untuk mengambil kesimpulan tentang kinerja suatu saham.
Mudah-mudahan bisa dimengerti ya, tulisan saya.
Ini saya coba tulis dengan bahasa yang sesederhana mungkin.. :)
Regards,
- V3 -
Tapi, untuk analisa lebih mendalam, saya juga selalu lihat, apakah EPS growth ini didapatkan dari laba usaha atau tidak.
Terus setelah itu, saya suka lihat lagi, apakah laba bersihnya didapatkan dari arus kas operasi atau tidak.
Saya ada contoh menarik di LK Q4/2012 ANTM, yang ingin saya sharing di sini, agar tidak terjebak dengan hanya melihat EPS growth saja.
EPS growth ANTM pada Q4/2012 = 55%.
Tapi, apa benar ini "The real EPS growth"? :)
Kita lihat Laporan Rugi Laba ANTM. Data disajikan dalam ribuan rupiah.
Laba Usaha 2012 = Rp 895.864.056
Laba usaha 2011 = Rp 2.012.878.425
Dari 2011 ke 2012, ada penurunan laba usaha sebesar 55,5%.
Tapi ....coba lihat lagi :
Laba bersih 2012 = Rp 2.989.024.589
Laba bersih 2011 = Rp 1.924.739.414
Dari 2011 ke 2012, ada kenaikan laba bersih sebesar 55,3%.
Aneh, kan.. ? :)
Ternyata, kenaikan laba bersih ini disebabkan karena ada penghasilan lain-lain, yaitu "KEUNTUNGAN ATAS PENYESUAIAN NILAI WAJAR" (bisa dilihat di "Catatan atas laporan keuangan konsolidasian" pada poin 2f, 11, dan 37u, untuk penjelasan lebih detilnya), sebesar Rp 2.489.007.689.
Sehingga, dengan adanya penghasilan ini, terjadi EPS growth pd ANTM sebesar 55%.
Kalau mau lebih detil lagi, saya suka bandingkan antara laba bersih dengan arus kas operasinya.
Emiten yang earningnya sehat, laba bersihnya berasal dari arus kas operasi. Jadi antara laba bersih dengan arus kas operasi, nilainya kurang lebih harus sama.
Pada kasus ANTM, laba bersih 2012 = Rp 2.989.024.589
Arus kas operasi 2012 = Rp 890.602.351
Jauh sekali perbedaannya, kan..? :)
So, jangan cuma tergoda sama EPS growth. Liat juga angka2 yang lain, untuk mengambil kesimpulan tentang kinerja suatu saham.
Mudah-mudahan bisa dimengerti ya, tulisan saya.
Ini saya coba tulis dengan bahasa yang sesederhana mungkin.. :)
Regards,
- V3 -
Saham Konstruksi, LK Q4/2012..
Ini analisis simpel tentang saham2 di sektor konstruksi, based on LK Q4/2012..
ADHI WIKA PTPP
EPS growth 13,3% 25,4% 28%
ROE 18% 18,1% 18,7%
DER 5,67x 2,89x 4,18x
CA > CL ? Ya Ya Ya
EPS Rp 117,46 Rp 76,01 Rp 64
Harga skrg Rp 3000 Rp 2000 Rp 1020
PER 25,5x 26,3x 15,9x
valuasi Rp 1935 Rp 1253 Rp 1061
MOS -55% -59,6% 3,78%
Notes : Saham-saham kontruksi umumnya DER-nya besar-besar.
Tapi sebagian besar utang mereka adalah utang jangka pendek.
Sehingga saya pakai indikator tambahan, yaitu : "Current assets (CA) lebih besar daripada current liabilities (CL)".
Apabila CA > CL, menurut saya, walaupun DER besar, tapi selama current assetsnya lbh besar daripada current liabilities, maka tdk ada resiko likuiditas karena perusahaan sanggup membayar utang jangka pendeknya pada saat jatuh tempo.
Dari valuasi, terlihat bahwa PTPP masih diperdagangkan pada harga wajarnya. Sedangkan ADHI dan WIKA sudah overvalued.
