Selasa, 29 September 2015

IHSG 4122...

Hari ini IHSG bikin new low lagi... the lowest in 2015... td lowest = 4033.

Ini di luar banyak banget yang panik dan ribut ihsg mau ke 3500, 3200...

Saya ngga tau ihsg mau ke mana.

Tapi hitungan sederhana saya begini : skrg ihsg 4122. Ke 3500 butuh turun 622 poin lagi. Ke 3200 butuh turun 922 poin lagi.

Tapi untuk ke 5500, ihsg butuh naik 1378 poin. 

Resiko turun lebih kecil drpd reward untuk naik.
Jadi saya keep buying aja selama msh ada cash...

Jadi investor memang harus berani hold barang rugi selama LKnya bagus. Beda kalo trader. Dan jd investor saham itu butuh waktu lumayan lama agar sahamnya bs naik tinggi. Ngga ada investor saham yang bs sukses dengan hold barang 2-3 hari aja.. 

Menurut saya, sdh cukup banyak saham bagus yang harganya udah undervalued banget saat ini.. Dibanding 2008 memang masih kalah murah, tp kan krisisnya jg ga separah 2008. 2008 dulu likuiditas sangat dibutuhkan, jd smua saham diobral semurah-murahnya agar bs dpt cash.. Dan ada bank2 besar di luar negri sana yg tutup krn krisis. 

Sekarang ihsg sdh di bawah MA 60 monthly. Trakhir ihsg ada di sini ketika krisis 2008. Di bawah MA 60 monthly, artinya ihsg berada di bawah rata-ratanya selama 5 thn trakhir... pdhl dr 2008 ke 2015, GDP naiknya sdh berapa persen...  

Sekarang semua berita jelek-jelek semua. Kaya udah ga ada masa depan aja. Tapi kata adam kho di buku yang kmrn saya posting, kalau berita jelek sdh di mana-mana, berarti market sudah dekat bottom atau sdh ada di bottom. Dan ini waktu paling baik untuk berinvestasi saham...

Saya nulis ini cuma krn gemes aja. Kalo turun, takutnya berlebihan, lupa kalo saham jg bs naik di atas 5% sehari. Kalo naik, senengnya ngga karuan, sampai lupa kalo saham bs turun dalem jg...

Cash saya udah habis skrg. Budget invest bulan ini jg udah dibelanjain saham smua. Kalo bulan depan msh turun, ya nanti belanja lg kalo ada duit lg. Sebentar lg LK Q3 mau keluar. Jadi bulan depan bs dibanting lg ihsgnya kalo LK pd jelek. Ditambah sentimen oktober.. Yang ngga kuat liat portonya merah, ya mending jangan diliat aja, dan menjauh dr segala pembahasan ttg saham. 

Saya pernah ngalamin koreksi 2008, 2011 dan 2013. Dan resep terbaik buat investor saham dalam masa begini menurut saya : tetap pegang saham, nambah beli kalau ada cash, jgn buka2 porto, dan nanti tinggal liat porto ijo semua kalo market udah balik arah. Plus dpt deviden juga.

Resep sederhana tp suka dilupain orang kalo lg panik begini.. 

Regards,
V3




Selasa, 22 September 2015

Sedikit rangkuman dari buku "Profit from the Panic" Adam Khoo..

Tahun 2010 saya sempat beli buku "Profit from the Panic, Cara memperoleh keuntungan dari krisis keuangan terburuk sejak Great Depression" , karangan Adam Khoo, Conrad Alvin Lim dan Ryan Huang. Lumayan bagus sih buku itu menurut saya. Cuma karena contoh kasusnya semua hanya bursa saham dan saham luar negri, jadi stelah selesei dibaca lgsg saya masukin lemari aja.

Kemarin, saya baca2 lagi buku ini dan nemu beberapa hal yang saya pikir lumayan bagus untuk diingat. Buku ini banyak membahas tentang ETF dan saham. Saya hanya rangkum beberapa hal yang berhubungan dengan investasi saham. 


1. Bursa saham dalam jangka panjang akan selalu naik. Kenapa?

a. Karena Inflasi --> peningkatan biaya hidup akan menaikkan harga barang dan jasa, sehingga akan menaikkan juga pendapatan perusahaan.

b. Peningkatan permintaan --> permintaan akan barang dan jasa akan menjadi lebih banyak, sebagian karena pertumbuhan populasi dunia dan negara-negara yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

c. Struktur indeks bursa saham --> indeks hanya berisi perusahaan-perusahaan terbaik. Bila ada yang kinerjanya tidak baik, mereka akan ditendang keluar dan digantikan oleh perusahaan dengan kinerja yang lebih baik.



2. Dalam jangka pendek, bursa beresiko dan tak terduga. Dalam jangka panjang, bursa aman dan terduga


3. Semakin dalam penurunan saham/indeks, semakin kuat lambungannya ( saya suka bilang : sesuatu yang turunnya drastis, naiknya bisa fantastis, dan begitu juga sebaliknya). 



4. Hikmah dari penurunan pasar :

a. Setelah terjadi penurunan pasar, pasar tak hanya akan pulih dari kerugian, tapi akan mengalami kenaikan secara substansial dalam beberapa tahun ke depan

b. Daripada panik dan menjual saham-saham anda karena takut, lebih baik membeli lebih banyak saham (bagus) bila memungkinkan

c. Bila anda menjual saat pasar turun, anda akan terjebak dengan kerugian yang nyata. Tapi ketika anda membeli saat turun, anda akan mendapat keuntungan yang besar.




5. Hikmah dari meneliti pasar saham :

a. Dalam jangka pendek, pasar bergejolak
b. dalam jangka panjang, pasar selalu bergerak naik
c. semakin lama anda berinvestasi, semakin kecil resikonya
d. anda selalu memperoleh keuntungan bila anda bertahan cukup lama di pasar

Tapi jangan pernah beli saham dengan kinerja buruk. Karena saham yang kinerjanya buruk, harganya mungkin tidak akan pernah pulih. Bahkan perusahaan tersebut mungkin akan bangkrut. 


6. Alasan kebanyakan orang merugi di bursa : karena kebanyakan orang membuat keputusan investasi berdasarkan jangka pendek, bukan jangka panjang, sehingga emosi lebih dominan dalam mengambil keputusan investasi. 


7. Strategi pembelian saham :

a. strategi Buy and hold ---> buy and hold akan memberikan hasil yang baik bila anda bertahan cukup lama ( 5 - 10 tahun). Resikonya, bila kita membeli ketika pasar sedang di puncak, kita akan butuh waktu lebih lama untuk menghasilkan keuntungan.

b. strategi Dolar cost averaging (istilah saya : beli nyicil dalam jumlah uang yang sama atau jumlah lot yang sama tiap periode waktu tertentu) ---> return investasi relatif lebih tinggi daripada strategi buy and hold, karena harga rata-rata pembelian kita tidak akan terlalu tinggi.

c. strategi menentukan momen beli yang tepat dengan menggunakan analisis teknikal (TA) ---> keuntungan relatif lebih tinggi dalam waktu yang lebih singkat daripada 2 strategi sebelumnya, tapi ini juga lebih sulit untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membeli di awal atau di tengah tren naik dan menjual di awal tren turun.


Metode TA yang dipakai :

a. Garis trend --> kita harus bisa menentukan garis tren naik dan tren turun ---> lebih susah dilakukan bagi pemula. Beli ketika ada penurunan dalam tren naik, dan jual ketika tren sudah berubah turun.

b. Moving Average --> lebih mudah digunakan. Beli ketika harga sudah naik ke atas MA 20 dan MA 50 daily, jual ketika harga menembus ke bawah MA 20 dan MA 50 daily.

c. Hindari beli ketika harga sedang turun, beli hanya ketika pasar sudah benar-benar menyentuh titik dasar (bottom) dan pembalikan tren sudah dipastikan.



