Rabu, 12 Agustus 2020

RANC, saham bagus untuk investasi long term..

 Dari LK Q2/2020 yang sudah saya baca, ada 2 saham yang saya anggap menarik untuk investasi long term, yaitu RANC (sekarang harganya = Rp 430)  dan POWR (sekarang harganya = Rp 630). Tapi saya hanya akan bahas ttg RANC di sini. Oya, blm smua LK saham saya baca, jadi so far ya baru nemu 2 saham ini aja yang bagus utk investasi jangka panjang.

Bagi yang tau Ranch Market dan Farmers Market, maka mestinya ngga asing dengan saham RANC. Saya sendiri baru memperhatikan saham ini belakangan, stelah LK Q2-nya keluar. Saya kagum-kagum dengan kinerjanya dan jg dengan harganya sekarang, yang menurut saya masih murah banget, makanya kemarin saya langsung beli, mulai dr harga RANC 436. Rencana sih kalo dia masih turun lg, saya akan trs average down, krn buat saya average down itu lebih menenangkan hati daripada average up.

Ok, kita coba liat apa yang menarik dr Lk Q2/2020nya, ya...


a. Pendapatan RANC naik 34,5% yoy (q2/2020 dibandingkan thd q2/2019)

  sales growth yoy = [ (1.603.617.882.534 : 1.192.129.048.701) - 1 ] x 100% = 34,5%


b. Laba brutonya naik 29,7% yoy , dengan gross profit margin = 26,5% (Gross Profit Margin = GPM = laba bruto : pendapatan)

laba bruto growth = [ (424.954.332.619 : 327.532.863.673) - 1 ] x 100% = 29,7%

GPM = 424.954.332.619 : 1.603.617.882.534 = 26,5%


c. Laba bersih = laba tahun berjalan naik 119% yoy , dan naik 131% qoq (q2/2020 dibandingkan dengan q1/2020), dengan nett profit margin = 3,32% (Nett Profit Margin = NPM = laba periode berjalan : pendapatan)

laba bersih growth yoy =[ ( 53.242.446.761 : 24.314.761.389) -1 ] x 100% = 119%

laba bersih growth qoq = [ (53.242.446.761 : 23.011.311.690) - 1] x 100% = 131%

NPM = 53.242.446.761 : 1.603.617.882.534 = 3,32%

NPM terlihat jauh lebih kecil daripada GPM, tapi memang wajar, utk perusahaan ritel seperti ini. Bila kita bandingkan dengan NPM perusahaan sejenis seperti AMRT (1,3%) , MIDI (1,59%) atau HERO (0,58% di q4/2019), NPM RANC jauh lebih besar..


d. Laba per lembar saham = Earning per share/ EPS = laba periode berjalan yang dapat       diatribusikan kepada pemilik entitas induk : jumlah saham yang beredar = (52.559.431.865  :1.564.487.500) = Rp 33,59


e. ROE annualized = return laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terhadap ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 18,51%

ROE  annualized=   ( 52.559.431.865 x 2 ) : 567.849.724.342 = 18,51%


f. Debt to Equity ratio (DER) = jumlah liabilitas : jumlah ekuitas = 729.019.358.760 : 572.094.862.056 = 1,27x

DER RANC di atas 1x. Sebenarnya saya lebih senang dengan saham yang DERnya di bawah 1x. Tapi ok lah,dengan kinerja yang cakep begini di masa covid, kita kesampingkan dulu DERnya selama masih di bawah 1,5x :) toh memang ngga ada saham yang sempurna....:)))))


g. Current Ratio (CR) = jumlah asset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 703.426.477.421 : 484.951.374.488 = 1,45x ---> perusahaan mampu melunasi semua utangnya dalam jangka pendek karena current ratio > 1.


h. Penerimaan kas dari pelanggan (lihat di laporan arus kas) = 100,3% dari jumlah pendapatan ---> semua pendapatan bisa menghasilkan kas 100%


i. kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi (Cash From Operating activities / CFO) =  195.386.994.817 ---> growth yoy = 688%

CFO > laba bersih, artinya perusahaan sangat bagus operasionalnya.