Disclaimer is ON.. :)
Rugi atau ngga dapat barang, tanggung sendiri ya.. :)
Regards,
- V3 -
ADHI WIKA PTPP
EPS growth 13,3% 25,4% 28%
ROE 18% 18,1% 18,7%
DER 5,67x 2,89x 4,18x
CA > CL ? Ya Ya Ya
EPS Rp 117,46 Rp 76,01 Rp 64
Harga skrg Rp 3000 Rp 2000 Rp 1020
PER 25,5x 26,3x 15,9x
valuasi Rp 1935 Rp 1253 Rp 1061
MOS -55% -59,6% 3,78%
Notes : Saham-saham kontruksi umumnya DER-nya besar-besar.
Tapi sebagian besar utang mereka adalah utang jangka pendek.
Sehingga saya pakai indikator tambahan, yaitu : "Current assets (CA) lebih besar daripada current liabilities (CL)".
Apabila CA > CL, menurut saya, walaupun DER besar, tapi selama current assetsnya lbh besar daripada current liabilities, maka tdk ada resiko likuiditas karena perusahaan sanggup membayar utang jangka pendeknya pada saat jatuh tempo.
Dari valuasi, terlihat bahwa PTPP masih diperdagangkan pada harga wajarnya. Sedangkan ADHI dan WIKA sudah overvalued.
Disclaimer is ON.. :)
Rugi atau ngga dapat barang, tanggung sendiri ya.. :)
Regards,
- V3 -
Rabu, 20 Maret 2013
Trio Semen, LK Q4/2012
Industri semen masih menghasilkan laba yang cukup baik di 2012 kemarin. Growthnya jg di atas 20% semua. Tinggal cari harga yang bagus utk akumulasi, krn saham semen sangat layak untuk dimiliki sebagai investasi di masa sekarang ini..
SMGR INTP SMCB
EPS growth 23,41% 32,2% 26,6%
ROE 27% 24,5% 16,4%
DER 0,46x 0,17x 0,45x
EPS Rp 817 Rp 1293,15 Rp 176
Harga skrg Rp 17.850 Rp 22.450 Rp 3700
PER 21,84x 17,32x 21,02x
Valuasi Rp 14.550 Rp 22.550 Rp 2858
MOS -22,7% 0,66% -29,46%
Terlihat hanya INTP yang masih dijual di bawah harga wajarnya. SMGR dan SMCB sudah sangat overvalued..
Disclaimer is ON..
Rugi tanggung sendiri, ya.. :)
Regards,
- V3 -
SMGR INTP SMCB
EPS growth 23,41% 32,2% 26,6%
ROE 27% 24,5% 16,4%
DER 0,46x 0,17x 0,45x
EPS Rp 817 Rp 1293,15 Rp 176
Harga skrg Rp 17.850 Rp 22.450 Rp 3700
PER 21,84x 17,32x 21,02x
Valuasi Rp 14.550 Rp 22.550 Rp 2858
MOS -22,7% 0,66% -29,46%
Terlihat hanya INTP yang masih dijual di bawah harga wajarnya. SMGR dan SMCB sudah sangat overvalued..
Disclaimer is ON..
Rugi tanggung sendiri, ya.. :)
Regards,
- V3 -
Selasa, 19 Maret 2013
Saham dengan EPS growth > 20% based on LK Q4/2012
Saya rangkum beberapa saham dengan EPS growth > 20% based on LK Q4/2012.
Kalo ada saham yang belum masuk, mungkin karena LKnya belum ada atau belum saya baca.
Tulisan ini akan terus saya update, insya allah...