8. Pastikan anda berinvestasi dekat posisi dasar dan bukan di posisi puncak pasar. 

Ada 2 indikator untuk menentukan apakah pasar sedang berada dekat posisi dasar atau dekat posisi puncak :

a. Indikator 1 : Hindari berinvestasi saat diumumkan berita ekonomi yang baik ; berinvestasilah saat diumumkan berita ekonomi yang buruk. Hampir semua berita ekonomi yang baik merupakan pertanda bahwa pasar sudah mendekati posisi puncak, dan penurunan besar akan terjadi.

b. Berinvestasi hanya pada saat PER di bawah 15 - 20x 



9. Tiga langkah melakukan value investing :

a. Kenali perusahaan yang sangat bagus
b. Beli ketika sahamnya murah
c. Tunggu hingga pasar menyadari nilai sebenarnya dari saham tersebut


10. Delapan langkah membeli perusahaan bagus saat harganya turun tajam :

a. Lihat konsistensi  pertumbuhan laba bersih
b. Lihat keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dari saham tersebut
c. Utang yang konservatif (maksimal utang jangka panjang adalah 3x laba bersih)
d. ROE di atas 12%
e. Arus kas bebas  yang kuat (free cash flow yang melimpah) ---> arus kas bebas = arus kas operasi - capex (capex = capital expenditure, yaitu pengeluaran untuk modal, biasanya suka disederhanakan dengan pembelian alat-alat investasi seperti property, mesin dan alat-alat berat)
f. apakah ada manajemen yang menjual/membeli/memegang sahamnya
g. harga saham berada di bawah nilai intrinsik. Perhitungan nilai intrinsik di buku ini berdasarkan pada proyeksi dari arus kas operasi yang akan kita terima selama 10 tahun ke depan, kemudian dibawa ke nilai sekarang dengan faktor diskonnya adalah bunga bebas resiko (kalo di Indonesia, diasumsikan dengan BI rate). Semua jumlah diskonto arus kas operasi tersebut kemudian dibagi dengan jumlah saham, dan didapatkanlah  nilai intrinsiknya.
Untuk lebih detailnya, silakan baca langsung di bukunya, ya.

Tapi saya kurang menyukai valuasi dengan arus kas, krn menurut saya, arus kas lebih susah diproyeksi daripada laba bersih, karena lebih fluktuatif. Selain itu, saya lebih suka menggunakan valuasi dengan metode yang menggunakan EPS atau laba bersih, karena angka-angka EPS dan laba bersih selalu dicantumkan dari tahun ke tahun dalam laporan tahunan, sehingga kita bisa lebih melihat perkembangannya. Sedangkan arus kas dalam beberapa tahun terakhir, agak sulit ditemukan dalam laporan tahunan. Sehingga butuh effort yang lebih berat untuk mendapatkan angka-angkanya...

h. harga saham sedang dalam tren naik
(a). beli saat mulai tren naik ---> harga saham sudah di atas MA 20 dan 50 daily
(b). beli saat saham memasuki konsolidasi dengan volume besar


Tapi mayoritas value investor seperti Warren Buffet, Peter Lynch tidak repot-repot menentukan arah pergerakan saham dengan membaca grafik. Mereka membeli ketika harga saham menurut mereka sudah sangat murah, dan mereka siap mempertahankan saham tersebut hingga bertahun-tahun. 

Ok, ini aja rangkuman saya dari buku yang sedang saya baca lagi sekarang ini. 

Saya sih menyarankan untuk baca langsung dari bukunya. Pasti akan lebih banyak ilmu yang bs didapat dibandingkan baca tulisan saya ini :)

Melihat posisi IHSG sekarang, MA 20 daily = 4375,31. MA 50 daily = 4566,46.
Berdasarkan buku tsb, kita baru bisa beli IHSG bila IHSG sudah di atas 4566,46, karena IHSG sudah di atas MA 20 dan MA 50 daily-nya. Jadi sekarang ini belum waktunya investasi di IHSG, menurut buku tsb...

Saya coba liat ke saham ya, misalnya SMGR.
MA 20 daily SMGR = 9408,75.
MA 50 daily SMGR = 9676,5.
Berdasarkan buku tersebut, SMGR baru aman untuk dibeli bila sudah di atas 9676,5. 

Tapi kalo kita hitung secara MOS, sepertinya SMGR di 9676 sudah ngga ada margin of safety-nya lagi ya... :)))

Sekarang coba liat BBRI.
MA 20 daily BBRI = 9910
MA 50 daily BBRI = 10.000
Berdasarkan buku ini, kita baru boleh beli BBRI ketika harganya sudah di atas 10.000.
valuasi BBRI yang saya dapat = Rp 13,000 , sehingga BBRI 10,000 MOS-nya = 23%.
Padahal BBRI sekarang ini = Rp 9475, alias MOSnya = 27%.

Jadi, mending beli di mana ya?

hehe...

Ini jadi bikin kita harus milih : kalo kita lebih cocok dengan metode value investing, kita mestinya ngga usah repot dengan urusan TA. 
Ketika MOS sudah dianggap ok, ya langsung beli aja. Dengan catatan, harus siap untuk hold lama. 
Tapi kalo mau beli dengan TA, ya harus siap dengan resiko beli lebih mahal, dan juga harus jual ketika TA-nya sudah menyuruh keluar... :)

Tapi kalo kita sendiri belum tau , kita lebih cocok dengan metode yang mana, nahh itu yang akhirnya bikin investasi kita jadi ngga maksimal hasilnya.. :)

Ini catatan untuk diri saya sendiri juga kok sebetulnya... :) 
Saya suka value investing. Tapi menemukan saham bagus, murah dan likuid, itu susah. 
Saham bagus dan likuid, biasanya mahal secara PER, krn umumnya adalah saham-saham bluechip dengan kinerja bagus.
Saham bagus dan murah, biasanya ngga likuid, dan ini umumnya saham lapis 2 atau 3.
Dan krn skrg faktor likuiditas jadi syarat utama saya dalam membeli saham, mungkin saya akan lebih banyak membeli saham blue chip dalam portofolio saya, sehingga akhirnya mau ngga mau ya harus pakai TA dalam keputusan investasinya.
Saya menggunakan patokan MA 100 weekly, MA 200 weekly, MA 60 monthly untuk membeli saham bagus di harga yang relatif murah menurut saya, sambil dibandingkan dengan valuasinya juga. Tapi untuk jual, saya selama ini lebih suka jual karena labanya turun, bukan karena TA-nya jelek. TA jelek tapi LK bagus, saya biasanya tetap hold. 

IHSG sekarang sudah di bawah MA 200 weekly.  Dan dari chart weekly sejak 2004, hanya 2x terjadi posisi IHSG di bawah MA 200 weekly ini. Ketika krisis 2008 dan sekarang ini, 2015. 
Jadi, menurut saya, sekarang ini adalah masa berinvestasi yang cukup langka, dan bersyukurlah kita karena diberikan kesempatan ini. 
IHSG mungkin aja bisa turun lagi membuat new low. Tapi setiap penurunan ihsg, akan saya gunakan untuk mengumpulkan saham yang bagus, selama saya masih ada cash. 
Kalo ngga ada cash lagi, ya diem aja, ngga usah jual2, kecuali kalo mau switching ke saham lain yang lebih bagus.