Di masa covid bgini, saya utamakan hanya memegang saham2 yang arus kas operasinya positif (tapi saya masih hold BJBR yang arus kas operasinya negatif, sbg pengecualian), untuk meminimasi resiko investasi.


j. Kas per lembar saham = kas akhir periode : jumlah lembar saham yang beredar = 329.845.020.614 : 1.564.487.500 = Rp 210/lembar ---> ini ibarat kita beli RANC di harga Rp 430, dpt cashback = Rp 210. Jadi modal beli kita cuma Rp 220 aja.. 


k. Book Value per share = jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk : jumlah lembar saham yang beredar = 567.849.724.342 : 1.564.487.500 = Rp 362,96


Sekarang kita coba liat valuasinya.

@ Rp 430, PER = Harga : EPS annualized = Rp 430 : (2 x Rp 33,59) = 6,4x

                  PBV = Harga : book value per share = Rp 430 : Rp 362,96 = 1,18x 

                  PER x PBV = 7,55x ---> masih jauh di bawah 22,5, jadi masih sangat murah

   Estimasi deviden yield tahun 2021 (asumsi : laba yang dibagikan sama seperti pembagian deviden thn 2020, yaitu 80% laba dibagikan sebagai deviden) = [ (2 x Rp 33,59) x 80% ] : Rp 430 = 12,5%

Jadi, dengan membeli RANC di harga Rp 430, kita bs mengharapkan deviden yield = 12,5% di thn 2021, bila asumsi devidend payout ratio thn depan sama dengan thn 2020 ini.

Buat saya, devidend yield 12,5% utk saham RANC ini jelas sangat menarik, trutama bila melihat bidang operasinya adalah bidang  yang bisnisnya bs kita andalkan sbg investasi jangka panjang..

Ok, ini aja yang bs saya share kali ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi investor pemula untuk belajar menganalisa laporan keuangan perusahaan..

Oya, sebagai penutup, saya ingin berpesan kepada para investor pemula : manfaatkan crash di ihsg ini sebagai moment untuk berinvestasi saham jangka panjang di saham2 yang bagus dan rajin membagikan deviden. Siapa tau, moment ini hanya akan terulang lagi nanti stelah 10 thn lagi..

Hasil investasi yang baik sangat bergantung pada seberapa kuat kita bs menahan saham bagus yang kita punya di harga murah, selama mungkin..

Jangan tergoda jual hanya karena profit2 kecil yang recehan, dan kehilangan kesempatan untuk bs menikmati hasil investasi yang berlipat-lipat dr sekarang..

Mungkin utk saham2 yang kita beli sekarang,akan berkembang maksimal bila kita simpan setidaknya 3 thn ke depan. Tapi buat saya yang skrg mengejar deviden sbg pasif income, langkah terbaik adalah mengumpulkan saham2 yang bagus dan rajin bagi deviden sebanyak mungkin, utk bekal pensiun nanti.. :)

Selamat berinvestasi saham, semoga investasi saham kita semua akan memberikan hasil yang sangat bagus di masa depan. Aamiin..


Warm Regards,

V3

4 komentar:

  1. terimakasih masukan nya mbaa.. saya sering belanja disini jadi tertarik pindahin Reksadana Dapend Anak kesini

    BalasHapus
    Balasan
    1. disclaimer on ya.. :) tapi saya sendiri punya cukup banyak ranc dlm portfolio, krn saya pikir ini bs utk long term investment krn sektornya msh growing bagus di indonesia.. :) semoga cepat terkumpul dapen anaknya ya.. aamiin.. :)

      Hapus
  2. Selamat pagi Bu Fitri. Apakah dengan metode Tom DS di saham RANC ini bisa diterapkan apakah murah tidaknya saham tersebut karena semalam saya hitung harga wajarnya di 800an. Mohon penjelasannya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa aja sih, tapi saya sendiri udah ngga begitu tertarik menghitung valuasi saham, krn ada banyaknya metode valuasi, shingga bisa memberikan hasil valuasi yang beda2. saya skrg lbh suka dgn menghitung PER, PBV dan estimasi deviden yield aja.. :) dan dilihat dr itu smua, ranc msh termasuk murah menurut saya :) murah dan msh akan terus tumbuh labanya :)

      Hapus