No. Saham EPSg ROE DER EPS 2012
1. BBRI 23,9% 28,79% - Rp 778,93
2. SMCB 26,6% 16,4% 0,45x Rp 176
3. ASGR 22,7% 25,9% 0,96x Rp 126,9
4. TOWR 22,3% 55,5% 2,97x Rp 340
5. SMGR 23,4% 27% 0,46x Rp 817
6. BMRI 25,5% 21,2% - Rp 664,46
7. ROTI 28,65% 22,37% 0,81x Rp 147,33
8. TBIG 73,7% 21,8% 2,37x Rp 180,8
9. PGAS 33,3% 38,8% 0,66x $ 0.04
10. INTP 32,3% 24,5% 0,17x Rp 1293,15
11. SSIA 172,7% 44,3% 1,9x Rp 150
12. ARNA 63,5% 26,2% 0,55x Rp 85
13. ASRI 81,7% 25,7% 1,3x Rp 61,19
14. WSKT 298% 3% 3,16x Rp 38
15. WIKA 25,4% 18,1% 2,89x Rp 76,01
16. HMSP 23,3% 73,7% 0,97x Rp 2269
17. KDSI 55,9% 11,66% 0,81x Rp 90,96
18. PTPP 28% 18,7% 4,18x Rp 64
19. MDLN 73% 11,7% 1,06x Rp 41,17
20. BEST 210% 26,6% 0,29x Rp 56,38
21. BSDE 53% 14% 0,59x Rp 73,5
22. TOTL 40,7% 25,74% 1,92x Rp 51,51
23. MAPI 20,3% 20% 1,76x Rp 261
24. JSMR 33,61% 15,7% 1,53x Rp 235,91
25. MICE 35,44% 13,75% 0,38x Rp 68,14
26. WINS 23,91% 13,54% 0,91x $0,57
27. MAIN 47,93% 44,35% 1,64x Rp 179
28. SCCO 57,97% 25,95% 1,27x Rp 842
29. CTRS 67,47% 12,37% 1x Rp 139
30. GJTL 65,82% 19,83% 1,35x Rp 325
31. BTON 29,32% 21,78% 0,28x Rp 137,56
32. LPCK 57,96% 33,13% 1,3x Rp 584,8
33. JPFA 58,3% 22,6% 1,3x Rp 472
34. KBLI 96,48% 14,8% 0,37x Rp 31,24
Maaf kalo tulisannya acakadul, maklum gatek.. :)
Tapi yang penting isinya, kan.. :)
Sekali lagi, di masa Indonesia sedang growing ini, cari emiten yang labanya tumbuh tinggi, karena besar kemungkinannya akan cetak all time high.
Kalo kmrn saya sempat bilang saya beli saham CPO, coal dan alat berat walaupun LKnya masih jelek (tapi harga sdh turun cukup dalam dan sudah monthly oversold), saya batasi hanya maksimal 25% dari porto saya.
Itu pun apabila di kuartal ini LKnya belum membaik, saya ngga akan menambah beli lagi.
Saya hanya akan menambah beli saham-saham di sektor tersebut apabila LKnya sdh membaik, dan valuasinya juga masih cukup menarik.
Apabila di LK terbaru, harga beli saya (yang nyangkut itu) menjadi terlalu mahal (di atas harga wajarnya), saya akan langsung jual, dalam posisi rugi berapa pun.
Karena saya value investor.
Untuk apa saya simpan saham yang sudah ngga ada added value-nya lagi? :)
Tapi 75% lebih porto saya, saya isi dengan saham-saham yang labanya terus naik, sehingga in general, nilai porto saya juga terus naik.
Tentu saja, belinya jg ngitung valuasi, agar ngga beli kemahalan.. :)
Ok, gudlak utk investasi sahamnya ya.. :)
Regards,
- V3 -
Kalo ada saham yang belum masuk, mungkin karena LKnya belum ada atau belum saya baca.
Tulisan ini akan terus saya update, insya allah...