Sebagai penutup, saya tuliskan beberapa nilai MA 100 Weekly atau MA 200 weekly dari saham-saham yang sudah banyak diincar orang untuk dibeli ya.. untuk valuasi, tolong dihitung sendiri, karena saya hanya fokus ke chartnya aja :)

1. IHSG, MA 100 weekly = 4908 ; MA 200 weekly = 4610

 2. SMGR, MA 100 weekly = 15.100 ; MA 200 weekly = 14.000

3. BBRI, MA 100 weekly = 10,500 ; MA 200 weekly = 8896

4. CPIN, MA 200 weekly = 3497

5. BMRI, MA 100 weekly = 9986 ; MA 200 weekly = 9021

6. ASII, MA 200 weekly = 7155

7. INDF, MA 200 weekly = 6357

8. UNTR, MA 200 weekly = 20,869

9. PTBA, MA 100 monthly =  13,569

10. AISA, MA 100 weekly = 1994

11. LPCK, MA 100 weekly = 8445

12. PWON, MA 100 weekly = 405

13. BSDE, MA 100 weekly = 1685

14. PGAS, MA 100 weekly = 4723

15. ADHI, MA 200 weekly = 2163

16. WIKA, MA 100 weekly = 2690

17. PTPP, MA 60 weekly = 3406

18. ICBP, MA 100 weekly = 11,698

19. ROTI, MA 100 weekly = 1191

20. UNVR, MA 100 weekly = 33,312

21. LSIP, MA 200 monthly = 1083



Regards,
V3





Jumat, 18 September 2015

LPCK, sepertinya akan mau rally lagi...

IHSG sekarang close di 4380. Dari candle weekly, ihsg terlihat sudah membentuk higher low (4269). Dengan begitu, semoga saja bila nanti terjadi penurunan lagi di ihsg, tidak akan lebih rendah daripada 4111 lagi.

Hari ini, saya liat LPCK sepertinya sudah keluar dari "bearish zone"-nya. 
Sudah 19 minggu alias nyaris 5 bulan LPCK ditekan habis-habisan, dari highest 12000 sampai lowest 6100. Padahal LK Q2-nya bagus. The best of property stocks, i think.

Setelah sempet nyangkut di 12000, saya sempet average down sedikit di 11 ribu,10 ribu dan 8500. Stelah itu saya ngga beli-beli lagi sampai dia turun ke 6100, karena masih belum yakin ama chartnya, takutnya dia masih akan turun lagi... 

Begitu macd daily-nya sudah golden cross, saya mulai perhatiin untuk beli. Tapi ternyata begitu macd daily golden cross, sahamnya malah turun terus sampai bikin lowest di 6325. Setelah itu dia naik lagi. Begitu LPCK bs tembus ke atas MA 20 daily, saya mulai ngebid-ngebid untuk average down. Dan ternyata... ngebid LPCK dari 6700-7125, bid saya banyak yang ngga dapet. Jadi sepertinya kalo dulu LPCK turunnya ga pake rem, sekarang kalo dia naik pun akan terus ngegas...
Memang biasanya begitu ya, sesuatu yang naiknya fantastis, turunnya akan drastis. 
Dan begitu juga kebalikannya...

LPCK di 7125, sudah di bawah MA 100 weekly dan di bawah MA 20 monthly. 
Padahal kinerjanya naik terus sejak 5 tahun terakhir..

Review sedikit tentang LK Q2/2015 LPCK :

1. Sales naik 12%
2. laba usaha naik 17%
3. EPS naik 18%  (EPS = Rp 686,58)
4. margin laba operasi = 50%
5. margin laba bersih = 50%
6. ROE = 30%
7. DER = 0,57x
8. arus kas operasinya = positif

@ 7125, PER = 5,19x  ; PBV = 1,56x  ; Yield = 19%
valuasi wajar LPCK dengan metode saya = Rp 19.600 ---> MOS = 63,6%

Biasanya, orang suka memandang garis MA 200 daily sebagai batas bullish-bearish area. Dan MA 200 daily LPCK ada di Rp 10.000. Jadi 10.000 ini nanti akan bs menjadi resisten yang cukup kuat untuk LPCK. 
Saran saya buat yang mau average down LPCK atau mau beli LPCK, nanti kalo ngebid ngga dapet-dapet, jangan ragu untuk beli di offer. Soalnya ini saham suka jual mahal kalo udah mau lari... Disclaimer ya.. :)


Tapi MACD weekly LPCK ini belum golden cross ya.. jadi kalo secara TA, sebenernya belum aman banget beli untuk simpen lama. Alias bisa aja nanti LPCK turun lagi dan bikin new low lagi.
Tapi karena jiwa value investor saya lbh kuat daripada jiwa trader saya, melihat saham bagus dengan PER sekitar 5x, saya ngga kuat untuk nahan diri kalo ngga beli, apalagi saya ada yang nyangkut di atas 10000... :) 
Jadi begitu LPCK sudah kembali ke atas MA 5 weekly, bagi saya ini sudah cukup sbg sinyal masuk yang cukup aman  :)  Plus masih di bawah MA 100 weekly :) 
Tapi saya juga ttp msh pegang cash utk jaga2 kalo nanti ihsg turun lagi...

Oya, walaupun saya rekomen untuk masuk ke LPCK, tapi remember, that's your money ya.. 
Your money your responsibility.. :) 
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang ya tanggung sendiri juga.. :)



Happy hunting good stocks for investing,

Regards,
V3


Jumat, 21 Agustus 2015

Tips sederhana mengenali rebound dengan candlestick..

Ini saya bahas tentang TA sedikit ya. Ngga ribet kok, jadi mudah dipergunakan oleh pemula.

Untuk TA, saya hanya memakai 4 tools : candlestick, MA, MACD dan trendline. 

Tapi yang saya tulis di sini hanya candlestick, krn buat saya candlestick ini sering banget dan berguna banget untuk trading.

Tapi sebelumnya, catet dulu, kondisi pemakaian candlestick ini hanya saya sarankan pada saham atau ihsg yang SUDAH TURUN BERHARI-HARI (minimal 3 hari atau 3 candle). Di sini saya jelaskan dengan candle DAILY dan WEEKLY ya, biar bs lgsg dipraktekkan bila nanti ihsg atau saham-saham menunjukkan gejala rebound.

Karena saya ngga bs masukin chart di sini, saya tulis aja angka-angkanya, ya.

Kita pakai contoh candle daily IHSG. 
IHSG sudah turun 4 hari (4 candle) dari tanggal 18 agustus 2015 sampai hari ini, tanggal 21 agustus 2015. 
IHSG hari jumat ini (21 agustus 2015), angka highest = 4401,669.
Bila besok hari Senin ihsg bisa close di atas highest hari Jumat, kita bisa simpulkan bahwa ihsg sudah rebound dan kita bisa beli untuk trading dengan chart daily. 
Tapi bagaimana bila ihsg closenya masih di bawah 4401,669?
Brarti ihsg belum rebound. 
Dan highest IHSG hari senin 24 agustus, kita jadikan patokan baru untuk mengetahui apakah ihsg sdh rebound di hari selasa nanti. Jadi highest hari Jumat ngga berlaku lagi, ya.. 