No. Saham EPSg ROE DER EPS 2012
1. BBRI 23,9% 28,79% - Rp 778,93
2. SMCB 26,6% 16,4% 0,45x Rp 176
3. ASGR 22,7% 25,9% 0,96x Rp 126,9
4. TOWR 22,3% 55,5% 2,97x Rp 340
5. SMGR 23,4% 27% 0,46x Rp 817
6. BMRI 25,5% 21,2% - Rp 664,46
7. ROTI 28,65% 22,37% 0,81x Rp 147,33
8. TBIG 73,7% 21,8% 2,37x Rp 180,8
9. PGAS 33,3% 38,8% 0,66x $ 0.04
10. INTP 32,3% 24,5% 0,17x Rp 1293,15
11. SSIA 172,7% 44,3% 1,9x Rp 150
12. ARNA 63,5% 26,2% 0,55x Rp 85
13. ASRI 81,7% 25,7% 1,3x Rp 61,19
14. WSKT 298% 3% 3,16x Rp 38
15. WIKA 25,4% 18,1% 2,89x Rp 76,01
16. HMSP 23,3% 73,7% 0,97x Rp 2269
17. KDSI 55,9% 11,66% 0,81x Rp 90,96
18. PTPP 28% 18,7% 4,18x Rp 64
19. MDLN 73% 11,7% 1,06x Rp 41,17
20. BEST 210% 26,6% 0,29x Rp 56,38
21. BSDE 53% 14% 0,59x Rp 73,5
22. TOTL 40,7% 25,74% 1,92x Rp 51,51
23. MAPI 20,3% 20% 1,76x Rp 261
24. JSMR 33,61% 15,7% 1,53x Rp 235,91
25. MICE 35,44% 13,75% 0,38x Rp 68,14
26. WINS 23,91% 13,54% 0,91x $0,57
27. MAIN 47,93% 44,35% 1,64x Rp 179
28. SCCO 57,97% 25,95% 1,27x Rp 842
29. CTRS 67,47% 12,37% 1x Rp 139
30. GJTL 65,82% 19,83% 1,35x Rp 325
31. BTON 29,32% 21,78% 0,28x Rp 137,56
32. LPCK 57,96% 33,13% 1,3x Rp 584,8
33. JPFA 58,3% 22,6% 1,3x Rp 472
34. KBLI 96,48% 14,8% 0,37x Rp 31,24
Maaf kalo tulisannya acakadul, maklum gatek.. :)
Tapi yang penting isinya, kan.. :)
Sekali lagi, di masa Indonesia sedang growing ini, cari emiten yang labanya tumbuh tinggi, karena besar kemungkinannya akan cetak all time high.
Kalo kmrn saya sempat bilang saya beli saham CPO, coal dan alat berat walaupun LKnya masih jelek (tapi harga sdh turun cukup dalam dan sudah monthly oversold), saya batasi hanya maksimal 25% dari porto saya.
Itu pun apabila di kuartal ini LKnya belum membaik, saya ngga akan menambah beli lagi.
Saya hanya akan menambah beli saham-saham di sektor tersebut apabila LKnya sdh membaik, dan valuasinya juga masih cukup menarik.
Apabila di LK terbaru, harga beli saya (yang nyangkut itu) menjadi terlalu mahal (di atas harga wajarnya), saya akan langsung jual, dalam posisi rugi berapa pun.
Karena saya value investor.
Untuk apa saya simpan saham yang sudah ngga ada added value-nya lagi? :)
Tapi 75% lebih porto saya, saya isi dengan saham-saham yang labanya terus naik, sehingga in general, nilai porto saya juga terus naik.
Tentu saja, belinya jg ngitung valuasi, agar ngga beli kemahalan.. :)
Ok, gudlak utk investasi sahamnya ya.. :)
Regards,
- V3 -
ASII, Q4/2012
Beberapa teman saya ada lagi nih yang baru mulai bergabung di dunia saham. Dan mereka rata-rata ibu rumah tangga, yang anaknya sdh mulai dewasa, dan mulai tertarik untuk mengembangkan aset melalui investasi di saham BEI.
Tentu saja, krn mrk banyak komunikasi dengan saya di awal mrk terjun di bursa, akhirnya mereka lbh fokus ke investasi long term daripada trading cepat. Jadi mrk mulai belajar analisa fundamental dr basic, seperti menghitung EPS growth, ROE, DER, dsb.
Penulisan kali ini, adalah utang saya sama mereka, bahwa saya akan lebih menulis detil tentang cara-cara menganalisa LK.
Saya hanya tuliskan cara yang mudah saja, seperti menghitung sales growth, EPS growth, ROE, dan DER.
Karena kalo investor pemula udah langsung dikasih yang berat-berat, nanti malah jadi stress, dan mikir kalo investasi saham itu rumit banget.
Padahal sebenernya sih ngga, smua tergantung kita juga, mau pakai cara yang ribet atau mudah..
Belum tentu juga yang ribet akan lebih bagus hasilnya.. :)
Saran saya, bagi investor pemula : mulailah dengan investasi di saham-saham bluechip dulu, manajemen bs dipercaya, royal bagi deviden, dan EPS-nya tumbuh terus selama setidaknya 3 thn terakhir.
Oya, sebelumnya mungkin perlu saya tekankan di sini, bahwa mulai thn 2013 ini, tujuan investasi saya adalah Membangun Pasif Income dari Deviden.
Saya harapkan nanti di masa depan, biaya hidup kami sekeluarga bisa ditutup dari deviden yang saya dapatkan tiap tahun.
Kalo sekarang suami saya bekerja kantoran untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, mudah-mudahan nanti akan tiba waktunya dia bekerja karena dia enjoy dengan pekerjaannya, dan bukan karena tuntutan ekonomi.
Karena tujuan investasi saya adalah membangun pasif income dr deviden, maka fokus saya sekarang adalah mengumpulkan saham-saham dengan fundamental bagus yang rajin bagi deviden, dan manajemennya bisa dipercaya. Harga beli mungkin saya udah ngga ngejar diskon besar, tapi cukup di harga yang reasonable..
Fokus saya bukan lagi mengejar saham-saham yang bs naik tinggi dalam waktu setahun.
Jadi sepertinya akan ada pergeseran jenis saham-saham yang ditulis di sini. Kalo pun ada saham-saham saya yang bisa naik tinggi (di atas 50%) dalam jangka waktu kurang dari setahun, itu saya anggap sebagai bonus... :)
Yang jelas, saya tetap menganut teori DCA (dollar cost averaging) dalam berinvestasi.
Saya sisihkan uang tiap bulan (dr gaji suami) untuk membeli saham.
Untuk membeli, saya kombinasikan antara TA (untuk melihat timing beli) dan FA (untuk menghitung valuasi saham).
TA yang saya pakai biasanya hanya MA 20, 60, 200 (weely, monthly, sesekali daily) dan stokastik (daily, weekly, monthly).
Sedangkan untuk menjual, saya jual saham hanya apabila saya liat ada potensi di saham lain yang lebih baik, saya sedang butuh uang, saham tersebut kinerjanya memburuk, atau saya mau alihkan ke LM/properti. Simpel aja metode jualnya :)
Kembali ke laptop.. :)
Sekarang saya mau tulis sekilas tentang ASII Q4/2012 (ASII ini masuk sbg saham incaran teman2 saya yang newbie).
Kita lihat laporan Rugi Laba ASII 2012 terlebih dulu, ya..
Laporan laba rugi dalam Milyar rupiah.
1. Lihat sales growth ASII selama 1 thn
Sales growth ASII 2012 = (188.053 - 162.054) / 162.054 = 16%
2. Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan (biasanya saya suka tulis sebagai operating profit growth)
= (27.898 - 25.774) : 25.774 = 8,24%
Dari 2 data di atas, terlihat ASII tidak begitu efisien dalam operasionalnya, karena dengan kenaikan sales yang 16%, laba operasinya hanya naik 8,24%.
Apabila suatu perusahaan bekerja dengan efisien, maka pertumbuhan kenaikan laba operasi akan lebih besar daripada pertumbuhan kenaikan penjualannya.
Tapi kita ngga akan bahas ini dengan lebih lanjut, karena tujuan penulisan saya adalah untuk investor pemula. Jadi cukup lah untuk mengetahui bagaimana sales growth dan operating profit growthnya dulu.