Sekarang coba kita terapkan ke saham, misalnya AISA.
AISA hari kamis tgl 20 agustus 2015, highestnya = 1635.
AISA sudah turun berhari-hari dan candlenya mulai menunjukkan ada perlawanan dari bull. 
Tapi, saya belum beli AISA hari kamis itu. 
Kenapa? 
Karena harga belum melewati highest hari Rabu 19 agustus (1710).
Sekarang, hari Jumat 21 agustus, AISA 1575 (harga close sesi 1). 
Harga AISA sekarang masih di bawah highest Kamis kmrn. Jadi AISA belum rebound... 
Hari ini, jumat 21 agustus 2015, highest AISA ada di 1595. 
Jadi kalo senin 24 agustus AISA bisa close di atas 1595, berarti AISA sdh rebound..
Kalo senin AISA masih close di bawah 1595, berarti AISA masih belum rebound juga. 
Dan highest AISA hari Senin kita jadikan patokan baru lagi untuk dibandingkan dengan AISA hari selasa nanti... 

Dengan bahasa yang lebih sederhana, kita bisa bilang : REBOUND terjadi bila harga hari ini sudah CLOSE DI ATAS HIGHEST harga kemarin..


Mudah-mudahan mengerti ya... :)

Kalo untuk beli dan simpan lebih lama, saya lebih suka menggunakan candlestick weekly atau golden cross-nya MACD weekly. Cara penggunaan candlestick weekly-nya mirip daily, hanya datanya kita pakai yang weekly.

Saya ambil contoh candlestick weekly IHSG jumat lalu (14 agustus 2015).
Highest IHSG di candle weekly-nya = 4771,72.
kalo jumat ini (21 agustus 2015)  ihsg weekly close di atas 4771,72, maka kita bisa bilang bahwa ihsg sudah rebound. 
Tapi kalo ihsg jumat ini ditutup di bawah 4771,71, maka ihsg belum rebound.
Dari data sekarang (jumat 21 agustus), highest = 4579,08.
Kalo jumat depan (28 agustus) ihsg ditutup di atas 4579,08  , maka kita bisa bilang ihsg sudah rebound. 
Resikonya bila kita memakai candle weekly, pasti kita akan beli di harga yang lebih mahal. Tapi dari segi probability, potensi harga bergerak naik dalam beberapa candle stelah kita beli, itu cukup besar..  

Sekarang coba kita liat AISA weekly, ya.
Candle AISA jumat lalu (14 agustus 2015), highest = 1860 ---> jangan lupa, ini chart WEEKLY, ya..
Bila jumat ini (21 agustus 2015), AISA close di atas 1860, brarti AISA sudah rebound. 
Ternyata jumat ini, AISA close di 1575 (harga close sesi 1). Berarti kita bisa bilang AISA belum rebound.
Candle weekly jumat ini (21 agustus 2015), highest AISA = 1795. 
Jadi bila jumat depan (28 agustus 2015) AISA close di atas 1795, berarti AISA sudah rebound.

Saya ngga bahas ttg candlestick untuk exit di sini, ya. Krn asumsi saya, kalo kita investor, mestinya kita pakai patokan LK aja buat exit. laba turun, kita jual. atau kita mau switching ke saham lain yang lebih bagus. kalo mau trading, ya silakan diatur aja exit strategy-nya masing2.. :)  

Mudah-mudahan bisa dimengerti dan dipelajari ya, tulisan saya ttg candlestick ini. Saya senang sekali dengan pemakaian candlestick, terutama bila menghadapi candle-candle yang sudah turun terus atau naik terus beberapa batang. Biasanya berakhirnya atau berawalnya suatu trend naik atau suatu trend turun pun bisa dilihat dari bentuk candlenya. Jadi saya sarankan untuk belajar sedikit tentang candlestick. Tapi candlestick ini ngga bisa dipakai dalam kondisi sideways. 

Buat yang seneng beli saham ketika panic selling, belajar candlestick akan sangat membantu kita dalam menentukan waktu yang bagus dalam membeli saham ketika market sedang dihajar habis-habisan (bukan beli at the lowest price ya, tapi beli ketika bull sudah kelihatan masuk lagi ke saham itu).

Dulu saya ngga selalu pakai TA dalam beli saham. Tapi mulai sekarang, saya akan lebih banyak menggunakan TA. jadi nanti kalo ada tips2 cara penggunaan TA yang simpel, saya share lagi ya.. :) selamat belajar, mdh2an ilmunya bs meningkatkan cuan.. :)

Regards,
V3






Senin, 10 Agustus 2015

saya mulai nyicil buyback SMGR..

Beberapa LK Q2/2015 sudah keluar. Dan hasilnya rata-rata memang lebih jelek daripada Lk Q1 ya.. :(

Jadi mungkin saya ngga nulis2 lg di sini sampai LK Q3 keluar.. 

Saya kemarin sempat punya cash sampai 33% krn banyak jual2. Terus sempat trading di ICBP dan LPCK. Sepertinya selama MACD weekly saham-saham LK lumayan bagus belum ada yang golden cross, saya main hit n run aja. Masih ngeri sama arus ke bawah soalnya.. :(

Tadi sempet beli SMGR di 9875, krn saya pikir support 9800 cukup kuat, ehh ngga lama abis beli, malah supportnya jebol dan sekarang SMGR di 9675. Yahh jadi nyangkuter lagi deh.. :D  
Kemarin SMGR saya, simpenan dr 2013 sudah habis saya jual semua di 13500-an. Jadi kalo bs buyback sebagian di 9875, saya pikir sudah cukup bagus juga...  :)

Hari ini banyak yang bahas ttg 2 analis yang beda visi mandang ihsg 2016. Ada yang bilang ihsg ke 3500, ada jg yg bilang ihsg akan ke 6500. Dan jujur, saya ngga tau ihsg akan ke mana.. 

Kalo liat chart, macd weekly dan monthly IHSG dan kebanyakan saham-saham masih arah turun semua, dan sudah di bawah 0. Biasanya saya baru berani beli untuk simpen agak lama kalo MACD weeklynya sudah golden cross. 

Tapi untuk semen (di sini saya hanya beli SMGR), saya sudah mulai berani nyicil beli dan simpen. Karena saya berharap proyek pembangunan infra sudah mulai akan banyak digulirkan di semester 2 ini. Selain itu, kalo liat chart, chart SMGR ini sudah di bawah MA 200 weekly-nya.. harganya sudah memasuki kisaran harga thn 2010-2011, tapi EPS dan Book Valuenya masih di atas EPS 2011.

Tapi kalo dilihat kinerja SMGR di 2011 dan 2015, memang beda jauh.. :) 
2011, ROE SMGR sekitar 27%. Di 2015 hanya 18%.
2011, operating margin SMGR sekitar 29%. Di 2015 hanya 22%. 
Makanya sekarang SMGR bisa dijual di PBV hanya 2,37x. 
Di 2011, PBV SMGR di atas 3,5x..

Nanti kalo SMGR turun lagi ke sekitar 8000-an (2x BV), saya akan average down lagi. Sekarang banyak yang takut beli saham semen krn harganya sudah dibanting banget dan sudah banyak pesaing sehingga margin mereka sudah ngga sebesar dulu. Tapi saya tetap butuh masukin saham semen dalam portofolio (krn semen selalu dibutuhkan sampai kapan pun), jadi saya melihat turunnya harga saham semen saat ini sbg panggilan untuk beli.. :) disclaimer ya.. :) Dan saya hanya mau mau beli SMGR krn pangsa pasarnya terbesar. Tadinya sempet mau beli SMBR aja krn PBV sudah 1,1. Tapi akhirnya saya tetep prefer SMGR..

Ini bukan ajakan untuk beli, ya. Sama sekali bukan. SMGR pun ada kemungkinan akan turun lagi. Saya ngga tau ihsg akan ke mana, 3500 atau 6500 thn depan. Tapi dengan ngikutin LK emiten tiap kuartal, data GDP indonesia tiap kuartal, nanti kita sendiri  akan tau, kira-kira ke mana arah ihsg...  Yang jelas, bila pertumbuhan ekonomi suatu negara bagus, bursa sahamnya juga akan tumbuh bagus. Bila pertumbuhan ekonomi suatu negara ngga bagus, bursa sahamnya jg ngga bagus tumbuhnya. 