Yang jelas, dari LK ASII selama 5 tahun terakhir, sales, laba bersih dan EPS-nya terus naik. Jadi ASII masih layak sebagai saham untuk investasi. Cuma masalahnya : beli di harga berapa? :)
3. Pertumbuhan laba komprehensif yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali (biasanya saya suka tulis ini sebagai net income growth/ pertumbuhan laba bersih)
= (22.460 - 21.348) : 21.348 = 5,21%
4. EPS growth = (Rp 480 - Rp 439) : Rp 439 = 9,33% ---> masih di atas inflasi
5. EPS ASII 2012 = Rp 480
6. Harga ASII sekarang = Rp 7700 ---> PER ASII = 7700 : 480 = 16,04x
Untuk menghitung ROE dan DER, kita lihat dari data yang ada pada Neraca ASII 2012.
7. ROE ASII = Laba bersih : ekuitas
= 22.460 : 89.814 = 25% --> bagus
8. DER ASII = total utang : ekuitas
= 92.460 : 89.814 = 1,03x --> aman
9. Valuasi ASII = Rp 8406 ---> MOS = 8,4%
Di sini terlihat, ASII masih diskon 8,4% dari harga wajarnya.
Tapi , untuk ASII, saya biasanya hanya mau beli di saat dia sedang turun skitar 15% - 25% dr highest, atau secara valuasi mungkin diskon skitar 10 - 25% dari harga wajarnya.
Atau kalo dr chart, di sekitar MA 60 weekly biasanya.
Sekarang MA 60 weekly ASII ada di Rp 7334.
Jadi kalo ASII jatuh di bawah Rp 7300, mending beli aja dan tutup laptop.. :) Kalo ngga turun sampe ke sana? well, brarti kita harus beli lebih mahal artinya.. :)
Disclaimer is ON, rugi tanggung sendiri ya.. :)
Regards,
- V3 -
note : buat ibu2 yang manis, utangku sudah lunas, ya.. :) gudlak utk investasi sahamnya.. :) kalo masih ada yang bingung, please nanya aja. it's still free.. :D
Tentu saja, krn mrk banyak komunikasi dengan saya di awal mrk terjun di bursa, akhirnya mereka lbh fokus ke investasi long term daripada trading cepat. Jadi mrk mulai belajar analisa fundamental dr basic, seperti menghitung EPS growth, ROE, DER, dsb.
Penulisan kali ini, adalah utang saya sama mereka, bahwa saya akan lebih menulis detil tentang cara-cara menganalisa LK.
Saya hanya tuliskan cara yang mudah saja, seperti menghitung sales growth, EPS growth, ROE, dan DER.
Karena kalo investor pemula udah langsung dikasih yang berat-berat, nanti malah jadi stress, dan mikir kalo investasi saham itu rumit banget.
Padahal sebenernya sih ngga, smua tergantung kita juga, mau pakai cara yang ribet atau mudah..
Belum tentu juga yang ribet akan lebih bagus hasilnya.. :)
Saran saya, bagi investor pemula : mulailah dengan investasi di saham-saham bluechip dulu, manajemen bs dipercaya, royal bagi deviden, dan EPS-nya tumbuh terus selama setidaknya 3 thn terakhir.
Oya, sebelumnya mungkin perlu saya tekankan di sini, bahwa mulai thn 2013 ini, tujuan investasi saya adalah Membangun Pasif Income dari Deviden.
Saya harapkan nanti di masa depan, biaya hidup kami sekeluarga bisa ditutup dari deviden yang saya dapatkan tiap tahun.
Kalo sekarang suami saya bekerja kantoran untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, mudah-mudahan nanti akan tiba waktunya dia bekerja karena dia enjoy dengan pekerjaannya, dan bukan karena tuntutan ekonomi.
Karena tujuan investasi saya adalah membangun pasif income dr deviden, maka fokus saya sekarang adalah mengumpulkan saham-saham dengan fundamental bagus yang rajin bagi deviden, dan manajemennya bisa dipercaya. Harga beli mungkin saya udah ngga ngejar diskon besar, tapi cukup di harga yang reasonable..
Fokus saya bukan lagi mengejar saham-saham yang bs naik tinggi dalam waktu setahun.
Jadi sepertinya akan ada pergeseran jenis saham-saham yang ditulis di sini. Kalo pun ada saham-saham saya yang bisa naik tinggi (di atas 50%) dalam jangka waktu kurang dari setahun, itu saya anggap sebagai bonus... :)
Yang jelas, saya tetap menganut teori DCA (dollar cost averaging) dalam berinvestasi.