Headline Kontan beberapa hari yang lalu sempat nulis : Sinyal Titik Balik Ekonomi Indonesia. Di situ kontan memuat grafik batang tren pertumbuhan ekonomi indonesia setiap kuartal (data Q on Q, bukan Y on Y), sejak tahun 2010. Jadi misalnya, pertumbuhan Q2/2015 dibandingkan dengan pertumbuhan Q1/2015, bukan dengan Q2/2014.
Dari data kontan terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi QoQ tertinggi adalah di Q2/2015 ini, dengan angka pertumbuhannya 3,78%, sejak 2010. 

Ranking 2-nya adalah 3,5% (Q3/2010 dan Q3/2011). 

Yang menarik, bila dilihat dari 2 kuartal sebelumnya, ini menunjukkan bahwa ekonomi memang tumbuh ke arah semakin baik.
Pertumbuhan ekonomi Q4/2014 = minus 2,02%
Pertumbuhan ekonomi Q1/2015 = minus 0,18%
Pertumbuhan ekonomi Q2/2015 = 3, 78%

Bila kita yakin bahwa ekonomi memang sudah melewati tahap paling sulit dan sekarang mulai menuju ke arah yang semakin baik, tentu saja kita akan mulai nyicil membeli saham2 terbaik untuk investasi dari sekarang ini.

Tapi ada juga orang yang ngga percaya dengan data ini (seperti teman saya yang lebih senior di saham), dan dia belum tergerak beli saham untuk investasi. Jadi akhirnya semua ya tergantung kita sendiri, bgmn menginterpretasikan suatu data yang kita baca di media. 

Kalo saya pribadi, krn saya tiap bulan menyisihkan dana di saham untuk biaya kuliah anak2 saya, jd saya ngga begitu suka kalo terlalu banyak pegang cash (kecuali kalo saya yakin banget bursa mau turun dalem). Jadi kalo ada kesempatan yang cukup baik untuk beli saham, saya lakukan. Biasanya saya sisakan cash skitar 15%-20% untuk jaga2 kalo nanti tiba2 ada saham bagus yang dibanting.

Ok, ini aja sekedar sharing dari saya. Sebetulnya udah agak lama pengen nulis ttg headline kontan tadi, tapi waktunya baru sempet sekarang. 

Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat yang baca, ya.. :)

Regards,
V3


tambahan : ini saya dapat link bagus ttg return reksadana saham. bisa untuk menguatkan niat kita dalam berinvestasi di saham  :) kalo melihat tulisan di link tsb, return reksadana saham Panin Dana Maksima dengan holding period 5 thn, 10 thn dan 15 thn, rata-rata 33%. Jadi mestinya kalo kita bisa memilih saham yg bagus utk investasi, return investasi kita di saham akan di atas itu. Minimal ya sama dengan reksadana panin dana maksima.. :)
Kalo yang baru belajar, ngga sampai segitu ngga apa2. kan investasi saham juga butuh jam terbang. Tapi kalo ditekunin dengan serius, lama2 akan semakin baik.. :)

Ini linknya : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/

tambahan : hari ini, tgl 5 oktober 2015, SMGR naik 10% dan close di Rp 10.050. Saya liat, macd weekly sdh golden cross (artinya : relatif aman kalo untuk investasi). Mungkin proyek2 infra sudah mulai jalan, jd sdh butuh dan akan butuh banyak semen dalam pelaksanaannya...

MA 200 daily ada di Rp 12750 ( MA 200 daily adalah batas area bearish-bullish bagi investor pada umumnya). Jadi kalo SMGR sdh di atas area ini, artinya dia sdh bullish lagi..

Lowest SMGR = 7100
Highest = 19150.
Harga sekarang = 10050
Resiko untuk turun = 10050 - 7100 = 2950 poin
Reward untuk naik = 19150 - 10050 = 9100 poin
Risk : reward = 2950 : 9100 = 1 : 3 ---> secara risk-reward ratio, SMGR juga sudah sangat menarik untuk dibeli. Disclaimer ya.. :)

Kalau mau lbh aman belinya, ya beli ketika labanya sudah mulai naik lagi.. meskipun ketika labanya sdh naik, sepertinya kita akan beli di harga yang jauh lebih mahal daripada harga sekarang. Dislaimer.. :)













Kamis, 30 Juli 2015

saya jual smua ASGR krn lk q2/2015..

Waktu itu saya sempet posting kalo saya masukkan ASGR dalam keranjang portofolio.

Saya beli agak lumayan banyak, sampai akhirnya saya kesulitan sendiri utk jual, krn ini saham ngga likuid, bid-nya suka ngilang.. :(

Waktu ASGR naik ke 2200 di bulan mei kemarin, saya sempat jual agak banyak, krn mumpung ada bid. jadi saya bersyukur bisa jual dengan cuan lumayan dan dapat devidennya juga.

Tapi saya msh menyisakan ASGR yang saya punya. Dan bgtu LK-nya keluar dan labanya turun, saya udah buka laptop pagi2 untuk jualan pas bursa buka. Ehh nunggu dari jam 9, saya ngga bs jual sampai dekat closing sesi 1. Soalnya ngga ada bid yang cukup untuk menampung barang jualan saya... :(

Memang susahnya bgini kalo kita beli saham ngga likuid, pas kita mau jual, bisa2 bid-nya ngga ada :(

Tapi saya sabar nungguin aja. Dan akhirnya pd nongol itu bid-nya waktu udah deket closing. Nyaris 3 jam saya di depan laptop... ampun deh.. :(( Itu pun harga bid-nya udah turun 5% dr harga kemarin :( Tapi ya gpp lah, drpd megang saham yang labanya turun..

Cuan saya di sisa ASGR ini mini banget. Modal beli saya avg di 1950, saya jual avg di 1975. Tapi gpp lah. Yang penting modal saya bs balik utuh. Dan kmrn jg udah dpt deviden..

Ke depannya, mungkin saham2 ngga likuid ngga akan masuk porto saya lg, kecuali saham consumer (saya pegang ROTI dan TSPC) yang siap saya hold utk lama..
Kmrn CTRS jg sdh saya buang krn Q1 labanya flat aja, sehingga saya pindahkan ke BSDE. Dan susah juga tuh waktu jual CTRS. Bidnya pada ngilang.. :(

Jadi bbrp kali bermasalah dengan bid yang pd ngilang ketika mau jual, akhirnya saya putuskan, cukup deh, abis ini saya cuma mau beli saham yang likuid aja. 
Bagi saya, ketenangan hati krn bisa jual saham dgn cepat itu jauh lebih berharga soalnya saat ini.. :)

Sekarang porto saya cuma keisi dgn 10 saham aja : BSDE, LPCK, PWON, ROTI, AISA, TSPC, SIDO, TLKM, LSIP dan NRCA. TSPC dan LSIP walaupun labanya turun, masih saya hold krn PBV-nya sudah kecil, menurut saya. Saya pikir 10 saham sdh cukup banyak kali ini, krn saya akan lbh aktif mengelola porto saya mulai skrg.. :)

Kita tunggu lg bgmn LK Q2 yang lainnya ya.. kalo ada yang menarik untuk ditulis, saya akan tulis di sini.

Oya, ada yang nanya saya, knp sih kok saya ngga bahas yang lebih dalam lg ttg saham di blog ini? 

Dan jawaban saya kmrn :

1). krn ilmu saya juga ngga dalam, jadi saya ngga bs nulis yang lebih dalam lg tentang saham :)

2). blog saya ini saya fokuskan untuk investor pemula. jadi saya usahakan menulis analisa saham yang mudah dicerna oleh investor pemula. kalo sudah ahli, sebaiknya jangan jadi pembaca blog saya, tapi harus bikin blog sendiri untuk mengedukasi orang2 tentang analisa saham yang lebih advanced.. :)

3). stelah saya ikut kursus macam2 tentang metode FA dan TA, dan mempraktekkan sendiri analisa FA/TA bertahun-tahun, ternyata ribetnya metode yang kita pakai tidak berbanding lurus dengan hasil investasi yang kita dapatkan. saya sih bilangnya, "keep it simple, sayang.." :)))))) jadi kalo dng metode simpel aja bs dpt cuan bagus, kenapa harus bikin ribet dng metode rumit.. :) 

Ok, kita tunggu lagi ya, LK Q2/2015 yang lainnya.. :) 

Regards,
V3


Rabu, 29 Juli 2015

mempersiapkan diri untuk the next crash ( 2018? ) di bursa saham..

Ini judul postingnya mungkin agak lebay. tapi mmg topik ini terus tersimpan di kepala saya, bahwa saya harus mempersiapkan diri untuk the next crash di bursa saham, yang banyak orang bilang akan terjadi sekitar 2018..


Kemarin sempat 2 bulan saya agak "nyuekin" saham dulu. Krn fokus ke ujian semester akhir anak2 saya yang SD, trs mrk lgsg libur, dan lgsg ketemu bulan puasa. Jadi waktu saya lbh banyak dihabiskan di luar saham. Bbrp kali cek harga, dan kayanya merahhhhhh terus harga sahamnya pas lg saya cek. Kemarin itu krn anak saya mau ujian, saya putuskan utk belanjain smua cash yg saya punya. Jadi waktu ihsg sempet merah2, saya ya cuma bs diem aja, krn ngga ada cash lg buat beli2.. :)

Terus deket lebaran, ada THR, ada sedikit bonus dr kantor suami saya, sehingga saya ada cash lg buat belanja. Tapi waktu saya mau belanja, saya liat kok saham2 yang saya incar utk beli, rata-rata MACD weekly, daily, monthly pada menukik turun semua. Serem banget, kok kaya bakal bearish panjang gt yah saya ngeliatnya...

Akhirnya saya ngga beli, malah lgsg jualan bbrp saham yang sdh cuan, apalagi yg labanya sedang turun.

Ini nanti kalo LK Q2-2015 ngga ada perbaikan kinerja emiten, mungkin saya akan jadi swing trader aja dulu. Ngga semangat rasanya invest kalo kinerja emiten lg pd jelek. Lbh baik saya trading dulu sampai kinerja membaik..

Saya jg bilang sama teman2 saya, bisa jadi sampai 2018, saya akan lbh banyak swing trading. 

Kenapa?

Karena kan ada siklus 10 tahunan yang sdh terkenal di bursa saham. Kemarin bursa crash thn 98, trs 2008, next 2018..??  
Ngga tau jg apa bakal crash atau ngga.. 
Tapi saya sih lebih memilih hati2 dan jaga2.. jangan sampai uang yg sdh dikumpulkan skian tahun, hilang semua kena badai bursa..  :( 
saya sdh pernah jd korban 2008, jadi saya ngga mau ngalamin lagi...

Siap2 menjelang 2018, sdh saya mulai dr sekarang, dan jg dr kemarin2 sepertinya (cuma skrg akan lbh disiplin dgn TA dibanding kmrn2)..  :)

Apa yang saya persiapkan untuk mempersiapkan diri menghadapi the next crash in stock market?

1. Hanya beli saham yang labanya naik, lbh bagus lagi kalo salesnya jg naik

2. Langsung jual saham yang labanya turun, ngga peduli harus CL berapa persen.

3. Harus disiplin juga dgn chart (saya lbh suka pakai chart weekly sbg patokan) utk melihat time to buy. Jangan sampai beli saham yang sdh naik berminggu-minggu. Jangan beli saham yang chart weeklynya msh menukik turun (kecuali bila untuk trading cepat).

4. Begitu ada saham yang naik cepat (naik di atas 100%) dalam waktu hanya beberapa bulan atau beberapa minggu, saya akan jual stengah. Anggap aja kita tarik modalnya, dan biarkan profitnya aja yang bekerja...

Mudah-mudahan dengan cara seperti itu, saya bisa selamat dari the next crash di bursa saham...

Analisa FA tetap harus saya lakukan. Karena dengan analisa FA kita bisa tau, mana saham yang bagus kinerjanya, mana saham yang ngga bagus. Mana saham yang masih murah, mana saham yang sdh mahal.


Kalo dengan analisa TA, kita dapat menentukan waktu yang baik untuk beli (kalo untuk jual, saya lebih condong ke FA soalnya daripada TA, kecuali bila saya niatnya memang untuk trading).

Mungkin bagi pemula, tulisan saya ini msh agak berat ya.. krn investor pemula biasanya kan masih lebih concern pada analisa FA-nya aja. Tapi saya jg analisa TA-nya hanya dengan metode simpel kok : MA, MACD dan candlestick. Udah, itu aja.. :) Tapi bisa sedikit TA untuk dikombinasikan dengan FA, saya pikir akan memberikan hasil investasi yang lebih baik.. :)

Sekarang saya lagi nunggu LK Q2-2015 saham2 yg saya punya. Juga nunggu rilis pertumbuhan ekonomi Q2-2015 Indonesia dr BPS. Kalo Q2 lebih jelek drpd Q1, bisa jadi ihsg akan turun lg. Tapi kalo membaik, mdh2an koreksinya sdh slesei di bulan juli ini, shingga ihsg sampai akhir thn akan bergerak naik.. Kalo di chart saya, MACD daily-weekly-monthly ihsg masih menukik turun semua saat ini. Ihsg monthly malah sudah dead cross. Support terdekat ada di MA 200 weekly (4577) dan MA 60 monthly (4375). Kita liat aja sama2 nanti ihsg-nya akan bagaimana.. :)

Oya, sebagai penutup, saya ingin berbagi ilmu lg. Dari pengalaman saya, biasanya kalo ada saham atau ihsg sdh naik ngga karuan (naik terus-terusan berminggu-minggu atau berbulan-bulan), itu tandanya kita harus berhati-hati banget akan ada penurunan yang dalam stelah kenaikan itu. Inget ya, "sesuatu yang naiknya fantastis, turunnya juga akan dramatis". Jadi sebagai early warning mau dtg crash besar di bursa, biasanya IHSG akan naik fantastis dulu sebelumnya (bisa 1 thn sebelumnya).. 
Kalo ihsg naiknya cuma maju mundur kaya mobil mogok, brarti crashnya masih jauh.. hehe.. Dan make sure pd saat ihsg nanti digoreng habis-habisan kita ngga terlena utk terus belanja sehingga lupa jualan.. Nanti akhirnya kita bakal tertinggal di tiang gantungan bgtu bursa buka lgsg gap down dalem dan cuma bs nangis doang ngeliat saham kita turun terus... 

Ok, selamat berinvestasi.. mudah-mudahan investasi saham kita bisa berkembang dengan baik di masa depan.. :) aamiin..

Regards,
V3





Senin, 01 Juni 2015

NRCA, saham konstruksi yang pertama masuk porto saya di thn ini.. :)

Saham konstruksi adalah saham yang paling jarang saya beli setidaknya dalam 2 thn ini..