Saya sisihkan uang tiap bulan (dr gaji suami) untuk membeli saham.
Untuk membeli, saya kombinasikan antara TA (untuk melihat timing beli) dan FA (untuk menghitung valuasi saham).
TA yang saya pakai biasanya hanya MA 20, 60, 200 (weely, monthly, sesekali daily) dan stokastik (daily, weekly, monthly).
Sedangkan untuk menjual, saya jual saham hanya apabila saya liat ada potensi di saham lain yang lebih baik, saya sedang butuh uang, saham tersebut kinerjanya memburuk, atau saya mau alihkan ke LM/properti. Simpel aja metode jualnya :)
Kembali ke laptop.. :)
Sekarang saya mau tulis sekilas tentang ASII Q4/2012 (ASII ini masuk sbg saham incaran teman2 saya yang newbie).
Kita lihat laporan Rugi Laba ASII 2012 terlebih dulu, ya..
Laporan laba rugi dalam Milyar rupiah.
1. Lihat sales growth ASII selama 1 thn
Sales growth ASII 2012 = (188.053 - 162.054) / 162.054 = 16%
2. Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan (biasanya saya suka tulis sebagai operating profit growth)
= (27.898 - 25.774) : 25.774 = 8,24%
Dari 2 data di atas, terlihat ASII tidak begitu efisien dalam operasionalnya, karena dengan kenaikan sales yang 16%, laba operasinya hanya naik 8,24%.
Apabila suatu perusahaan bekerja dengan efisien, maka pertumbuhan kenaikan laba operasi akan lebih besar daripada pertumbuhan kenaikan penjualannya.
Tapi kita ngga akan bahas ini dengan lebih lanjut, karena tujuan penulisan saya adalah untuk investor pemula. Jadi cukup lah untuk mengetahui bagaimana sales growth dan operating profit growthnya dulu.
Yang jelas, dari LK ASII selama 5 tahun terakhir, sales, laba bersih dan EPS-nya terus naik. Jadi ASII masih layak sebagai saham untuk investasi. Cuma masalahnya : beli di harga berapa? :)
3. Pertumbuhan laba komprehensif yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali (biasanya saya suka tulis ini sebagai net income growth/ pertumbuhan laba bersih)
= (22.460 - 21.348) : 21.348 = 5,21%
4. EPS growth = (Rp 480 - Rp 439) : Rp 439 = 9,33% ---> masih di atas inflasi
5. EPS ASII 2012 = Rp 480
6. Harga ASII sekarang = Rp 7700 ---> PER ASII = 7700 : 480 = 16,04x
Untuk menghitung ROE dan DER, kita lihat dari data yang ada pada Neraca ASII 2012.
7. ROE ASII = Laba bersih : ekuitas
= 22.460 : 89.814 = 25% --> bagus
8. DER ASII = total utang : ekuitas
= 92.460 : 89.814 = 1,03x --> aman
9. Valuasi ASII = Rp 8406 ---> MOS = 8,4%
Di sini terlihat, ASII masih diskon 8,4% dari harga wajarnya.
Tapi , untuk ASII, saya biasanya hanya mau beli di saat dia sedang turun skitar 15% - 25% dr highest, atau secara valuasi mungkin diskon skitar 10 - 25% dari harga wajarnya.
Atau kalo dr chart, di sekitar MA 60 weekly biasanya.
Sekarang MA 60 weekly ASII ada di Rp 7334.
Jadi kalo ASII jatuh di bawah Rp 7300, mending beli aja dan tutup laptop.. :) Kalo ngga turun sampe ke sana? well, brarti kita harus beli lebih mahal artinya.. :)
Disclaimer is ON, rugi tanggung sendiri ya.. :)
Regards,
- V3 -
note : buat ibu2 yang manis, utangku sudah lunas, ya.. :) gudlak utk investasi sahamnya.. :) kalo masih ada yang bingung, please nanya aja. it's still free.. :D
Langganan:
Postingan (Atom)