Yang saya ingat, dulu 2013 sempat beli NRCA di 900-an, terus ketika ihsg turun dalam, saya switching ke saham lain. Awal 2014 sempat beli ADHI di 15xx, terus saya jual di 3000-an ketika labanya turun di q1/2014. Terus saya sempat beli wika sebentar untuk trading.
Setelah itu belum ada lagi saham konstruksi yang saya beli.

Saham kontruksi terlihat sangat prospektif untuk dibeli. Karena  mayoritas subsidi BBM dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Tapi sayang, harganya udah pd mahal-mahal semua, ngga masuk di logika saya lagi. Sebenarnya, hanya WIKA saham konstruksi yang saya suka utk saham BUMN. Krn portofolio WIKA lbh menyebar. Ada di property, ada di beton, dll. Tapi skrg PER-nya sdh 74x. Dan PER 74x buat saya sdh ngga menarik untuk dibeli buat investasi. Apalagi ROE WIKA di q1/2015 hanya 6%. Masih di bawah BI rate.. :(

LK emiten di q1/2015 ini, rata-rata laba emiten pada turun, termasuk emiten konstruksi. Hanya WSKT dan PTPP yang mencatatkan pertumbuhan laba. WSKT laba tumbuh 76% tapi ROE hanya 1,67%, dan PERnya 344x. PTPP laba tumbuh 52%, ROE 18% tapi PER 51x. Yang agak masuk akal untuk dibeli hanya PTPP dengan ROE yang lumayan bagus. Tapi PER-nya 51x.. Duhh.. 

Kenapa PER saham konstruksi tinggi2? Karena ekspektasi investor thd saham ini yang sangat tinggi di masa depan. Kalo dana infra naik tinggi sekali, sdh pasti saham2 konstruksi akan dapat limpahan proyek2 bernilai tinggi. Sudah pasti labanya akan naik tinggi. Ini ekspektasi investor. Kalo ternyata nanti kinerja saham-saham emiten-emiten ini ngga sesuai ekspektasi, ya bisa aja saham2 ini akan dibuang-buang sampai harganya turun ngga karu-karuan, sampai saham ini terlihat ngga punya masa depan lagi, seperti yang sekarang terjadi di saham coal, mining, oil dan cpo.

NRCA, menurut saya salah satu saham konstruksi yg harganya termasuk masih wajar untuk dibeli. Di Q1, salesnya tumbuh 22%. Laba bersihnya tumbuh 7%. ROE 22%. Di harga 1025, PER NRCA hanya 10,25x. Dengan PER yang masih di 10x, laba tumbuh 7%, dan ROE 22%, NRCA sekarang ini msh murah banget. Disclaimer ya.. :)

Based on chart weekly, NRCA sekarang sudah berada di bawah MA 60 weekly. MACD sudah di bawah 0. Data chart NRCA belum banyak, krn NRCA baru ipo di 2013 kemarin. Sejak IPO, laba bersihnya masih terus naik. Dan NRCA ini juga sudah bagi deviden walaupun baru saja IPO. 

Aduh, anak-anak saya sdh pulang sekolah. Sepertinya tulisan tentang NRCA saya selesaikan sampai di sini dulu ya. Anak-anak saya sedang ujian kenaikan kelas, jadi waktu saya untuk mereka akan semakin banyak. That's why saya menghabiskan cash saya di jumat kemarin, krn awal bulan ini saya akan jarang mantau saham, apalagi nulis d blog lagi. Dan nanti pertengahan juni sdh masuk bulan puasa, di mana saya juga biasanya jarang mantau saham... 

Mudah-mudahan investasi saham kita akan memberikan hasil yang lebih baik di akhir thn nanti.. Aamiin..

Regards,
V3



Jumat, 29 Mei 2015

Mengapa saya ngga pernah mau beli saham IPO..

Beberapa kali saya ditanya by email, tentang pendapat saya ketika ada saham mau IPO. Apakah saya beli atau ngga, bgmn valuasinya, mahal/murah.

Jujur, saya belum pernah beli saham yang IPO. Untuk trading ngga, apalagi untuk investasi. Biasanya saya baru liat saham tsb setelah LK terbarunya keluar, stelah perush tsb listing di bursa. 

Kenapa ngga beli? Karena saya ngga punya data yang cukup untuk menganalisa saham tsb. Laporan keuangannya belum tau. Chartnya juga ngga tau. Jadi kaya beli kucing dalam karung. 

Selain itu, biasanya kalo sahamnya bagus (bakal naik tinggi stelah listed), investor cuma dikasih sedikit. Tapi kalo sahamnya jelek dan bakal turun banyak, investor dapatnya banyak. Walaupun ngga pasti seperti ini, tapi story kaya begini lumayan banyak setau saya.

Tapi yang paling menyebalkan, beberapa saham IPO itu seperti mempraktekkan exit strategy. Beberapa kasus yang saya temui, laba perusahaannya malah justru turun stelah IPO. Jadi investor publik seperti cuma kebagian mencuci piring kotor aja.. 

Saham IPO yang kinerjanya membaik stelah IPO, itu contohnya seperti ROTI. 
Sales dan labanya naik terus. Beruntung sekali investor publik yang membeli ROTI ketika IPO dulu. Tapi saham IPO seperti ROTI ini malah jarang ada.. :((

Saya akan tulis beberapa laba dan sales emiten yang IPO di 2012 dan 2013. Awal saya tergelitik menulis ini karena waktu itu saya sempat baca artikel tentang rencana IPO tambang Merdeka Copper Gold.


Beberapa artikel tentang Merdeka Copper Gold :

http://finance.detik.com/read/2015/05/12/142759/2912999/6/tambang-emas-merdeka-perusahaan-rugi-pertama-yang-masuk-bursa

http://bisnis.liputan6.com/read/2230760/meski-rugi-saat-ipo-merdeka-yakin-bisa-cetak-untung-besar

http://finance.detik.com/read/2015/05/12/145916/2913071/6/ini-para-pemilik-merdeka-copper-tambang-terbesar-kedua-setelah-freeport

Walaupun menurut saya aneh, perusahaan rugi kok dikasih ijin utk IPO, tapi mungkin BEI dan investor2 lain yang mau membeli sahamnya punya perhitungan lain tentang hal ini. 

Saya bikin posting ini biar investor pemula bisa mendapat pandangan yang berbeda tentang IPO, dari kacamata ibu rumah tangga yang berinvestasi saham. 
Untuk investasi, saya tipikal orang yang "show me the money". 
Kalo saya ngga liat uangnya, labanya, saya ngga akan mau beli sahamnya. 
Jadi saya bukan tipikal investor yang gampang digombalin sama janji-janji manajemen. Karena di bursa saham banyak penjahat yang suka ngambil duit investor. 
Dan tugas kita sebagai investor saham adalah memilih perusahaan dengan manajemen yang bagus yang bisa bekerja maksimal mengembangkan uang kita.

Saya tulis sedikit tentang kinerja bbrp saham yang kemarin2 IPO ya.. 
Tadinya ini saya tulis di grup whatsapp dengan teman2 saya sesama ladies investor. 
Terus saya pikir kok sayang ya, kalo ngga di-share di blog. 
Siapa tau bs bermanfaat buat yang lain juga.. 
Emitennya ngga bs banyak, krn keterbatasan waktu yang saya miliki.


1. IPO MBTO thn 2012, di harga Rp 800

sales 2012 = 717.788
sales 2013 = 641.285
sales 2014 = 671.399
sales q1/2015 , growth = 24,73%

laba 2012 = 45.523
laba 2013 = 16.163
laba 2014 = 7.945
laba q1/2015, growth = 3,42%

ROE 2012 = 10,48%
ROE 2013 = 3,58%
ROE 2014 = 0,64%
ROE q1/2015 = 2,26%

Sekarang harga MBTO = Rp 149



2. IPO SRTG thn 2013, harga Rp 5500

sales 2012 = 2358
sales 2013 = 3659
sales 2014 = 6124
sales q1/2015, growth = minus 31,7%

laba 2012 = 1911
laba 2013 = 349
laba 2014 = 1065
laba q1/2015, growth = minus 77%

ROE 2012 = 23%
ROE 2013 = 3%
ROE 2014 = 10%
ROE q1/2015 = 0,32%

Sekarang harga SRTG = Rp 4900



3. IPO DYAN thn 2013, harga Rp 350

sales 2012 = 624.190
sales 2013 = 908.141
sales 2014 = 920.878
sales q1/2015, growth = minus 24,9%

laba 2012 = 64.952
laba 2013 = 57.313
laba 2014 = minus 12.338
laba q1/2015 = ruginya jadi bertambah naik 161% daripada rugi di q1/2014

ROE 2012 = 11,74%
ROE 2013 = 5,71%
ROE 2014 = minus 1,29%
ROE q1/2015 = minus 9,2% 

harga DYAN sekarang = Rp 98


Saya cukup ngeri melihat data-data di atas. 
Dan jadi makin mengerti pentingnya manajemen yang baik dalam suatu perusahaan. Manajemen yang jujur dan bisa bekerja dengan baik dalam mengembangkan modal pemegang saham. 

Dulu saya senang berburu saham-saham murah. PBV di bawah 1x, PER di bawah 5x. 
Tapi sekarang, saya lebih melihat ke manajemennya dulu. 
Valuasi belakangan, stelah kredibilitas manajemen.


Bagaimana melihat apakah manajemen kredibel atau ngga?

1. ngga ada berita-berita jelek tentang manajemen perusahaan tersebut
2. perusahaan selalu mengeluarkan laporan keuangan tepat waktu, jangan sampai telat lama2, apalagi selalu telat berbulan-bulan
3. perusahaan mau membagi deviden
4. manajemen banyak mendapatkan penghargaan2 dari lembaga2 yang kompeten krn prestasinya dalam mengelola perusahaan
5. manajemen yang bagus, harus bisa meningkatkan nilai ekuitas perusahaan setiap tahun, begitu juga dengan sales dan laba perusahaan

Ok, ini saya pikir sudah mencakup semua pikiran saya yang mau saya tulis tentang saham IPO dan tentang manajemen di perusahaan. 

Sore ini, cash saya sdh habis. 3 hari ini saya bisa dibilang mantau pasar trs. 
Dan saya sudah mulai letih. 
Besok-besok kalo ihsg masih turun lagi, saya mau tutup laptop aja... :) 

Semoga investasi saham kita akan memberikan hasil yang bagus sampai akhir thn nanti. Aamiin.. :)

Regards,
V3







Kamis, 28 Mei 2015

IHSG 5234..

Sekitar sebulan yang lalu, saya pernah nulis ini :
 http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2015/04/ihsg-5057.html

Sehabis saya memposting itu, ihsg cenderung naik terus dari lowest 5015 hingga highest di 5347.

Sekarang, pada saat nulis topik yang ini, ihsg sudah 2 hari turun ke lowestnya (sekarang di 5234). 

Kalo liat dengan candle monthly (yang baru valid setelah closing jumat sore besok), IHSG sudah membuat higher low. 
Low april 5015. 
Low mei 5089. 
Ihsg April ditutup di angka 5086. 
Bila IHSG mei ditutup di atas 5086 dan ngga bikin lower low lagi, maka besar kemungkinan koreksinya sudah selesai. 

Ihsg weekly terhalang di resisten MA 20 weekly di 5347, tapi masih berada di atas MA 5 weekly (5209). 
Selama ihsg masih di atas MA 5 weekly, biasanya arahnya cenderung naik. 

Kalo liat dengan candle daily, MA 20 dan MA 200 daily sama-sama ketemu di angka 5224. 
Ini disebut juga dengan dobel support. 
MA 200 daily bisa jadi support dan resisten yang cukup kuat untuk ditembus. 
Apalagi bila itu merupakan dobel support atau dobel resisten. 
Jadi selama ihsg masih bisa terus di atas MA 200 ini, maka kecenderungannya dia akan naik. 

Saya ngga tau apakah ihsg akan jebol 5224 dan turun lagi atau malah rebound dan mulai naik lagi. 
Kalo turun, mungkin aja dia uji support MA 60 weekly di 5141. 
Kalo turun lagi, ya uji support lagi di 5015. 

Saya masih ada cash 7%. Kemarin cash saya sempat 30% waktu awal mei. Tapi dlm beberapa hari ini saya nyicil2 belanja, sehingga tinggal 7%. Saya cuma beli aisa, lpck sm nrca aja. 

NRCA kemarin saya sempet baca, katanya laba naik 7%. 
Tapi saya cari LKnya di website idx, belum ada. 
Cuma karena saya memang lg pengen banget punya saham konstruksi, dan NRCA ini termasuk salah satu saham konstruksi yang masuk watchlist saya, jadi saya langsung beli aja, dengan menggunakan data di LK Q4/2014. 
Di harga 1055, saya pikir NRCA sdh menarik untuk dibeli. 

Ok, kita liat sama-sama ya, sejauh mana koreksi ihsg kali ini. Tapi koreksi ini memang saya tunggu sejak awal bulan lalu, untuk ngisi barang lagi.

Pada saat saya memposting tentang IHSG 5021, data GDP Q1/2015 Indonesia belum keluar.

Sekarang datanya sudah kita ketahui bersama.

GDP Indonesia di Q1/2015 masih ada growth di 4,71%. 
Memang melambat. Tapi masih ada growth kan? 
Dan perlambatan terjadi karena dana APBN yang belum banyak digelontorkan untuk pembangunan. 
Dan saya yakin sih di q2, q3, q4, growth Indonesia akan bisa lebih baik daripada di q1. Jadi memang saya menunggu koreksi ini untuk beli saham lagi :) 
Tapi ya cuma saham yang ada growthnya juga, biar tenang megangnya.. :)

Mudah-mudahan tulisan saya ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk ngga terlalu pesimis dengan keadaan negara sekarang. 
Kalo baca di berita, memang suka serem2 terus isinya. 
Tapi bukan belakangan ini aja saya baca berita serem. 
Dari thn 2008 saya pertama kali beli saham, berita serem udah banyak banget. 
Tapi ihsg masih aja bisa naik dari highest 2800 di tahun 2007 menjadi highest 5500 di 2015. Dan saya yakin ihsg ke depan jg bisa naik lebih tinggi lagi.. :)

Apalagi di thn ini subsidi utk BBM sudah banyak yang dihapus dan dipindahkan untuk pembangunan ekonomi. Jadi saya optimis banget Indonesia ke depan akan semakin baik lagi. Kalo ada yang ngga setuju ya ngga apa2, namanya juga orang, mikir beda-beda kan wajar. Tapi karena saya investor saham, ya pasti lah saya berharap Indonesia ke depan akan semakin membaik.. Apalagi kalo tahun depan Indonesia naik level menjadi investment grade oleh S & P. Nah, sebelum asing masuk duluan ke sini dan beli saham2 bagus yang ada di Indonesia, kenapa kita ngga beli duluan aja, mumpung masih dapat harga diskon.. :))) Disclaimer ya.. :)

Regards,
V3